alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Banyak Karyawan Dirumahkan-PHK, Penarikan JHT Naik Lipat Tiga

MAYANGAN, Radar Bromo – Maraknya kasus karyawan dirumahkan maupun pemutuan hubungan kerja (PHK) berdampak meningkatnya penarikan Jaminan Hari Tua (JHT) di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Peningkatannya mencapai 2-3 kali lipat jika dibandingkan saat situasi normal.

“Memang ada peningkatan penarikan JHT dibandingkan sebelum pandemi. Peningkatannya bisa 2-3 kali lipat yang menarik daripada saat kondisi normal,” ujar Rofiul Masyhudi, Kepala Kantor Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Probolinggo saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo Kamis lalu (16/7).

Pada situasi normal, penarikan JHT di kantor BPJS Tenaga kerja maksimal 30 orang dan itu tidak terjadi setiap hari. Namun saat ini hampir setiap hari yang mengambil JHT bisa puluhan orang.

“Paling ramai biasanya pada hari Senin, bisa sampai 60 orang. Itu hanya yang datang ke kantor saja, karena kami juga melayani via online dan tidak ada pembatasan,” ujarnya.

Rofiul menjelaskan bahwa besaran JHT di wilayah Probolinggo kisaran Rp 1,5 -3 juta per tahun. Besarannya berbeda-beda tergantung pada besaran upah yang dilaporkan.

“Biasanya patokan menggunakan acuan upah minimum regional (UMK). Jika pekerja menemukan bahwa patokan upah perhitungan JHT yang ditetapkan perusahaan tidak sesuai UMR, maka bisa dilaporkan ke kantor,” ujarnya.

Pria yang pernah berdinas di Tuban ini memastikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak membatasi proses penarikan JHT. Menurutnya JHT adalah hak bagi karyawan terutama yang telah mengalami PHK.

“Dalam 1 minggu penarikan JHT bisa sampai Rp 1,5 Miliar di wilayah Probolinggo. Tingginya pencairan ini karena banyak karyawan yang di PHK dan mereka mengambil haknya dari JHT itu,” ujarnya. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU