alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Lahir sebagai Tunanetra, Aktif Bermusik-Albanjari, Berstatus Mahasiswa

Lahir dengan kekurangan penglihatan, tak membuat Imam Chanafi menyerah pada keadaan. Selain aktif bermusik, Imam mengajar Albanjari. Dia kini juga tercatat sebagai mahasiswa hukum di Universitas Merdeka, Pasuruan.

ERRI KARTIKA, Purworejo, Radar Bromo

Sekilas penampilan pemuda ini seperti remaja lainnya, memakai sepatu sneaker, celana jin biru, dan T-shirt. Di sekitar Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan, saat itu dia memainkan gitar akustik dengan lihai.

Tidak sendiri, dia bermain bersama rekan-rekannya satu band. Situasi sedikit berbeda saat mereka turun dari pentas. Satu persatu anggota band memegang pundak teman lainnya. Dan akhirnya berjalan berbaris ke belakang untuk turun dari panggung utama.

Ya, mereka adalah para anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Pasuruan. Mereka sedang menggelar pertunjukkan band akustik sebagai bentuk sosialisasi pada masyarakat agar peduli pada teman lainnya yang disabilitas.

Salah satu dari mereka adalah Imam Chanafi, 23, Ketua ITMI Pasuruan sejak 2017. Imam mengatakan, musik adalah salah satu hobi yang ditekuninya bersama teman disabilitas lain.

“Saya memang low vision sejak kecil. Dulu bisa melihat 10 sampai 15 persen. Sejak SMA makin menurun dan sekarang hanya bisa melihat sekelebat cahaya saja,” terangnya.

Anak keempat dari lima bersaudara ini mengaku, hanya dirinya di keluarga yang memiliki kekurangan penglihatan. Karena itu, sejak kecil dia sekolah di SLB. Mulai SDLB sampai SMALB di Kota Pasuruan.

Meski punya kekurangan, Imam tergolong remaja yang selalu ingin berkembang. Sejak SMA misalnya, dia belajar alat musik gitar.

“Awalnya karena suka band-band rock seperti Metallica, Nirvana, dan akhirnya tertarik ingin belajar gitar,” terangnya.

Dengan kondisinya yang low vision, Imam tidak menyerah. Bahkan, bermusik kemudian menjadi hiburan tersendiri baginya. Terutama saat bermusik bersama teman-temannya.

Bahkan, teman disabilitas kemudian membentuk band sendiri. Ada yang bermain di bass, keyboard, drum, termasuk vokal.

Setelah lulus SMALB tahun 2013, Imam lebih fokus beraktivitas di Komunitas Disabilitas. Keinginannya yaitu merangkul sesama tunanetra di Pasuruan. Sehingga, mereka bisa berkreasi.

“Tidak dapat dipungkiri, masih ada yang malu dengan kondisi keluarganya yang tunanetra. Sehingga, biasanya mereka dipingit dan sulit keluar rumah,” terangnya.

Karena itu, Imam ingin semua tunanetra di Pasuruan bisa beraktivitas seperti layaknya warga normal. Keluar rumah dan berkreasi. Juga bersosialisasi dengan teman disabilitas lain.

Misalnya, dengan cara bermain musik dan tampil di depan masyarakat. Sehingga, masyarakat umum kenal dan lebih peduli pada keberadaan mereka. Juga tidak menganggap mereka sebagai beban. Namun, justru merangkul dan dianggap seperti masyarakat umum lainnya.

Tidak hanya suka bermain gitar, Imam juga lihat bermain Al-Banjari. Dia secara otodidak belajar Al – Banjari karena ada di kampungnya. Lalu, sejak 2018, Imam mengajar ekstrakurikuler Al-Banjari di SD Sidogiri, Kecamatan Kraton.

“Dari koneksi pertemanan, ada yang meminta supaya saya mengajar Al – Banjari. Dan mulai setahun lalu mengajar di kelompok Al – Banjari SD Sidogiri,” terangnya.

Kendati mempunyai kekurangan, anak didiknya hormat dan memaklumi kekurangannya. “Mungkin karena di sana lingkungan pondok juga. Jadi anak-anak yang saya ajar tetap hormat dan tak pernah mempermasalahkan kekurangan saya,” jelasnya.

Tidak cukup hanya di situ, Imam mengaku ingin terus meng-upgrade dirinya. Karena itu, dia mendaftar sebagai mahasiswa hukum di Universitas Merdeka Pasuruan.

“Masih semester pertama, awalnya karena memang agar bisa berkembang. Dan semoga setelah masuk hukum juga bisa membantu teman-teman disabilitas lainnya,” terangnya.

Sebagai Ketua ITMI Pasuruan, Imam ingin merangkul semua teman tunanetra di Pasuruan. Melalui komunitas, dia ingin berbagi dan menguatkan semua anggota. Sehingga, sama-sama berkembang untuk berkreasi dan bisa bermanfaat bagi masyarakat lainnya. (hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.