alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Relokasi BLK Dialokasikan Rp 50 M, Bakal Dipindah ke Dekat TMP Kraksaan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berencana merelokasi gedung Balai Latihan Kerja (BLK). Pasalnya, gedung BLK yang terletak di pertigaan kantor Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, itu dirasakan kurang layak.

Tahun kemarin, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk menyiapkan lahannya. Anggaran sebesar itu ditujukan untuk pengurukan yang cukup dalam.

Namun, proses relokasi BLK itu dibutuhkan anggaran cukup besar untuk membangun gedungnya. Sehingga, Pemkab Probolinggo pun mengajukan ke pemerintah pusat sebesar Rp 50 miliar untuk pembangunan gedung BLK tersebut. Dengan harapan, melalui anggaran sumber APBN itu bisa segera merelokasi dan memiliki gedung BLK yang layak.

”Kami merencanakan untuk merelokasi gedung BLK. Karena gedung BLK yang ada dirasa kurang representatif dan tidak ada bangunan asrama atau mesnya,” kata Hudan, kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Probolinggo.

Hudan menambahkan, gedung BLK saat ini terletak dalam satu lahan dengan Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda). Gedung BLK itu dianggap kurang layak dan peralatannya pun sudah butuh peremajaan karena jadul. Sehingga, dibutuhkan peluasan gedung BLK dan memperbaharui peralatan kerja dalam BLK.

”Pemkab sudah menyiapkan lahan di wilayah Kelurahan Kandangjati Kulon atau dekat Taman Makam Pahlawan Kraksaan. Disitu, rencana gedung BLK akan direlokasi,” terangnya.

Hudan mengungkapkan, keterbatasan kemampuan APBD pemkab memilih untuk mengajukan ke pemerintah pusat. Bahkan, pengajuan itu sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019. Dimana, untuk pembangunan gedung BLK, peralatan praktik dan vokasi BLK dibutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar.

”Masih tahap pengajuan. Harapannya, tahun ini benar bisa dibangun gedung BLK dan dilengkapi peralatannya,” harapnya. (mas/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berencana merelokasi gedung Balai Latihan Kerja (BLK). Pasalnya, gedung BLK yang terletak di pertigaan kantor Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, itu dirasakan kurang layak.

Tahun kemarin, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk menyiapkan lahannya. Anggaran sebesar itu ditujukan untuk pengurukan yang cukup dalam.

Namun, proses relokasi BLK itu dibutuhkan anggaran cukup besar untuk membangun gedungnya. Sehingga, Pemkab Probolinggo pun mengajukan ke pemerintah pusat sebesar Rp 50 miliar untuk pembangunan gedung BLK tersebut. Dengan harapan, melalui anggaran sumber APBN itu bisa segera merelokasi dan memiliki gedung BLK yang layak.

”Kami merencanakan untuk merelokasi gedung BLK. Karena gedung BLK yang ada dirasa kurang representatif dan tidak ada bangunan asrama atau mesnya,” kata Hudan, kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Probolinggo.

Hudan menambahkan, gedung BLK saat ini terletak dalam satu lahan dengan Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda). Gedung BLK itu dianggap kurang layak dan peralatannya pun sudah butuh peremajaan karena jadul. Sehingga, dibutuhkan peluasan gedung BLK dan memperbaharui peralatan kerja dalam BLK.

”Pemkab sudah menyiapkan lahan di wilayah Kelurahan Kandangjati Kulon atau dekat Taman Makam Pahlawan Kraksaan. Disitu, rencana gedung BLK akan direlokasi,” terangnya.

Hudan mengungkapkan, keterbatasan kemampuan APBD pemkab memilih untuk mengajukan ke pemerintah pusat. Bahkan, pengajuan itu sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019. Dimana, untuk pembangunan gedung BLK, peralatan praktik dan vokasi BLK dibutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar.

”Masih tahap pengajuan. Harapannya, tahun ini benar bisa dibangun gedung BLK dan dilengkapi peralatannya,” harapnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/