Pembangunan Jalan Sidowayah Terancam Molor, Pemkab Ancam Beri Sanksi Ini Jika Terlambat

BEJI – Pembangunan jalan Sidowayah-Beji, terancam molor. Betapa tidak, dari 3 kilometer jalan yang dibangun, baru 100 meter saja yang diaspal.

Padahal, akhir Oktober ini, harusnya pembangunan jalan setempat sudah rampung. Itu artinya, tidak sampai 15 hari ke depan pembangunan jalan harus selesai.

Faktanya di lapangan, pengerjaan pengaspalan hanya terlihat di depan Yonkav Beji. Panjangnya, sekitar 100 meter. Sementara sisanya, belum diaspal sama sekali. Bahkan, di beberapa titik pengerjaan pembangunan baru sampai pada tahap pengerukan. Baru kemudian dicor. Kondisi ini diprediksi bisa membuat penyelesaian pembangunan jalan Sidowayah-Beji, terancam molor.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menguraikan, proses pembangunan jalan setempat terus dijalankan. Memang, belum seluruhnya jalan diaspal. Karena selain pekerjaan pengaspalan, ada pembangunan tepian jalan.

“Pengerjaannya tidak hanya pengaspalan. Ada pengecoran serta ada pembangunan penahan jalan,” jelas dia.

Ia menambahkan, bakal mengecek progres pembangunan jalan setempat. Kalau memang jauh dari harapan, tentunya akan dilakukan evaluasi. Sanksi akan diberikan, jika memang ada keterlambatan.

“Saya akan cek lagi sejauh mana progresnya. Kalau terlambat, tentu ada sanksi. Sanksinya berupa denda,” tambahnya.

Pembangunan jalan Sidowayah-Beji sendiri, merupakan jalur yang digadang-gadang untuk JLS di Bangil. Biaya untuk pembangunan jalan setempat, tidaklah murah. Mencapai Rp 8,5 miliar. Dana itu merupakan anggaran dari bantuan Pemprov Jatim.

Perbaikan jalan setempat, juga dilakukan lantaran kondisinya yang tak lagi menunjang. Banyak kerusakan di beberapa titik, sehingga membuat tak nyaman bagi pengendara. (one/hn/fun)