alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Pembacok Duda Buruh Garmen Dibekuk, Sebut Korban Selingkuhi Istrinya

KADEMANGAN, Radar BromoHanya empat jam, petugas Satreskrim Polres Probolinggo Kota (Polresta) berhasil mengungkap aksi pembacokan pada Andriyanto, 35, karyawan pabrik garmen PT Tjiwulan Putra Mandiri. Saat ini, polisi berhasil menangkap seorang pelakunya.

Pelakunya diketahui bernama Solehuddin, 25, warga Jalan Damai RT 8/ RW 1, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ia ditangkap Selasa (18/2) pukul 20.00 di Jalan Maramis, Kota Probolinggo.

Soleh –panggilannya- nekat membacok korban karena menuding korban berselingkuh dengan Endang, istrinya. Rabu (19/2) siang, tersangka langsung dirilis oleh Polresta di hadapan awak media.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambaryadi Wijaya menyebut, tersangka bakal dijerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan dengan pemberatan. Ancaman hukumannya, 7 tahun penjara.

Tersangka sendiri pada petugas mengaku pembacokan itu dilakukan dengan sengaja. Tersangka sakit hati karena mengetahui istrinya berselingkuh dengan korban selama hampir setahun.

Sebelum membacok korban, tersangka yang bekerja sebagai pelayan di sebuah toko bangunan di Kabupaten Probolinggo ini lebih dulu pulang ke rumahnya. Tujuannya, mengambil sebilah celurit.

“Jadi, tersangka pulang ke rumahnya terlebih dahulu di Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, untuk mengambil celurit. Celurit dibungkus dengan sak putih,” terang Kapolresta AKBP Ambar, panggilannya.

Selanjutnya, dengan menggunakan ojek pangkalan, tersangka pergi ke Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo sembari menunggu jam pulang korban. “Di sana (terminal, Red) tersangka sempat tidur-tiduran. Sekitar 15 menit kemudian, tesangka berangkat ke pabrik garmen tempat korban bekerja. Dia naik ojek pangkalan,” tambah Kapolresta.

Sampai di depan pabrik garmen, tersangka duduk di samping warung di depan gerbang pabrik. Saat para karyawan pulang, tersangka melihat korban keluar dengan naik motor Yamaha Vixion merah.

Saat itu juga, tersangka mendekati korban dan membacok warga Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu.

“Pembacokan dilakukan dua kali. Yang pertama mengenai perut dan yang kedua mengenai pinggang belakang,” tambahnya.

Korban yang mengalami luka bacok, sempat lari ke pos polisi Pilang. Melihat korban melarikan diri, tersangka mengejar.

Aksi itu langsung mengundang perhatian karyawan pabrik yang sedang pulang. Termasuk, para pengendara di sekitar tempat itu. Mereka langsung mendekat, bahkan ada yang berteriak histeris melihat aksi bacokan itu.

Karena itu, tersangka lantas berhenti mengejar korban. Tersangka lantas kabur ke utara. Sementara celurit yang digunakan membacok korban dibuang di bawah truk yang saat itu sedang parkir di Jl Anggrek.

“Jadi tersangka melarikan diri ke arah sungai di sisi utara. Setelah sampai sungai, tersangka mencuci tanganya yang berlumuran darah. Kemudian membuang jaketnya yang terkena darah. Untuk celuritnya, hingga saat ini belum ditemukan,” imbuhnya.

Setelah membersihkan diri, tersangka jalan kaki ke Jalan Mastrip. Di jalan, tersangka bertemu dengan temannya. Tersangka berniat minta antar temannya untuk menyerahkan diri ke polsek terdekat.

Namun, di Jalan Maramis, tersangka yang sudah teridentifikasi berpapasan dengan anggota Satreskrim Polresta. Petugas pun langsung menangkapnya.

