alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Warga Kareng Lor yang Dibunuh di Wonoasih Seorang Duda, Dikenal Pemberani

KEDOPOK, Radar Bromo – Suasana duka terasa saat berkunjung ke rumah Muhammad Dani, warga RT 4/RW 1, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Sejumlah peziarah nampak mendatangi rumah dengan warna dominan cat putih itu.

Dani merupakan korban pembunuhan dengan luka bacok di pinggang dan kepalanya. Jenazahnya tewas bersimbah darah di sekitar pemandian Sumber Ardi, RT 6, RW 1, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih.

Dari selama ini dikenal sosok pendiam. Jenazahnya lantas dikebumikan Kamis pagi (17/10) di tempat pemakaman keluarga, tak jauh dari rumahnya.

Johan, 35, paman Dani mengatakan, kedua orang tua Dani yakni Mislum, 45 sang ayah dan Rohani, 40 sang ibu masih syok. “Kedua orang tuanya masih syok. Bahkan mereka masih belum bisa menerima tamu yang hendak takziyah,” terang Johan.

TERUS DIDALAMI: Petugas saat hendak mengevakuasi jenazah M Dani. Inset, foto korban semasa hidup. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Pihak keluarga sendiri disebutkan, menyerahkan kasus itu sepenuhnya ke polisi. “Informasinya sudah ada beberapa yang diamankan petugas,” terangnya.

Baca Juga: Sebelum Dibunuh, Korban Warga Kareng Lor Pesta Miras dengan Pelaku

Disinggung mengenai sosok Dani, menurutnya Dani merupakan sosok yang pendiam. Bahkan jika ada masalah sekalipun, dia tidak pernah cerita kepada keluarga. Sehingga Johan pun tidak mengetahui secara pasti apakah Dani puya musuh atau tidak. Yang jelas Dani sosok pemberani. Jika dia ada masalah, maka diselesaikan sendiri.

“Dani orangnya pendian dan pemberani. Jadi jika ada masalah tidak menceritakanya kepada keluarga, dia (Dani) hadapi sendiri,” bebernya.

Johan mengatakan bahwa Dani keluar dari rumahnya sekitar pukul 13.00. Bahkan pada pukul 15.00 Dani masih terlihat di daerah Sumber Wetan bersama dengan teman temanya. Bahkan menurutnya sebelum Dani meninggal warga yang menanyakan orang mana? Dani bilang jika warga Kareng Lor.

“Kami taunya habis magrib. Jadi sebelum meninggal Dani itu ditolong warga. Mungkin ditanya warga sekitar orang mana. Terus Dani bilang jika warga Kareng Lor. Makanya warga di sekitar lokasi yang mengetahui punya teman di kareng lor langsung mengkontaknya. Kemudian diteruskan kepada kami,” beber Johan.

Hingga kemarin (red) kedua orang tuanya masih syok atas kepergian putra kedua dari 3 bersaudara itu. “Dani saban harinya tidak bekerja, dia hanya lulusan SMP. Kemudian ikut membantu ayahnya yang jual beli sapi,” kata Johan.

Johan mengatakan, sebelumnya Dani sempat menikah. Namun cerita asmaranya itu kandas dalam seminggu. Sehingga dua bulan terakhir Dani merupakan sosok duda tak beranak. “Pernah menikah hanya seminggu. Kemudian cerai. Hingga kini sudah dapat sekitar dua bulan,” jelasnya. (rpd/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU