1.112 Pesilat Cilik Ramaikan Apel Milad Muhammadiyah di Alun-alun

PROBOLINGGO – Ribuan pesilat cilik dari perguruan silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah memenuhi Alun-alun Kota Probolinggo, Sabtu (17/11). Pesilat yang tampil dengan warna dominan merah dan kuning ini, tampil dalam apel Milad Muhammadiyah ke 106.

Ribuan pesilat cilik itu merupakan siswa-siswi TK Aisyiyah Busthanul Athfal (ABA), MI Muhammadiyah, dan SD Muhammadiyah Plus. Sejumlah gerakan ditampilkan oleh Tapak Suci kids tersebut. Di antaranya, salam jumpa, gerakan Bayuangga, gerakan 212, ganda puteri, dan Gemu Maumere ala Tapak Suci.

Selain tangan kosong, juga ada gerakan yang menggunakan senjata. Seperti celurit, golok, dan toya. Penampilan pesilat cilik ini mengundang decak kagum peserta apel dan undangan. “Persiapannya hanya satu bulan. Tapi, anak-anak ini sudah terlatih,” kata Ketua Dewan Kader Tapak Suci Probolinggo Samsul Arifin.

Tak hanya menampilkan silat, atraksi ciamik juga ditunjukkan drum band MI Muhammadiyah yang sudah berprestasi hingga tingkat Jawa Timur.

Dalam apel tersebut, hadir Wakil Wali Kota terpilih Mochamad Soufis Subri, Wakapolres Kompol Imam Pauji, Ketua MUI KH. Nizar Irsyad, dan Kepala Kemenag Kota Probolinggo Mufi Imron.

Selain itu, pengurus Muhammadiyah serta organisasi otonom (ortom) tingkat kota hingga ranting, juga hadir dalam kegiatan tersebut. Termasuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Amal Usaha Aisyiyah (AUA).

“Harapan kami semua, seluruh elemen Muhammadiyah turut andil serta bahu-membahu membangun Kota Probolinggo,” terangnya. Muhammadiyah menurut Subri, merupakan salah satu pilar kekuatan bangsa. Muhammadiyah juga sudah memberi banyak bukti ikut membantu pemerintah dari berbagai bidang. Terutama pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Sementara itu, dalam amanat apel, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Probolinggo Masyfuk berpesan pada kader Muhammadiyah untuk tetap menjaga kondusivitas daerah. Sesuai dengan tema milad kali ini, yakni “Ta’awun untuk Negeri”.

Saat memberikan amanat apel, Masyfuk menyampaikan 7 amanat pimpinan pusat.

Di antaranya, menjadikan Islam yang bersumber pada Alquran dan sunah Nabi, mengokohkan keberadaan Muhammadiyah sebagai ormas keagamaan dan kemasyarakatan agar Muhammadiyah mengakar sebagai kekuatan masyarakat madani.

Muhammadiyah harus mengembangkan amal usaha yang berkualitas di bidang pendidikan, sosial-kesehatan, dan ekonomi. Mengembangkan sumber daya insani, berperan dinamis dalam kehidupan bangsa dan negara, serta mampu mengambil peran hingga tingkat global. Serta, memberi kontribusi bagi peradaban dunia.

“Dalam kesempatan kali ini, kita bersyukur warga Muhammadiyah banyak yang terpanggil untuk bersama-sama dalam memberikan yang terbaik untuk negeri ini dalam amal usaha masing-masing,” terangnya. (rpd/fun)