“Sebetulnya tersangka mau diantar temannya untuk menyerahkan diri ke polsek terdekat. Hanya saja saat di Jalan Maramis bertemu dengan anggota. Jadi, dia langsung diamankan,” tandas Kapolres. (rpd/hn)

 

KADEMANGAN, Radar BromoHanya empat jam, petugas Satreskrim Polres Probolinggo Kota (Polresta) berhasil mengungkap aksi pembacokan pada Andriyanto, 35, karyawan pabrik garmen PT Tjiwulan Putra Mandiri. Saat ini, polisi berhasil menangkap seorang pelakunya.

Pelakunya diketahui bernama Solehuddin, 25, warga Jalan Damai RT 8/ RW 1, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ia ditangkap Selasa (18/2) pukul 20.00 di Jalan Maramis, Kota Probolinggo.

Soleh –panggilannya- nekat membacok korban karena menuding korban berselingkuh dengan Endang, istrinya. Rabu (19/2) siang, tersangka langsung dirilis oleh Polresta di hadapan awak media.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambaryadi Wijaya menyebut, tersangka bakal dijerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan dengan pemberatan. Ancaman hukumannya, 7 tahun penjara.

Tersangka sendiri pada petugas mengaku pembacokan itu dilakukan dengan sengaja. Tersangka sakit hati karena mengetahui istrinya berselingkuh dengan korban selama hampir setahun.

Sebelum membacok korban, tersangka yang bekerja sebagai pelayan di sebuah toko bangunan di Kabupaten Probolinggo ini lebih dulu pulang ke rumahnya. Tujuannya, mengambil sebilah celurit.

“Jadi, tersangka pulang ke rumahnya terlebih dahulu di Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, untuk mengambil celurit. Celurit dibungkus dengan sak putih,” terang Kapolresta AKBP Ambar, panggilannya.

Selanjutnya, dengan menggunakan ojek pangkalan, tersangka pergi ke Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo sembari menunggu jam pulang korban. “Di sana (terminal, Red) tersangka sempat tidur-tiduran. Sekitar 15 menit kemudian, tesangka berangkat ke pabrik garmen tempat korban bekerja. Dia naik ojek pangkalan,” tambah Kapolresta.

Sampai di depan pabrik garmen, tersangka duduk di samping warung di depan gerbang pabrik. Saat para karyawan pulang, tersangka melihat korban keluar dengan naik motor Yamaha Vixion merah.

Saat itu juga, tersangka mendekati korban dan membacok warga Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu.

“Pembacokan dilakukan dua kali. Yang pertama mengenai perut dan yang kedua mengenai pinggang belakang,” tambahnya.

Korban yang mengalami luka bacok, sempat lari ke pos polisi Pilang. Melihat korban melarikan diri, tersangka mengejar.

Aksi itu langsung mengundang perhatian karyawan pabrik yang sedang pulang. Termasuk, para pengendara di sekitar tempat itu. Mereka langsung mendekat, bahkan ada yang berteriak histeris melihat aksi bacokan itu.

Karena itu, tersangka lantas berhenti mengejar korban. Tersangka lantas kabur ke utara. Sementara celurit yang digunakan membacok korban dibuang di bawah truk yang saat itu sedang parkir di Jl Anggrek.

“Jadi tersangka melarikan diri ke arah sungai di sisi utara. Setelah sampai sungai, tersangka mencuci tanganya yang berlumuran darah. Kemudian membuang jaketnya yang terkena darah. Untuk celuritnya, hingga saat ini belum ditemukan,” imbuhnya.

Setelah membersihkan diri, tersangka jalan kaki ke Jalan Mastrip. Di jalan, tersangka bertemu dengan temannya. Tersangka berniat minta antar temannya untuk menyerahkan diri ke polsek terdekat.

Namun, di Jalan Maramis, tersangka yang sudah teridentifikasi berpapasan dengan anggota Satreskrim Polresta. Petugas pun langsung menangkapnya.

“Sebetulnya tersangka mau diantar temannya untuk menyerahkan diri ke polsek terdekat. Hanya saja saat di Jalan Maramis bertemu dengan anggota. Jadi, dia langsung diamankan,” tandas Kapolres. (rpd/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/