alexametrics
24 C
Probolinggo
Monday, 8 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tahun Ini OK Central RSUD dr R Soedarsono Dilengkapi Alat Bedah, Digelontor Rp 5 Miliar

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Wajah gedung OK Central di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan dipastikan bakal semakin apik. Proyek multiyears rumah sakit pelat merah itu bakal kembali dilaksanakan tahun ini.

Pihak manajemen RSUD setempat berencana untuk melakukan pengadaan sarana dan prasarana bangunan yang sudah mulai digarap sejak 2017 lalu. Total anggaran yang disiapkan Rp 5.014.085.000 melalu dana badan layanan umum daerah (BLUD).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan dr Tina Soelistiani mengungkapkan, proyek gedung OK Central di bekas bangunan akademi keperawatan (Akper) masih berlanjut. Pihaknya bakal melakukan pengadaan alat bedah kedokteran tahun ini.

“Ini sudah memasuki tahun keempat. Tahun ini kami tidak menggarap fisiknya. Namun, pengadaan alat bedah yang dibutuhkan untuk operasional nantinya,” sebutnya.

Tina -sapaan akrabnya- mengatakan, anggaran miliaran rupiah ini untuk membeli 13 peralatan bedah yang dibutuhkan dalam gedung OK Central saat difungsikan. Dan keseluruhan pembiayaannya berasal dari dana BLUD tahun ini.

“Total ada 13 peralatan bedah sentral. Itu ada sembilan jenis. Kami lakukan pengadaan tahun ini. Diambilkan dari dana BLUD,” sebutnya.

Ia mengaku saat ini pihaknya masih melakukan tahap perencanaan untuk pengadaan alat ini. Sebab, anggarannya berada di atas Rp 200 juta, sehingga dilakukan tahap lelang. Ditargetkan triwulan ketiga sudah mulai pengadaan.

Menurutnya, gedung OK Central ini masih belum bisa difungsikan tahun ini. Sebab, pembangunannya memang belum rampung. Jika difungsikan sebagian saja, dikhawatirkan fasilitas ini tidak akan steril.

“Ini masih belum rampung. Sarana penunjang berupa modular operation theater (MOT) belum mencakup seluruh ruangan. Rencananya dilanjut kembali tahun depan,” terang Tina.

Sebelumnya, pihak RSUD sudah mengalokasikan anggaran Rp 20,76 miliar dalam tiga tahun terakhir. Rinciannya, Rp 5,4 miliar pada 2017 melalui dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 5,36 miliar pada 2018 melalui dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Rp 10 miliar pada 2019 melalui DAK.

OK Central dibangun karena ruang operasi yang dimiliki oleh RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan saat ini masih belum tersentralisasi. Kegiatan operasi masih dilakukan di ruangan masing-masing. Nantinya, kegiatan operasi akan dipusatkan di satu ruangan ini, baik operasi mata, bedah, maupun obgyn. (riz/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Wajah gedung OK Central di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan dipastikan bakal semakin apik. Proyek multiyears rumah sakit pelat merah itu bakal kembali dilaksanakan tahun ini.

Pihak manajemen RSUD setempat berencana untuk melakukan pengadaan sarana dan prasarana bangunan yang sudah mulai digarap sejak 2017 lalu. Total anggaran yang disiapkan Rp 5.014.085.000 melalu dana badan layanan umum daerah (BLUD).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan dr Tina Soelistiani mengungkapkan, proyek gedung OK Central di bekas bangunan akademi keperawatan (Akper) masih berlanjut. Pihaknya bakal melakukan pengadaan alat bedah kedokteran tahun ini.

Mobile_AP_Half Page

“Ini sudah memasuki tahun keempat. Tahun ini kami tidak menggarap fisiknya. Namun, pengadaan alat bedah yang dibutuhkan untuk operasional nantinya,” sebutnya.

Tina -sapaan akrabnya- mengatakan, anggaran miliaran rupiah ini untuk membeli 13 peralatan bedah yang dibutuhkan dalam gedung OK Central saat difungsikan. Dan keseluruhan pembiayaannya berasal dari dana BLUD tahun ini.

“Total ada 13 peralatan bedah sentral. Itu ada sembilan jenis. Kami lakukan pengadaan tahun ini. Diambilkan dari dana BLUD,” sebutnya.

Ia mengaku saat ini pihaknya masih melakukan tahap perencanaan untuk pengadaan alat ini. Sebab, anggarannya berada di atas Rp 200 juta, sehingga dilakukan tahap lelang. Ditargetkan triwulan ketiga sudah mulai pengadaan.

Menurutnya, gedung OK Central ini masih belum bisa difungsikan tahun ini. Sebab, pembangunannya memang belum rampung. Jika difungsikan sebagian saja, dikhawatirkan fasilitas ini tidak akan steril.

“Ini masih belum rampung. Sarana penunjang berupa modular operation theater (MOT) belum mencakup seluruh ruangan. Rencananya dilanjut kembali tahun depan,” terang Tina.

Sebelumnya, pihak RSUD sudah mengalokasikan anggaran Rp 20,76 miliar dalam tiga tahun terakhir. Rinciannya, Rp 5,4 miliar pada 2017 melalui dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 5,36 miliar pada 2018 melalui dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Rp 10 miliar pada 2019 melalui DAK.

OK Central dibangun karena ruang operasi yang dimiliki oleh RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan saat ini masih belum tersentralisasi. Kegiatan operasi masih dilakukan di ruangan masing-masing. Nantinya, kegiatan operasi akan dipusatkan di satu ruangan ini, baik operasi mata, bedah, maupun obgyn. (riz/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2