Satpol PP Amankan Pelajar yang Ketahuan Keluyuran saat Sekolah Diliburkan

PUSPO, Radar Bromo – Kebijakan Pemkab Pasuruan untuk merumahkan kegiatan belajar, rupanya tidak ditaati sejumlah pelajar. Selasa (17/3) ditemukan sembilan pelajar yang keluyuran dan nongkrong di warung. Satpol PP pun menertibkan mereka agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Saiful Hadi, komandan regu Satpol PP Kabupaten Pasuruan wilayah selatan mengatakan, penertibkan pelajar ini merupakan operasi rutin keliling di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan. “Ternyata ditemukan pelajar yang main dan nongkrong. Padahal, seharusnya mereka belajar di rumah. Sehingga, langsung kami tanyai dan kemudian ditertibkan,” terangnya.

Saiful mengatakan, razia pelajar ini juga atas instruksi Pemkab Pasuruan. Dengan kebijakan belajar di rumah, diharapkan pelajar aman dan menekan penyebaran virus Covid-19. Namun, ternyata masih ada yang keluyuran secara bergerombol di warung di kawasan Puspo dan Tosari.

DISANKSI: Pelajar yang terjaring diminta push-up, sebagai efek jera. (Foto: Satpol PP for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Penertiban pelajar ini antara pukul 09.00 sampai 10.30 kemarin (17/3). Ada dua titik yaitu di Desa Puspo, Kecamatan Puspo dan perbatasan masuk di daerah Desa Baledono, Kecamatan Tosari. Total ada sembilan pelajar yang diamankan. Mereka adalah pelajar SMP dan SMK di Kota Pasuruan sampai Kabupaten Pasuruan.

“Setelah ditanyai alasan kenapa keluar rumah, katanya bosan di rumah saja sehingga janjian sama teman dan nongkrong. Karena seharusnya tidak boleh, sehingga mereka kita bawa ke kecamatan,” terangnya.

Kemarin setelah diamankan, juga diberikan pemahaman oleh Camat Puspo agar pelajar tetap belajar di rumah selama dua minggu ke depan. “Supaya tidak mengulangi lagi, mereka membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi dan sementara tidak perlu sampai dipanggil kasek atau orang tuanya dulu,” terangnya.

Bakti Jati Permana, kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan mengatakan, kebijakan belajar di rumah ini diharapkan juga ditaati oleh semua pelajar. “Ini karena juga faktor keamanan, sehingga harapannya pelajar tidak sampai keluyuran karena tujuannya juga untuk menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya. (eka/hn/fun)