alexametrics
28.3 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Penyelidikan Tetap Lanjut, Hasil Otopsi Jenazah Nuryakin Belum Keluar

TONGAS, Radar Bromo – Jenazah M. Nuryakin, 40, tersangka kasus pencurian sapi yang meninggal usai ditangkap polisi, akhirnya dikebumikan. Nuryakin dimakamkan pada Kamis (16/7) dini hari. Pihak keluarga menerima, bahkan pemakamannya dihadiri sejumlah petugas kepolisian serta berlangsung kondusif.

Hanya saja keluarga masih berharap agar Polda Jatim tetap memproses penyelidikan terhadap anggota Polsek Tongas. Keluarga ingin mengetahui, apakah terjadi dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Polsek Tongas.

Kapolsek Tongas Iptu Gendut Wijayanto, menerangkan bahwa petugas Polda jatim bersama dengan Polres Probolinggo Kota serta keluarga melakukan otopsi pada Rabu (15/7) sore. Usai dilakukan Otopsi, jenazah langsung dibawa pulang serta disemayamkan Kamis (16/7) dini hari.

SUDAH DIOTOPSI: Pemakaman Nuryakin yang dihadiri banyak orang. (Foto: Istimewa)

 

“Jadi pada Rabunya, kami berusaha memberikan pemahaman kepada pihak keluarga terkait dengan prosedur penangkapan. Alhamdulillah pihak keluarga menerimanya. Dengan demikian, sudah tidak ada lagi gejolak pada warga sekitar. Karena sama-sama memahami. Bahkan pada saat pemakaman dan juga siangnya kita dua kali ke rumah duka,” beber kapolek saat ditemui Jumat (17/7) siang.

 

Baca Juga: Siang Ditangkap, Petang Tewas, Warga Lurug Mapolsek Tongas

 

Perwira yang baru menjabat kapolsek Kamis (16/7) lalu tersebut menambahkan, untuk hasil otopsinya masih belum keluar. Jika nantinya keluar, itupun hasilnya langsung dikirim ke Polda Jatim. “Saat otopsi dilakukan juga disaksikan oleh pihak keluarga. Nah untuk hasilnya saya belum tahu. Selain masih belum keluar, sepertinya hasilnya langsung ke polda,” tambahnya.

Di sisi lain, Jawa Pos Radar Bromo juga berhasil menemui kerabat alharhum M Nuryakin. Diantaranya ada Zainal. Warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo tersebut, membenarkan jika pihak keluarga sudah berdamai atau tidak ada gejolak lagi dengan petugas yang ada di Polsek Tongas.

Hanya saja untuk proses penyelidikan yang telah dilaporkan ke Polda pada Rabu (15/7) tetap berlanjut. “Keluarga sudah menerima. Tapi untuk prosesnya (dugaan pelanggaran disiplin, Red) tetap berlanjut,” katanya.

Zainal menerangkan proses pemakaman dilakukan usai dilaukan otopsi. Jenazah tiba di rumah duka Kamis (16/7) sekitar pukul 01.00 dan selesai dimakamkan pukul 03.00. “Pada saat otopsi ada lima keluarga yang menyaksikanya. Almarhum dimakamkan di pemakaman sekitar di Dusun Pilang Kacer.

Terkait dengan hasilnya, pihak keluarga juga belum bilang. Mungkin masih belum keluar atau sudah ada kesepakatan dengan pihak Poldanya. Yang jelas meski sudah tidak ada lagi gejolak, keluarga tetap minta proses penyelidikan tetap berlangsung,” tandas Zainal.

Diberitakan sebelumnya, M Nuryakin, 40, warga Desa Tanjung Rejo, meninggal usai ditangkap petugas Polsek Tongas. Nuryakin ditangkap lantaran diduga ikut terlibat dalam kasus pencurian sapi. Namun Nuryakin yang dinyatakan meninggal malam harinya, membuat sejumlah keluarga curiga. Sehingga pada Rabu malam pihak keluarga dan juga kerabat Nuryakin, meluruk Mapolsek Tongas. Bahkan keluarga melapor ke Polda Jatim atas dugaan melanggar disiplin. (rpd/fun)

TONGAS, Radar Bromo – Jenazah M. Nuryakin, 40, tersangka kasus pencurian sapi yang meninggal usai ditangkap polisi, akhirnya dikebumikan. Nuryakin dimakamkan pada Kamis (16/7) dini hari. Pihak keluarga menerima, bahkan pemakamannya dihadiri sejumlah petugas kepolisian serta berlangsung kondusif.

