Perkosa Kekasih di Pekarangan, Remaja asal Pasrepan Dibekuk

BANGIL, Radar Bromo – Rsl, 17, warga Rejosalam, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan kini harus melewati hari-harinya dari balik jeruji besi. Remaja itu ditangkap anggota Satreskrim Polres Pasuruan lantaran cerita asmaranya yang keblablasan.

Rsl nekat menyetubuhi kekasihnya, sebut saja Melati (nama samaran) yang masih berusia 14 tahun. Orang tua Melati yang mengetahui ulah tersangka, jelas tak menerimanya. Gara-gara itulah, orang tua korban akhirnya melapor ke polisi hingga membuat Rsl dipenjara.

Rsl ditangkap polisi di rumahnya, Selasa (7/1) siang. Penangkapan tersebut bermula dari ulah nakal tersangka yang berani menyetubuhi korban. Aksi tak patut itu dilakukan tersangka 5 Januari 2019 lalu.

Ketika itu, keduanya memang tengah janjian untuk ketemuan. Tersangka kemudian menjemput korban di wilayah Pohjentrek. Kebetulan, korban memang seorang anak pondokan.

“Mereka memang pacaran. Mereka kemudian janjian dan tersangka menjemput di depan sebuah SD yang ada di wilayah Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan,” kata Wakapolres Pasuruan Kompol Hendy Kurniawan.

Korban kemudian diajak tersangka ke sebuah pekarangan yang ada di wilayah Wonosalam, Desa Rejosalam, Kecamatan Pasrepan. Di sanalah tersangka kemudian melakukan aksi jahatnya.

Semula, korban memang tak mau menuruti keinginan tersangka. Namun, setelah dibujuk rayu, korban akhirnya menyanggupi keinginan tersangka. “Agar mau, korban diyakinkan akan dinikahi tersangka,” imbuh Hendy.

Rayuan itu cukup ampuh. Buktinya, korban terperdaya hingga mau menuruti keinginan pelaku. Usai melampiaskan hasratnya, tersangka kemudian mengantar pulang korban ke rumahnya.

Korban yang diselimuti dosa, akhirnya bercerita kepada orang tuanya. Dari cerita itulah, keluarga koban tidak terima. Mereka kemudian mengadukan tersangka ke polisi.

Berangkat dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, petugas kemudian menjemput tersangka di rumahnya. “Ada laporan dari pihak keluarga korban. Dari laporan itulah, kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Tersangka sendiri tak mengelak dengan apa yang dilakukannya. Lelaki yang tak tamat SD itu mengaku kalau hubungan yang dilakukannya adalah suka sama suka. “Saya mengajaknya dan akan menikahinya,” ungkap Rsl.

Gara-gara ulahnya itu, tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara. (one/mie)