alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Inilah Tantangan Lomba Foto Festival Batik yang Harus Dihadapi Peserta

KANIGARAN, Radar Bromo – Festival Batik 2019 Kota Probolinggo juga dimeriahkan dengan acara lomba foto On The Spot Fashion Show Batik. Sama dengan pameran batik, lomba foto ini digelar Minggu (17/11) bersamaan dengan fashion show batik.

Acara ini juga digelar di depan kantor Pemkot Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman. Sebanyak 20 model memperagakan kain batik kreasi IKM Batik Kota Probolinggo. Sementara itu, 30 peserta lomba foto on the spot memotret fashion show tersebut sebagai objek lomba foto.

Mereka sontak mendekati panggung utama saat fashion show dimulai. Semuanya berebut mengambil posisi terbaik untuk mendapat angle foto yang tepat.

Rebutan mengambil posisi terbaik, membuat sebagian peserta kewalahan. Sebab, mereka harus adu cepat mengambil posisi terbaik.

“Kalo untuk memotret objek bergerak ini tidak masalah. Tapi, yang jadi tantangan harus berebut tempat foto dengan peserta lain,” ujar Bayu Rozali, siswa kelas 11 SMAN 2 Kota Probolinggo kemarin.

Hal berbeda diungkapkan oleh Izzan Riyadi, pelajar kelas 11 SMAN 2. Izzan kemarin menggunakan kamera pocket untuk pengambilan foto. Dengan kamera pocket, dia pun kesulitan mengatur cahaya.

“Kesulitannya itu ketika cahaya berlebih, moist-nya tinggi. Agak mengganggu sensor kamera,” ujarnya.

Izzan mengikuti lomba fotografi ini karena dirinya menyukai kegiatan fotografi. Bahkan, fotografi telah diikuti sejak masih SMP.

Sementara itu, Harianto, pelajar kelas 10 SMKN 3 merasakan tantangan saat memotret objek bergerak. Meskipun telah mengikuti ekstrakurikuler fotografi di sekolahnya, memotret model bergerak dengan membawa kain batik menjadi kesulitan tersendiri.

“Jika tidak tepat penempatan model saat bergerak, maka fotonya bisa tidak pas komposisinya,” ujarnya.

Lomba foto itu sendiri mendapat apresiasi positif dari pelajar. Awalnya, lomba foto ini hanya dibuka untuk 20 pelajar. Ternyata yang mendaftar sampai 44 pelajar se-Kota Probolinggo. Sebelum lomba mereka mengikuti technical meeting bersama fotografer senior Jawa Pos Radar Bromo, Zainal Arifin.

Setelah lomba, hasil karya mereka dikumpulkan. Selanjutnya dijuri oleh tiga juri. Yaitu, Fotografer Senior Jawa Pos Radar Bromo Zainal Arifin; Hendi T Purnomo dari APFI; dan Suciati Ningsih, kabid Promosi Wisata di Disbudpar Kota Probolinggo.

Pengumuman pemenang lomba foto on the spot diumumkan Minggu (17/11) malam. Yaitu, saat malam puncak Festival Batik 2019. (put/hn/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Festival Batik 2019 Kota Probolinggo juga dimeriahkan dengan acara lomba foto On The Spot Fashion Show Batik. Sama dengan pameran batik, lomba foto ini digelar Minggu (17/11) bersamaan dengan fashion show batik.

Acara ini juga digelar di depan kantor Pemkot Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman. Sebanyak 20 model memperagakan kain batik kreasi IKM Batik Kota Probolinggo. Sementara itu, 30 peserta lomba foto on the spot memotret fashion show tersebut sebagai objek lomba foto.

Mereka sontak mendekati panggung utama saat fashion show dimulai. Semuanya berebut mengambil posisi terbaik untuk mendapat angle foto yang tepat.

Rebutan mengambil posisi terbaik, membuat sebagian peserta kewalahan. Sebab, mereka harus adu cepat mengambil posisi terbaik.

“Kalo untuk memotret objek bergerak ini tidak masalah. Tapi, yang jadi tantangan harus berebut tempat foto dengan peserta lain,” ujar Bayu Rozali, siswa kelas 11 SMAN 2 Kota Probolinggo kemarin.

Hal berbeda diungkapkan oleh Izzan Riyadi, pelajar kelas 11 SMAN 2. Izzan kemarin menggunakan kamera pocket untuk pengambilan foto. Dengan kamera pocket, dia pun kesulitan mengatur cahaya.

“Kesulitannya itu ketika cahaya berlebih, moist-nya tinggi. Agak mengganggu sensor kamera,” ujarnya.

Izzan mengikuti lomba fotografi ini karena dirinya menyukai kegiatan fotografi. Bahkan, fotografi telah diikuti sejak masih SMP.

Sementara itu, Harianto, pelajar kelas 10 SMKN 3 merasakan tantangan saat memotret objek bergerak. Meskipun telah mengikuti ekstrakurikuler fotografi di sekolahnya, memotret model bergerak dengan membawa kain batik menjadi kesulitan tersendiri.

“Jika tidak tepat penempatan model saat bergerak, maka fotonya bisa tidak pas komposisinya,” ujarnya.

Lomba foto itu sendiri mendapat apresiasi positif dari pelajar. Awalnya, lomba foto ini hanya dibuka untuk 20 pelajar. Ternyata yang mendaftar sampai 44 pelajar se-Kota Probolinggo. Sebelum lomba mereka mengikuti technical meeting bersama fotografer senior Jawa Pos Radar Bromo, Zainal Arifin.

Setelah lomba, hasil karya mereka dikumpulkan. Selanjutnya dijuri oleh tiga juri. Yaitu, Fotografer Senior Jawa Pos Radar Bromo Zainal Arifin; Hendi T Purnomo dari APFI; dan Suciati Ningsih, kabid Promosi Wisata di Disbudpar Kota Probolinggo.

Pengumuman pemenang lomba foto on the spot diumumkan Minggu (17/11) malam. Yaitu, saat malam puncak Festival Batik 2019. (put/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/