Tuntutan Jaksa untuk Abdul Kadir Belum Siap, Sidang Ditunda

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus ijazah palsu dengan terdakwa Abdul Kadir, sejatinya memasuki agenda tuntutan, Kamis (16/1). Namun, karena pihak jaksa penuntut umum (JPU) belum siap dengan tuntutannya, maka sidang ditunda.

Kamis lalu terdakwa Abdul Kadir yang didampingi keluarganya, bahkan sudah siap di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Setelah itu ada pemberitahuan bahwa ada penundaan sidang.

Hosnan Taufiq, kuasa hukum terdakwa Abdul Kadir mengatakan, pihaknya tidak ada masalah dengan penundaan itu. Sebab, penundaan sidang merupakan hak dari majelis hakim. “Kami tidak apa-apa kalau ditunda. Karena itu memang hak dari majelis hakim,” ungkapnya. Sidang tersebut ditunda pekan depan dengan agenda yang sama.

Sementara itu, JPU Ardian Junaedi membenarkan jika pihaknya tidak siap atas tuntutan yang akan dijatuhkan kepada terdakwa. “Kasus ini kan bukan kasus sembarangan. Kasus ini adalah kasus yang menyedot perhatian publik. Karena itu harus berhati-hati,” tuturnya.

Pria asal Lumajang itu menjelaskan, untuk menuntut terdakwa yang bekerja sebagai DPRD Kabupaten Probolinggo itu, pihaknya harus koordinasi dengan Kejati. Sehingga, Kejati yang pegang kendali tuntutannya. (sid/fun)