BBPJN VIII: Jembatan Manarul Segera Perbaiki, Baja Penyanggah yang Patah akan Dilas

BANGIL, Radar Bromo – Jembatan Manarul atau jembatan Kedunglarangan yang baja penyanggahnya patah, bakal segera diperbaiki. Diperkirakan, perbaikan jembatan di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, itu memakan waktu 2-3 hari.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Akhmad Subki mengungkapkan, perbaikan jembatan Manarul itu dilakukan dengan mengelas baja penyanggah yang patah. Pengelasan tersebut membutuhkan waktu, lantaran harus mendatangkan alat berat.

Alat berat itu dipakai untuk mengangkat baja penyanggah yang patah. Lantas, baja penyanggah itu diposisikan seperti semula. “Hari ini (kemarin, Red.) akan kami perbaiki,” kata Subki.

Ia mengaku belum bisa memastikan penyebab patahnya baja penyanggah jembatan. Namun, dugaan awal bisa dikarenakan repetisi beban. Maklum, jembatan Manarul itu banyak dilewati kendaraan besar.

Di sana, repetisi kendaraan besar yang melintas cukup tinggi. Kendaraan besar dengan beban berat itulah yang akhirnya diduga menjadi penyebab patahnya baja penyanggah jembatan.

“Kami belum identifikasi. Namun, dugaan awal karena repetisi beban kendaraan yang melintas,” sampainya.

RICEK: Tim dari BBPJN VIII saat melakukan pengecekan terhadap Jembatan Manarul atau Kedunglarangan yang rusak. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Terlebih lagi, jembatan tersebut cukup lama dibangun. Yakni, di kisaran tahun 1989. Selama itu pula kondisi serupa tidak pernah terjadi.

“Kami selalu melakukan pemelihaan rutin setiap tahunnya. Seperti kerusakan aspal yang kemudian ditambal. Jadi kalau ada masalah, tentunya akan bisa cepat diketahui. Kalau baja penyanggah patah, ini baru terjadi,” tuturnya.

Subki melanjutkan, perbaikan jembatan tersebut tak akan memakan waktu seminggu. Paling tidak, dua atau tiga hari ke depan sudah rampung ditangani.

Perbaikan sendiri harus cepat dilakukan. Sebab, jembatan tersebut merupakan jalur utama Surabaya-Banyuwangi. Jika dibiarkan, rentan menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Khususnya, ketika dilewati kendaraan-kendaraan besar seperti biasanya.

“Akan kami segera perbaiki. Supaya, kembali bisa dilewati,” pungkasnya.

Sementara itu, Kanitlantas Polsek Bangil Iptu Yudi menyebut, arus kendaraan dialihkan sejak kemarin malam (16/1). Tepatnya sejak baja penyangga jembatan diketahui patah.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Seperti jembatan ambrol lantaran dilewati kendaraan berat.

Pengalihan arus tersebut, berlaku untuk kendaraan besar. Seperti bus, truk, ataupun trailer. Sementara untuk roda dua dan kendaraan pribadi, masih diperkenankan melintas.

“Pengalihan arus dilakukan ke jalan tol. Melalui pintu masuk PIER,” tandasnya. (one/hn/fun)