Hanya saja keluarga masih berharap agar Polda Jatim tetap memproses penyelidikan terhadap anggota Polsek Tongas. Keluarga ingin mengetahui, apakah terjadi dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Polsek Tongas.

Kapolsek Tongas Iptu Gendut Wijayanto, menerangkan bahwa petugas Polda jatim bersama dengan Polres Probolinggo Kota serta keluarga melakukan otopsi pada Rabu (15/7) sore. Usai dilakukan Otopsi, jenazah langsung dibawa pulang serta disemayamkan Kamis (16/7) dini hari.

SUDAH DIOTOPSI: Pemakaman Nuryakin yang dihadiri banyak orang. (Foto: Istimewa)

 

“Jadi pada Rabunya, kami berusaha memberikan pemahaman kepada pihak keluarga terkait dengan prosedur penangkapan. Alhamdulillah pihak keluarga menerimanya. Dengan demikian, sudah tidak ada lagi gejolak pada warga sekitar. Karena sama-sama memahami. Bahkan pada saat pemakaman dan juga siangnya kita dua kali ke rumah duka,” beber kapolek saat ditemui Jumat (17/7) siang.

 

Baca Juga: Siang Ditangkap, Petang Tewas, Warga Lurug Mapolsek Tongas

 

Perwira yang baru menjabat kapolsek Kamis (16/7) lalu tersebut menambahkan, untuk hasil otopsinya masih belum keluar. Jika nantinya keluar, itupun hasilnya langsung dikirim ke Polda Jatim. “Saat otopsi dilakukan juga disaksikan oleh pihak keluarga. Nah untuk hasilnya saya belum tahu. Selain masih belum keluar, sepertinya hasilnya langsung ke polda,” tambahnya.

Di sisi lain, Jawa Pos Radar Bromo juga berhasil menemui kerabat alharhum M Nuryakin. Diantaranya ada Zainal. Warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo tersebut, membenarkan jika pihak keluarga sudah berdamai atau tidak ada gejolak lagi dengan petugas yang ada di Polsek Tongas.

Hanya saja untuk proses penyelidikan yang telah dilaporkan ke Polda pada Rabu (15/7) tetap berlanjut. “Keluarga sudah menerima. Tapi untuk prosesnya (dugaan pelanggaran disiplin, Red) tetap berlanjut,” katanya.

Zainal menerangkan proses pemakaman dilakukan usai dilaukan otopsi. Jenazah tiba di rumah duka Kamis (16/7) sekitar pukul 01.00 dan selesai dimakamkan pukul 03.00. “Pada saat otopsi ada lima keluarga yang menyaksikanya. Almarhum dimakamkan di pemakaman sekitar di Dusun Pilang Kacer.

Terkait dengan hasilnya, pihak keluarga juga belum bilang. Mungkin masih belum keluar atau sudah ada kesepakatan dengan pihak Poldanya. Yang jelas meski sudah tidak ada lagi gejolak, keluarga tetap minta proses penyelidikan tetap berlangsung,” tandas Zainal.

Diberitakan sebelumnya, M Nuryakin, 40, warga Desa Tanjung Rejo, meninggal usai ditangkap petugas Polsek Tongas. Nuryakin ditangkap lantaran diduga ikut terlibat dalam kasus pencurian sapi. Namun Nuryakin yang dinyatakan meninggal malam harinya, membuat sejumlah keluarga curiga. Sehingga pada Rabu malam pihak keluarga dan juga kerabat Nuryakin, meluruk Mapolsek Tongas. Bahkan keluarga melapor ke Polda Jatim atas dugaan melanggar disiplin. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/