Ini Jumlah Napi yang Dapat Remisi di Rutan Bangil-Lapas Pasuruan

SUJUD SYUKUR: Sodikin, salah satu hukuman Rutan Bangil. langsung sujud syukur bersama rekan-rekannya setelah mendapat remisi. Pemberian remisi itu diberikan secara simbolis di Pendapa Kabupaten Pasuruan. (Foto: Rutan Bangil for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Kado istimewa diberikan pada ratusan narapidana (napi) di Lapas dan Rutan yang ada di Pasuruan dan Probolinggo, Senin (17/8). Mereka mendapat remisi berupa pemotongan masa hukuman saat peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

Di Lapas IIB Pasuruan, napi yang mendapat remisi jumlahnya paling banyak dibandingkan di Rutan Bangil dan Rutan Kraksaan. Total ada 327 napi yang mendapatkan remisi, kemarin di Lapas IIB Pasuruan.

Mereka ini napi dari beragam kasus. Ada kasus narkotika, pelanggaran terhadap UU Kesehatan, curat, curas, penipuan, penggelapan, melanggar UU tentang Perlindungan Anak, perjudian, dan perkara lainnya.

“Kami mengajukan 332 napi untuk dapat remisi, sementara yang turun pada momen kemerdekaan ini ada 327 napi. Sisanya sebanyak lima napi belum turun dari Kemenkum HAM. Kami masih menunggu sisanya,” ungkap Kalapas IIB Pasuruan Wahyu Indarto.

Remisi yang diterima para napi, menurut Wahyu, beragam. Mulai satu hingga lima bulan. Khusus napi di Lapas Pasuruan, ada 76 napi yang mendapatkan remisi satu bulan, 96 napi mendapatkan remisi dua bulan, 107 napi mendapatkan remisi tiga bulan, 38 napi diberi remisi empat bulan, dan 10 napi diberi remisi lima bulan.

“Kami berharap remisi ini membuat para napi di Lapas Pasuruan dapat cepat kembali berkumpul dengan keluarga, diterima oleh masyarakat setempat, dan setelah bebas dapat menjadi orang yang lebih baik lagi,” sebut Wahyu.

Sementara itu, di Rutan Bangil ada 106 napi yang mendapat remisi. Mereka mendapat pemotongan masa hukuman bervariasi. Ada yang sebulan hingga lima bulan. Jumlah ini paling sedikit dibanding dengan Lapas IIB Pasuruan atau Rutan IIB Kraksaan.

“Ada 106 napi yang mendapat pemotongan masa hukuman. Untuk yang langsung bebas, tidak ada,” terang Kepala Rutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo.

Bowo –sapaannya- menjelaskan, ada 206 napi yang diusulkan untuk mendapatkan remisi. Namun, hanya 106 yang memenuhi persyaratan.

Syarat yang dimaksud, salah satunya telah menjalani masa hukuman minimal enam bulan. Berprilaku baik selama di Rutan dan beberapa persyaratan lainnya.

“Dari 106 yang memenuhi syarat itu, ada 105 yang SK remisinya turun. Sedangkan satu orang, masih dalam proses,” jelas Bowo –sapaannya-.

Mereka yang mendapatkan remisi ini adalah napi dari beberapa kasus. Mulai pencurian, penganiayaan, melanggar UU Kesehatan, dan berbagai kasus lainnya.

Meski begitu, tidak semuanya yang mendapatkan SK remisi itu berada di dalam hukuman. Hanya 85 orang yang menjalani masa hukuman di Rutan. Sedangkan 20 orang, tengah menjalani asimilasi di rumah masing-masing. (one/riz/fun)