alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Residivis Spesialis Garong Motor Dicokok, Pernah Beraksi di Belasan TKP

BANGIL – Kekompakan dua sekawan asal Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ini benar-benar tak patut ditiru. Betapa tidak, mereka kompak dalam hal kejahatan. Bahkan, tidak sekali dua kali mereka berbuat ulah. Melainkan hingga belasan kali. Dinding penjara yang pernah mereka huni pun, tak serta merta membuat mereka jera untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Dua sekawan pelaku kriminal tersebut adalah Risqi Ananto, 21 dan M. Fauzan, 22. Mereka ditangkap atas aksi kejahatan pencurian motor dan pikap. Mereka ditangkap setelah saling cokot.

Wakapolres Pasuruan Kompol Supriyono menguraikan, penangkapan tersebut bermula dari aksi kejahatan yang mereka lakukan. Aksi kejahatan itu dilakukan tersangka Minggu, 19 Agustus 2018. Para pelaku menggondol motor Ninja RR milik Paisol, 52, warga Semut, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang diparkir di rumah.

“Mereka merusak kontak motor dengan menggunakan kunci T,” jelas Supriyono saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo.

Usai mencuri, mereka menjualnya ke penadah yang kini masih menjadi DPO kepolisian. Aksi itu bukan satu-satunya yang dilakukan kedua tersangka. Karena mereka juga melancarkan aksi pencurian mobil pikap milik Ridoi, 49, warga Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Usai kejadian itu, polisi melakukan penyelidikan dan mendapatkan calon tersangka. Petugas berhasil melacak tersangka dan menangkapnya secara bergiliran. Dimulai dari penangkapan terhadap Fauzan, Senin (10/12) sekitar pukul 16.00. Dari penangkapan itu, petugas berhasil melakukan pengembangan. Di mana, rekan tersangka, Risqi Ananto berhasil ditangkap.

Risqi ditangkap saat tengah bersembunyi di wilayah Gading, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Ia ditangkap 13 Desember 2018, sekitar pukul 15.00. “Kami masih memburu satu pelaku lainnya. Termasuk penadah hasil kejahatan mereka,” sambungnya.

Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, mereka bukan kali ini menjalankan aksi kejahatan. Karena sudah ada 15 TKP hingga 19 TKP kejahatan mereka. Bahkan, keduanya juga pernah masuk penjara.

“Tersangka R (Risqi, Red), sudah dua kali masuk penjara. Selain kasus pemerasan, juga penadahan. Sementara F (Fauzan, Red) pernah sekali masuk penjara,” ulasnya.

Menurut Supriyono, mereka melakukan aksi kejahatan tersebut lantaran untuk memenuhi kebutuhan nafsunya. “Hasilnya, mereka gunakan untuk bersenang-senang,” pungkas dia.

Sementara itu, Risqi mengelak kalau uang hasil kejahatan itu untuk senang-senang. Ia beralasan, hasil dari kejahatan itu untuk kebutuhan di rumahnya.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya, tujuh tahun penjara. (one/fun)

BANGIL – Kekompakan dua sekawan asal Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ini benar-benar tak patut ditiru. Betapa tidak, mereka kompak dalam hal kejahatan. Bahkan, tidak sekali dua kali mereka berbuat ulah. Melainkan hingga belasan kali. Dinding penjara yang pernah mereka huni pun, tak serta merta membuat mereka jera untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Dua sekawan pelaku kriminal tersebut adalah Risqi Ananto, 21 dan M. Fauzan, 22. Mereka ditangkap atas aksi kejahatan pencurian motor dan pikap. Mereka ditangkap setelah saling cokot.

Wakapolres Pasuruan Kompol Supriyono menguraikan, penangkapan tersebut bermula dari aksi kejahatan yang mereka lakukan. Aksi kejahatan itu dilakukan tersangka Minggu, 19 Agustus 2018. Para pelaku menggondol motor Ninja RR milik Paisol, 52, warga Semut, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang diparkir di rumah.

“Mereka merusak kontak motor dengan menggunakan kunci T,” jelas Supriyono saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo.

Usai mencuri, mereka menjualnya ke penadah yang kini masih menjadi DPO kepolisian. Aksi itu bukan satu-satunya yang dilakukan kedua tersangka. Karena mereka juga melancarkan aksi pencurian mobil pikap milik Ridoi, 49, warga Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Usai kejadian itu, polisi melakukan penyelidikan dan mendapatkan calon tersangka. Petugas berhasil melacak tersangka dan menangkapnya secara bergiliran. Dimulai dari penangkapan terhadap Fauzan, Senin (10/12) sekitar pukul 16.00. Dari penangkapan itu, petugas berhasil melakukan pengembangan. Di mana, rekan tersangka, Risqi Ananto berhasil ditangkap.

Risqi ditangkap saat tengah bersembunyi di wilayah Gading, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Ia ditangkap 13 Desember 2018, sekitar pukul 15.00. “Kami masih memburu satu pelaku lainnya. Termasuk penadah hasil kejahatan mereka,” sambungnya.

Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, mereka bukan kali ini menjalankan aksi kejahatan. Karena sudah ada 15 TKP hingga 19 TKP kejahatan mereka. Bahkan, keduanya juga pernah masuk penjara.

“Tersangka R (Risqi, Red), sudah dua kali masuk penjara. Selain kasus pemerasan, juga penadahan. Sementara F (Fauzan, Red) pernah sekali masuk penjara,” ulasnya.

Menurut Supriyono, mereka melakukan aksi kejahatan tersebut lantaran untuk memenuhi kebutuhan nafsunya. “Hasilnya, mereka gunakan untuk bersenang-senang,” pungkas dia.

Sementara itu, Risqi mengelak kalau uang hasil kejahatan itu untuk senang-senang. Ia beralasan, hasil dari kejahatan itu untuk kebutuhan di rumahnya.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya, tujuh tahun penjara. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/