alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Pengukuhan 8 Warga Kehormatan Tengger Awali Kasada 2019

SUKAPURA – Seremonial perayaan hari raya Yadnya Kasada suku Tengger, dimulai dengan pengukuhan warga kehormatan suku Tengger. Rabu malam (17/7), delapan orang dikukuhkan oleh Romo Dukun Pandhita atau dukun yang dituakan, Sutomo.

Pengukuhan dilakukan di Pendapa Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 21.00, acara dimulai.

Namun, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak yang juga dikukuhkan, berhalangan hadir. Keduanya diwakili Sekda Provinsi Jawa Timur.

Selain mereka, lima orang lainnya yang dikukuhkan hadir. Yaitu, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto; Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal; Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo; Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Probolinggo Zulmi Noor Hasani; Kepala Pengadilan Negeri Kraksaan Gatot Ardian Agustriono, dan Kepala Disbudpar Jatim Sinarto.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian menjelaskan, dalam pra Kasada kali ini memang ada beberapa pejabat yang dikukuhkan menjadi warga kehormatan suku Tengger. “Mereka dikukuhkan di pendapa agung saat pra Kasada,” ungkap mantan Camat Sukapura ini.

Sesepuh Suku Tengger Bambang Suprapto menjelaskan, pemilihan nama yang dikukuhkan sebagai warga kehormatan suku Tengger merupakan usulan dari pemerintah daerah. Nama-nama itu, disodorkan kepada para tokoh suku Tengger. Setelah disetujui, baru mereka dikukuhkan.

“Jadi ada permintaan dari Pemkab Probolinggo. Kemudian kami setujui dan dikukuhkan bersama di pendapa agung Desa Ngadisari,” terangnya.

Dalam pengukuhan itu, para pejabat dibacakan mantra pengukuhan oleh dukun. Setelah mantra selesai dibacakan, para pejabat resmi menjadi warga kehormatan suku Tengger. Selain pengukuhan, seremonial Yadnya Kasada juga menampilkan tarian Roro Anteng dan Joko Seger. (sid/hn)

SUKAPURA – Seremonial perayaan hari raya Yadnya Kasada suku Tengger, dimulai dengan pengukuhan warga kehormatan suku Tengger. Rabu malam (17/7), delapan orang dikukuhkan oleh Romo Dukun Pandhita atau dukun yang dituakan, Sutomo.

Pengukuhan dilakukan di Pendapa Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 21.00, acara dimulai.

Namun, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak yang juga dikukuhkan, berhalangan hadir. Keduanya diwakili Sekda Provinsi Jawa Timur.

Selain mereka, lima orang lainnya yang dikukuhkan hadir. Yaitu, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto; Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal; Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo; Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Probolinggo Zulmi Noor Hasani; Kepala Pengadilan Negeri Kraksaan Gatot Ardian Agustriono, dan Kepala Disbudpar Jatim Sinarto.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian menjelaskan, dalam pra Kasada kali ini memang ada beberapa pejabat yang dikukuhkan menjadi warga kehormatan suku Tengger. “Mereka dikukuhkan di pendapa agung saat pra Kasada,” ungkap mantan Camat Sukapura ini.

Sesepuh Suku Tengger Bambang Suprapto menjelaskan, pemilihan nama yang dikukuhkan sebagai warga kehormatan suku Tengger merupakan usulan dari pemerintah daerah. Nama-nama itu, disodorkan kepada para tokoh suku Tengger. Setelah disetujui, baru mereka dikukuhkan.

“Jadi ada permintaan dari Pemkab Probolinggo. Kemudian kami setujui dan dikukuhkan bersama di pendapa agung Desa Ngadisari,” terangnya.

Dalam pengukuhan itu, para pejabat dibacakan mantra pengukuhan oleh dukun. Setelah mantra selesai dibacakan, para pejabat resmi menjadi warga kehormatan suku Tengger. Selain pengukuhan, seremonial Yadnya Kasada juga menampilkan tarian Roro Anteng dan Joko Seger. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/