Ketua LSM Format Dijadikan Tersangka Gara-gara Ucapan ke Istri Bupati

GALI KETERANGAN: Ismail Makki saat menunggu diperiksa penyidik Polres Pasuruan sebagai saksi, beberapa waktu lalu. Seiring penyidikan, dia kemudian dijadikan tersangka atas dugaan pencemaran nama baik. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Masyarakat Timur (Format) Ismail Makki ditetapkan sebagai tersangka. Makki –sapaannya- dijadikan tersangka atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukannya terhadap istri Bupati Pasuruan, Lulis Ratnawati.

Penetapan tersangka terhadap lelaki yang sempat nyaleg dan nyalon kepala desa itu disampaikan Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda. Menurut Adrian, Makki ditetapkan sebagai tersangka sejak Sabtu (14/12). Penetapannya sebagai tersangka, setelah pihak kepolisian sudah memiliki cukup alat bukti. Selain alat bukti berupa keterangan saksi, ada pula bukti rekaman pembicaraan yang bersangkutan.

“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka pekan lalu. Kalau tidak hari Jumat, kami menetapkannya sebagai tersangka Sabtu. Kami sudah memiliki cukup bukti,” kata Adrian.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga sudah meminta keterangan dari korban atas nama Lulis. Bahkan, pemeriksaan terhadap tersangka juga segera dilakukan.

“Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Bahkan, untuk korban juga sudah kami hadirkan untuk dimintai keterangannya. Sedangkan tersangka, dalam minggu-minggu ini kami akan panggil untuk pemeriksaan sebagai tersangka,” sampainya.

Adrian menegaskan, penetapan tersangka memang sudah dilakukan. Namun untuk penahanan, belum dilakukan karena ancaman hukuman atas kasus 310 KUHP yang menjerat tersangka, di bawah lima tahun.

“Untuk penahanan tidak kami lakukan. Karena ancamannya, di bawah lima tahun,” urainya.

Seperti yang diketahui, Ismail Makki dilaporkan tim kuasa hukum Bupati Pasuruan, Suryono Pane atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Makki diduga melakukan pencemaran nama baik setelah ocehannya dalam sebuah surat kabar yang menyebutkan adanya aliran dana Dispora yang mengalir ke istri Bupati Pasuruan, Lulis.

Akibat kejadian tersebut, pihak keluarga Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf merasa dirugikan. Bahkan, atas ocehannya di media surat kabar itu, membuat Lulis sempat sakit. Atas hal itulah, Suryono Pane mengadukan ke polisi. Supaya, Makki diproses secara hukum.

Laporan itu dilayangkan, lantaran pihak yang bersangkutan tak kunjung minta maaf hingga batas toleransi.

Di sisi lain, Ismail Makki mengaku, bakal menjalani proses hukum yang berlaku. Meski sebenarnya, ia mengakui masih berharap adanya mediasi. “Kami akan menghormati proses hukum yang ada. Kami juga akan berusaha untuk melakukan mediasi atas persoalan ini,” pungkasnya. (one/fun)