alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Dewan Soroti Tagihan Jargas Bengkak, Minta Aktif Sosialisasi Pembayaran

PASURUAN, Radar Bromo – Pemakaian jaringan gas (jargas) di Kota Pasuruan menuai keluhan dari warga. Tidak sedikit warga yang kemudian wadul ke DPRD setempat karena kaget dengan tagihan yang tiba-tiba membengkak. Karena itu, DPRD meminta agar Perusahaan Gas Negara (PGN) segera menyosialisasikan mekanisme pembayaran tagihan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto menyebut, masyarakat banyak mengeluhkan tagihan jargas yang tiba-tiba membengkak. Salah satunya, warga di wilayah Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo. Pada Maret ini, tagihan jargas di rumah warga tersebut mencapai Rp 423 ribu. Padahal sebelumnya tidak sebanyak itu.

“Ini yang kemudian mendasari kami untuk melakukan hearing dengan PGN. Kami ingin agar masyarakat segera dapat kepastian mengenai pembayaran tagihan jargas,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari penjelasan PGN, pembayaran jargas diberi waktu mulai tanggal 6 hingga 20 setiap bulannya. Bila melebihi batas waktu tersebut, maka pengguna akan dikenakan denda sebesar Rp 6.000. Serta ditambah jaminan pembayaran atau deposit yang dibayar pada bulan berikutnya.

“Jadi bulan depan di samping harus bayar tagihan sendiri, juga harus membayar uang jaminan pembayaran atas keterlambatan bulan lalu,” ujar Ismu.

Hal itulah yang kemudian membuat tagihan jargas membengkak. Deposit yang dibayar nantinya bisa digunakan untuk menutupi tagihan pelanggan yang mungkin tidak dibayar di bulan berikutnya. Sebaliknya, jika pelanggan aktif membayar tagihan, maka deposit akan dikembalikan.

Ismu meminta agar PGN lebih aktif menyosialisasikan mekanisme pembayaran tersebut. Sebab, adanya sejumlah keluhan yang masuk, mengindikasikan belum semua pengguna paham terkait mekanisme pembayaran jargas.

PASURUAN, Radar Bromo – Pemakaian jaringan gas (jargas) di Kota Pasuruan menuai keluhan dari warga. Tidak sedikit warga yang kemudian wadul ke DPRD setempat karena kaget dengan tagihan yang tiba-tiba membengkak. Karena itu, DPRD meminta agar Perusahaan Gas Negara (PGN) segera menyosialisasikan mekanisme pembayaran tagihan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto menyebut, masyarakat banyak mengeluhkan tagihan jargas yang tiba-tiba membengkak. Salah satunya, warga di wilayah Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo. Pada Maret ini, tagihan jargas di rumah warga tersebut mencapai Rp 423 ribu. Padahal sebelumnya tidak sebanyak itu.

“Ini yang kemudian mendasari kami untuk melakukan hearing dengan PGN. Kami ingin agar masyarakat segera dapat kepastian mengenai pembayaran tagihan jargas,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari penjelasan PGN, pembayaran jargas diberi waktu mulai tanggal 6 hingga 20 setiap bulannya. Bila melebihi batas waktu tersebut, maka pengguna akan dikenakan denda sebesar Rp 6.000. Serta ditambah jaminan pembayaran atau deposit yang dibayar pada bulan berikutnya.

“Jadi bulan depan di samping harus bayar tagihan sendiri, juga harus membayar uang jaminan pembayaran atas keterlambatan bulan lalu,” ujar Ismu.

Hal itulah yang kemudian membuat tagihan jargas membengkak. Deposit yang dibayar nantinya bisa digunakan untuk menutupi tagihan pelanggan yang mungkin tidak dibayar di bulan berikutnya. Sebaliknya, jika pelanggan aktif membayar tagihan, maka deposit akan dikembalikan.

Ismu meminta agar PGN lebih aktif menyosialisasikan mekanisme pembayaran tersebut. Sebab, adanya sejumlah keluhan yang masuk, mengindikasikan belum semua pengguna paham terkait mekanisme pembayaran jargas.

MOST READ

BERITA TERBARU

/