Dispendik Bakal Kunjungi Sekolah yang Guru Honorernya Tersandung Kasus Setubuhi Siswa

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo ikut bersuara atas adanya insiden guru honorer menyetubuhi siswinya yang terjadi di Paiton. Dispendik sangat terpukul dan kecewa atas kejadian itu. Selain itu, pihak dinas akan segera memproses guru tersebut.

Hal itu diungkap Sri Agus Indariyati, kepala bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dispendik Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, ia sangat kecewa dengan ulah oknum guru yang tidak terpuji itu. Pasalnya, sebagai seorang pendidik, seharusnya ia turut menjaga keamanan dan kenyamanan siswanya. Tidak malah dia yang berulah membuat celaka siswa tersebut.

“Tentunya kami sangat kecewa. Dia telah mencoreng nama baik pendidikan,” katanya saat dikonfirmasi.

Perempuan yang akrab disapa Sri itu menjelaskan, semua guru yang ada di daerahnya sudah sering dilakukan pembinaan dan juga pengawasan oleh pengawas sekolah. Tetapi, dengan adanya kejadian itu, Sri tidak menyalahkan pengawas kurang optimal. Tetapi, ia lebih mengacu kepada pribadi yang bersangkutan. Sehingga, berani melakukan hal demikian di lingkungan sekolah.

“Ini hanya ulah oknum dan kejadian ini merupakan kejadian yang disebabkan oleh pribadi pelaku. Karena kami telah melakukan pembinaan dan juga pengawasan,” ungkapnya.

Dispendik juga telah menghubungi pihak sekolah. Tujuannya, untuk minta dibuatkan berita acara kronologi kejadian itu. Sehingga, pihak dinas mengetahui secara detail apa sebenarnya yang terjadi.

Rencananya, pihaknya Senin depan akan berkunjung ke sekolah. Selain guna meminta berita acara, juga memperjelas kejadian tersebut. Setelah itu, sebagaimana aturan yang berlaku, kasus guru honorer menyetubuhi siswinya itu akan dinaikkan kepada Inspektorat dan juga Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Tentunya itu untuk memberikan sanksi terhadap pelaku.

“Ini pasti kami tidak karena ini kan asusila. Karena itu nanti kami naikan ke Inspektorat dan BKD,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ay, 35, seorang guru honorer di SDN Kecamatan Paiton tega menggagahi siswinya sendiri yakni Z yang masih berusia 13 tahun. Korban disetubuhi oleh AY sudah sebanyak empat kali. Parahnya, perbuatan mesum itu dilakukan di ruang kelas saat jam istirahat. (sid/fun)