alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Alat Peraga Kampanye Pilwali Difasilitasi KPU, Punya Paslon Dibatasi

PURWOREJO, Radar Bromo – Kebutuhan alat peraga kampanye (APK) dua kandidat yang akan bertarung pada Pilwali Pasuruan 2020 bakal difasilitasi oleh KPU. Masing-masing tim pasangan calon (paslon) tetap boleh menambah APK secara mandiri. Akan tetapi dengan jumlah yang terbatas.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Nanang Abidin mengatakan bahwa masing-masing tim paslon harus lebih dulu menyerahkan desain APK. Paling lambat, desain tersebut sudah diterima KPU lima hari setelah penetapan calon yang jatuh pada 23 September mendatang. Dengan begitu, KPU bisa langsung memproses pengadaannya.

Akan tetapi, masih ada beberapa ketentuan yang perlu disepakati bersama dengan tim paslon. Pasalnya, ada perbedaan rujukan mengenai bentuk dan ukuran APK maupun BK itu sendiri. Nanang menyebut, pihaknya mengacu pada PKPU Nomor 4/2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota serta PKPU Nomor 10/2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam Covid-19.

“Ada tiga jenis APK yang diatur dalam PKPU. Berupa baliho yang difasilitasi KPU sebanyak 5 untuk masing-masing paslon. Lalu, umbul-umbul 20 buah per kecamatan, dan spanduk masing-masing 2 buah per kelurahan,” ungkap Nanang.

Dalam dua PKPU itu pula, disebutkan ukuran baliho yang akan dipasang di pusat kota maksimal 4×7 meter. Sedangkan umbul-umbul yang diperuntukkan di tingkat kecamatan maksimal 5×1,15 meter. Kemudian spanduk maksimal berukuran 1,5×7 meter. Belakangan, KPU RI mengeluarkan surat dinas yang juga mengatur soal APK. Didalamnya ada dua opsi terkait ukuran APK. Opsi kedua untuk baliho berukuran 3×5 meter, umbul-umbul 4×0,5 meter, dan spanduk 1×6 meter.

Karena itu, Nanang mengaku akan berkoordinasi lebih dulu dengan masing-masing liaison officer paslon. “Perlu disepakati dulu untuk ukurannya. Yang jelas kami harap APK nanti tidak berisiko tinggi. Misalnya kalau terlalu besar kan risikonya bisa roboh terkena angin atau juga mengganggu estetika,” ujarnya.

Disamping itu, pihaknya juga akan mengambil kesepakatan dengan masing-masing tim paslon terkait APK tambahan diluar tanggungan KPU. Dalam PKPU Nomor 10/2020, tim diperbolehkan menambah APK secara mandiri sebanyak 200 persen dari yang sudah difasilitasi KPU. Namun dalam PKPU Nomor 4/2017, hanya diatur 150 persen.

“Ini juga perlu ada kesepakatan sebelum nanti dituangkan dalam Keputusan KPU Kota Pasuruan,” tandasnya. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usai Donor Darah, Bold Riders-Super Soccer Pasuruan Tanam Pohon

Tanaman kayu putih dipilih karena ini adalah tanaman obat.

Jualan Buah di Jl Juanda, Putri Polisi Dijambret, Ini Modusnya  

Korban melaporkan pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario merah.

Innalillahi, Pulang Kerja, PNS Pemkab Pasuruan Tewas Tertabrak Truk Tronton

Sore itu, Slamet Supriyanto hendak pulang ke rumahnya usai bekerja. Ia mengendarai motor Honda Vario bernopol N 2175 TBL dari arah utara ke selatan.

Kaliputih Sumbersuko Gempol Kembali Tercemar Busa Berlimpah

Kondisi sungai tercemar busa itu bukan kali ini terjadi. Pada pertengahan Agustus lalu, kondisi serupa juga pernah terjadi.

Komunitas Difabel Antusias Ikuti Donor Darah Bold Riders Probolinggo

Dalam aksi sosial ini, Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Probolinggo turut serta menjadi pendonor.