alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Begini Suasana Belasan Pasutri saat Ikut Isbat Nikah

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Sejumlah 60 pasangan suami istri (pasutri) warga Kota Probolinggo mendaftarkan diri untuk mendapatkan isbat nikah yang difasilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Probolinggo. Namun, dari jumlah itu hanya 18 pasutri yang memenuhi syarat dan dinyatakan berhak mendapatkan isbat nikah.

Senin (16/12), 18 pasangan itu mengikuti pelaksanaan isbat nikah di Aula Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

“Total yang mendaftar isbat nikah ada 60 pasangan. Tapi, tidak serta-merta pasangan ini bisa lolos semua. Ada tahapan pemeriksaan persyaratan oleh Pengadilan Agama,” ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Kota Probolinggo Noor Aly.

Ia mengatakan, isbat nikah dilakukan terhadap warga yang menikah secara siri dan ingin disahkan oleh hukum negara. Menikah secara siri tidak mendapat buku nikah sebagai bukti sah secara hukum negara. “Setelah isbat nikah dilakukan, mereka bisa mendapat buku nikah,” ujarnya.

Selain bagi pasutri siri, isbat nikah juga dilakukan bagi pasutri yang kehilangan buku nikah. Namun, harus didahului dengan melihat catatan di kantor urusan agama (KUA). “Harus dicek dulu di KUA, apakah betul pernikahannya sudah dicatatkan. Kalau memang sudah tercatat di KUA, tinggal dilakukan isbat nikah,” ujarnya.

Salah satu pasutri yang melakukan isbat nikah adalah pasangan Solihin,54 dan Siti Aisah, 48, warga Pohsangit Kidul. Mereka mengikuti isbat nikah karena surat nikahnya hilang. “Kami sudah menikah lebih dari 20 tahun dan tercatat resmi. Cuma karena buku nikahnya hilang, kami ikut isbat nikah,” ujarnya.

Staf Ahli Pemkot Probolinggo Paeni Efendi memastikan tidak semua pendaftar lolos dan bisa melakukan isbat nikah. “Karena dari pengadilan agama ada penulusuran terhadap persyaratan isbat nikah dan ada yang tidak memenuhi syarat. Seperti syarat untuk wali nikah yang seharusnya keluarga atau yang mewakili keluarga, ternyata bukan. Sehingga, akhirnya gugur persyaratannya. Ada juga yang mengajukan isbat nikah, ternyata istrinya masih sah istri orang lain,” ujarnya. (put/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Sejumlah 60 pasangan suami istri (pasutri) warga Kota Probolinggo mendaftarkan diri untuk mendapatkan isbat nikah yang difasilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Probolinggo. Namun, dari jumlah itu hanya 18 pasutri yang memenuhi syarat dan dinyatakan berhak mendapatkan isbat nikah.

Senin (16/12), 18 pasangan itu mengikuti pelaksanaan isbat nikah di Aula Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

“Total yang mendaftar isbat nikah ada 60 pasangan. Tapi, tidak serta-merta pasangan ini bisa lolos semua. Ada tahapan pemeriksaan persyaratan oleh Pengadilan Agama,” ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Kota Probolinggo Noor Aly.

Ia mengatakan, isbat nikah dilakukan terhadap warga yang menikah secara siri dan ingin disahkan oleh hukum negara. Menikah secara siri tidak mendapat buku nikah sebagai bukti sah secara hukum negara. “Setelah isbat nikah dilakukan, mereka bisa mendapat buku nikah,” ujarnya.

Selain bagi pasutri siri, isbat nikah juga dilakukan bagi pasutri yang kehilangan buku nikah. Namun, harus didahului dengan melihat catatan di kantor urusan agama (KUA). “Harus dicek dulu di KUA, apakah betul pernikahannya sudah dicatatkan. Kalau memang sudah tercatat di KUA, tinggal dilakukan isbat nikah,” ujarnya.

Salah satu pasutri yang melakukan isbat nikah adalah pasangan Solihin,54 dan Siti Aisah, 48, warga Pohsangit Kidul. Mereka mengikuti isbat nikah karena surat nikahnya hilang. “Kami sudah menikah lebih dari 20 tahun dan tercatat resmi. Cuma karena buku nikahnya hilang, kami ikut isbat nikah,” ujarnya.

Staf Ahli Pemkot Probolinggo Paeni Efendi memastikan tidak semua pendaftar lolos dan bisa melakukan isbat nikah. “Karena dari pengadilan agama ada penulusuran terhadap persyaratan isbat nikah dan ada yang tidak memenuhi syarat. Seperti syarat untuk wali nikah yang seharusnya keluarga atau yang mewakili keluarga, ternyata bukan. Sehingga, akhirnya gugur persyaratannya. Ada juga yang mengajukan isbat nikah, ternyata istrinya masih sah istri orang lain,” ujarnya. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/