Ibu Bayi Jadi Tersangka Buat Laporan Palsu Penculikan Bayi

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan akhirnya menetapkan Eka Septiana (ES) sebagai tersangka dalam laporan penculikan bayi yang ternyata hoax atau palsu. Namun, baru ES yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda mengatakan, untuk sementara tersangka dalam kasus ini baru ES. Dia ditetapkan sebagai tersangka pemberian laporan palsu. Sedangkan terkait pasal lainnya, kepolisian masih menunggu gelar perkara.

“Untuk ES sekarang statusnya sudah tersangka. Namun, sementara ini masih dikenakan pasal tentang memberikan laporan palsu,” terangnya.

Sedangkan untuk kasus lainnya, dimana ES menjadikan anaknya sebagai jaminan, Kasatreskrim mengatakan masih menunggu gelar perkara. Rencananya, gelar perkara akan dilaksanakan Senin pekan depan.

Adrian mengatakan, sebenarnya ES sudah mengakui telah menjaminkan bayinya yang masih berusia 2 bulan untuk membayar utang. Namun, pihaknya masih menunggu gelar perkara untuk menentukan pasal-pasal yang dikenakan.

“Sementara ini, status tersangka hanya untuk pelaporan palsu. Sedangkan kasus pemberian anak ke orang lain, kami masih menunggu gelar perkara untuk kepastian pasal-pasal apa yang dikenakan,” imbuh Adrian.

ES sendiri dalam masalah ini tidak sendirian. Ada rekannya MH yang berperan sebagai orang yang menerima bayi ES. MH pun telah diperiksa secara intensif dan ditahan sejak Kamis (16/1).

ES sendiri memberikan laporan palsu karena awalnya terjerat utang Rp 1 juta pada MH. Warga Lingkungan Jogonalan, Desa Jogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, itu lantas menggadaikan bayinya yang baru berusia 2 bulan, Karin Maulidya Nofatra. Pada orang-orang di sekitarnya, ibu bayi itu lantas mengaku bayinya diculik.

Kisah itu bahkan sempat viral di media sosial (medsos) sejak Rabu (15/1). Sejumlah medsos menyebutkan, terjadi penculikan bayi berusia 2 bulan.

Namun, dalam waktu singkat, petugas Satreskrim Polres Pasuruan berhasil membongkar drama itu. Kasus itu terbongkar setelah ES dengan diantar ayah dan suaminya, melapor ke Polres Pasuruan bahwa bayinya diculik.

Laporan dilakukan Rabu malam. Dan saat itu juga, olah TKP dilakukan. Saat olah TKP itulah, ditemukan sejumlah kejanggalan. Hingga akhirnya terbongkar bahwa bayi Karin tidak diculik. Melainkan digadaikan oleh ibunya sendiri, ES. (eka/hn)