alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Sepanjang Januari hingga Pertengahan Desember, 373 Istri di Kota Probolinggo Ajukan Cerai

KADEMANGAN, Radar Bromo- Jumlah pasangan suami-istri warga Kota Probolinggo yang bercerai ternyata cukup tinggi. Selama setahun ini, sampai Senin (16/12) tercatat ada permohonan perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo. Dari jumlah itu, 548 perkara sudah diputus.

Wakil Panitera PA Probolinggo Siti Nurul Qomariyah mengatakan, angka perceraian yang terdaftar masih tinggi. Dari ratusan perkara itu, paling banyak diajukan pihak istri atau cerai gugat. Mencapai 373 perkara. Selebihnya, berupa cerai talak.

“Kalau dirata-rata memang masih masuk kategori tinggi. Permohonan paling tinggi masih ada pada bulan Januari, ada 87 permohonan dan pada Juli ada 74 permohonan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan mereka bercerai. Masalah ekonomi, adanya perselisihan yang tidak memiliki titik temu, dan perselingkuhan menjadi alasan yang sering digunakan dalam mengajukan permohonan cerai. “Kebanyakan alasan ekonomi yang jadi penyebab cerai, sehingga salah satu pihak, baik suami atau istri sudah merasa tidak ada kecocokan,” ujarnya.

Sejatinya, kata Nurul, perceraian bisa diantisipasi ketika kedua belah pihak, baik suami ataupun istri saling memahami. Sebelum permohonan cerai disidangkan, ada baiknya pertemuan antara kedua belah pihak dilakukan untuk mendapatkan jalan keluar atau titik temu dari sebuah pemasalahan.

“Mayoritas pasangan yang bercerai antara usia 25-45 tahun. Ini sangat disayangkan. Apalagi dari pernikahan telah dianugerahi anak,” ujarnya.

Perceraian yang terjadi pada keluarga yang sudah memiliki anak, akan berpengaruh pada perkembangan psikologis anak. Yang seharusnya anak memperoleh kasih sayang kedua orang tuanya, namun hanya mendapat kasih sayang dari salah satu pihak.

“Sering memang anak menjadi korban dari perceraian. Kondisi psikologis juga terganggu jika tumbuh kembangnya tidak didampingi orang tua kandung. Ada baiknya permohonan cerai dipikirkan matang-matang, apabila sudah memiliki anak,” ujarnya. (ar/fun)

KADEMANGAN, Radar Bromo- Jumlah pasangan suami-istri warga Kota Probolinggo yang bercerai ternyata cukup tinggi. Selama setahun ini, sampai Senin (16/12) tercatat ada permohonan perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo. Dari jumlah itu, 548 perkara sudah diputus.

Wakil Panitera PA Probolinggo Siti Nurul Qomariyah mengatakan, angka perceraian yang terdaftar masih tinggi. Dari ratusan perkara itu, paling banyak diajukan pihak istri atau cerai gugat. Mencapai 373 perkara. Selebihnya, berupa cerai talak.

“Kalau dirata-rata memang masih masuk kategori tinggi. Permohonan paling tinggi masih ada pada bulan Januari, ada 87 permohonan dan pada Juli ada 74 permohonan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan mereka bercerai. Masalah ekonomi, adanya perselisihan yang tidak memiliki titik temu, dan perselingkuhan menjadi alasan yang sering digunakan dalam mengajukan permohonan cerai. “Kebanyakan alasan ekonomi yang jadi penyebab cerai, sehingga salah satu pihak, baik suami atau istri sudah merasa tidak ada kecocokan,” ujarnya.

Sejatinya, kata Nurul, perceraian bisa diantisipasi ketika kedua belah pihak, baik suami ataupun istri saling memahami. Sebelum permohonan cerai disidangkan, ada baiknya pertemuan antara kedua belah pihak dilakukan untuk mendapatkan jalan keluar atau titik temu dari sebuah pemasalahan.

“Mayoritas pasangan yang bercerai antara usia 25-45 tahun. Ini sangat disayangkan. Apalagi dari pernikahan telah dianugerahi anak,” ujarnya.

Perceraian yang terjadi pada keluarga yang sudah memiliki anak, akan berpengaruh pada perkembangan psikologis anak. Yang seharusnya anak memperoleh kasih sayang kedua orang tuanya, namun hanya mendapat kasih sayang dari salah satu pihak.

“Sering memang anak menjadi korban dari perceraian. Kondisi psikologis juga terganggu jika tumbuh kembangnya tidak didampingi orang tua kandung. Ada baiknya permohonan cerai dipikirkan matang-matang, apabila sudah memiliki anak,” ujarnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/