alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Bentuk Tim untuk Selamatkan Wrati, Mulai Satgas, Bersih-bersih, dan Tim Terpadu

BANGIL, Radar Bromo – Upaya untuk menangani pencemaran sungai Wrati terus dilakukan. Tak hanya merumuskan kegiatan bersih-bersih DAS Wrati, juga dibentuk satgas DAS Wrati.

Keputusan itu dibuat dalam pertemuan membahas pencemaran sungai Wrati di Balai Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Pertemuan dihadiri warga, muspika, perwakilan perusahaan, perwakilan Pemkab Pasuruan, dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Vicky Ariyanto menegaskan, pencemaran sungai Wrati telah menyiksa warganya. Bukan hanya membuat sungai berbau busuk, tetapi juga membuat sumur-sumur warga tidak bisa lagi dipakai.

Bahkan, petani di sekitar DAS Wrati juga kesulitan mengairi sawah mereka. Sebab, pencemaran sungai Wrati juga membuat air untuk irigasi tercemar.

“Kami butuh air bersih. Pencemaran sungai Wrati juga berdampak terhadap kondisi air untuk irigasi. Kami butuh sumur bor untuk sawah,” sampainya.

Karena itu, Vicky berharap ada pemantau sungai Wrati. Sehingga, ketika ada pencemaran, pemantau bisa langsung melapor. Selanjutnya, ada tindakan tegas dari pemerintah yang berwenang terhadap perusahaan.

“Harus ada satgas sungai Wrati. Sehingga bisa menjadi pemantau atas pencemaran sungai setempat,” ungkap dia.

Kotornya Sungai Wrati yang kerap dikeluhkan warga. (Dok. Radar Bromo)

 

Aktivis lingkungan, Furqon memandang, pembentukan satgas sungai Wrati memang diperlukan. Sehingga, menjadi wadah dalam mengontrol kondisi sungai setempat.

“Tentunya juga harus ada sanksi tegas, jika masih ada pelanggaran yang dilakukan perusahaan. Baik itu sanksi sosial juga administratif,” desaknya.

Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Saad Muafi menguraikan, ada tiga tim yang harus direalisasikan berdasarkan pertemuan itu. Satu di antaranya, tim normalisasi untuk bersih-bersih sungai Wrati sepanjang kurang lebih 3,7 km.

Ke dua, tim kontroling atau satgas yang berfungsi untuk pemantauan sungai. “Dan satu lagi, tim terpadu yang merupakan bentukan dinas. Tim ini nantinya berasal dari instansi pemerintah, seperti DLH,” katanya.

Fungsinya, memberikan rekomendasi atau sanksi atas pelanggaran perusahaan pembuang limbah. Sebab, ada sekitar 60 perusahaan yang dilalui sungai dan anak Wrati.

Plt Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Indra Hernandi menyampaikan, pemantauan terhadap sungai Wrati tengah dilakukan instansinya. Bahkan, pengujian dari sungai setempat tengah dilakukan.

Hanya saja, hasilnya belum muncul. Pihaknya pun belum mengetahui dari perusahaan mana, limbah tersebut muncul. “Karena ada banyak perusahaan,” tambahnya.

Di sisi lain, koordinator perusahaan di wilayah Wonokoyo Beji, Subagio mengungkapkan, pembentukan satgas bersih-bersih atau pemantau sungai Wrati merupakan hal yang positif. Karena hal tersebut bisa menjadi solusi yang baik untuk mengatasi persoalan di sungai Wrati.

“Kami rasa hal itu bagus. Karena selama ini, lima perusahaan sudah menjalankan dengan baik masalah penanganan limbah. Kalau kami bisa, tentunya perusahaan lain juga bisa kan,” pungkasnya. (one/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Upaya untuk menangani pencemaran sungai Wrati terus dilakukan. Tak hanya merumuskan kegiatan bersih-bersih DAS Wrati, juga dibentuk satgas DAS Wrati.

Keputusan itu dibuat dalam pertemuan membahas pencemaran sungai Wrati di Balai Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Pertemuan dihadiri warga, muspika, perwakilan perusahaan, perwakilan Pemkab Pasuruan, dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Vicky Ariyanto menegaskan, pencemaran sungai Wrati telah menyiksa warganya. Bukan hanya membuat sungai berbau busuk, tetapi juga membuat sumur-sumur warga tidak bisa lagi dipakai.

Bahkan, petani di sekitar DAS Wrati juga kesulitan mengairi sawah mereka. Sebab, pencemaran sungai Wrati juga membuat air untuk irigasi tercemar.

“Kami butuh air bersih. Pencemaran sungai Wrati juga berdampak terhadap kondisi air untuk irigasi. Kami butuh sumur bor untuk sawah,” sampainya.

Karena itu, Vicky berharap ada pemantau sungai Wrati. Sehingga, ketika ada pencemaran, pemantau bisa langsung melapor. Selanjutnya, ada tindakan tegas dari pemerintah yang berwenang terhadap perusahaan.

“Harus ada satgas sungai Wrati. Sehingga bisa menjadi pemantau atas pencemaran sungai setempat,” ungkap dia.

Kotornya Sungai Wrati yang kerap dikeluhkan warga. (Dok. Radar Bromo)

 

Aktivis lingkungan, Furqon memandang, pembentukan satgas sungai Wrati memang diperlukan. Sehingga, menjadi wadah dalam mengontrol kondisi sungai setempat.

“Tentunya juga harus ada sanksi tegas, jika masih ada pelanggaran yang dilakukan perusahaan. Baik itu sanksi sosial juga administratif,” desaknya.

Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Saad Muafi menguraikan, ada tiga tim yang harus direalisasikan berdasarkan pertemuan itu. Satu di antaranya, tim normalisasi untuk bersih-bersih sungai Wrati sepanjang kurang lebih 3,7 km.

Ke dua, tim kontroling atau satgas yang berfungsi untuk pemantauan sungai. “Dan satu lagi, tim terpadu yang merupakan bentukan dinas. Tim ini nantinya berasal dari instansi pemerintah, seperti DLH,” katanya.

Fungsinya, memberikan rekomendasi atau sanksi atas pelanggaran perusahaan pembuang limbah. Sebab, ada sekitar 60 perusahaan yang dilalui sungai dan anak Wrati.

Plt Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Indra Hernandi menyampaikan, pemantauan terhadap sungai Wrati tengah dilakukan instansinya. Bahkan, pengujian dari sungai setempat tengah dilakukan.

Hanya saja, hasilnya belum muncul. Pihaknya pun belum mengetahui dari perusahaan mana, limbah tersebut muncul. “Karena ada banyak perusahaan,” tambahnya.

Di sisi lain, koordinator perusahaan di wilayah Wonokoyo Beji, Subagio mengungkapkan, pembentukan satgas bersih-bersih atau pemantau sungai Wrati merupakan hal yang positif. Karena hal tersebut bisa menjadi solusi yang baik untuk mengatasi persoalan di sungai Wrati.

“Kami rasa hal itu bagus. Karena selama ini, lima perusahaan sudah menjalankan dengan baik masalah penanganan limbah. Kalau kami bisa, tentunya perusahaan lain juga bisa kan,” pungkasnya. (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/