alexametrics
27 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Banyak Peninggalan Sejarah, Goa Jepang di Watukosek Bakal Diekskavasi

GEMPOL, Radar Bromo – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengalihkan anggaran ekskavasi atau penggalian situs bersejarah. Anggaran itu dialihkan ke Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol.

Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono menjelaskan, pihaknya sebelumnya merencanakan ekskavasi di Desa Dhompo, Kecamatan Kraton. Di sana ditemukan bata kuno di sebuah lahan.

Sayangnya, sampai bulan Oktober belum ada kesepakatan dengan pemilik lahan. Karena itu, ekskavasi lantas dialihkan ke tempat lain.

“Karena lokasi tersebut merupakan penemuan baru, jadi sampai saat ini memang belum ada kesepakatan dengan pemilik lahan. Akhirnya anggaran ekskavasi kami alihkan ke tempat lain,” terangnya.

Disparbud kemudian mengalihkan kegiatan ekskavasi di Goa Jepang Gempol. Menurutnya, di Goa Jepang ada cukup banyak peninggalan bersejarah. Ada benda kuno seperti arca, sisa guci dan sebagainya yang terkubur di sana.

PERLU DIGALI: Di dalam goa ini ada benda kuno seperti arca, sisa guci dan sebagainya yang terkubur di sana. (Foto: Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Kegiatan ekskavasi sudah pernah dilakukan tahun 2018 di tempat itu. Saat itu ekskavasi dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Dan memang banyak peninggalan bersejarah yang terkubur di sekitar Goa Jepang.

“Sehingga tahun ini rencana kami lakukan ekskavasi lagi di sana. Lokasinya di area depan atau sekitar Goa Jepang,” terangnya.

Anggaran yang dialokasikan untuk ekskavasi ini sekitar Rp 29 juta. Rencananya, kegiatan penggalian dilakukan kurang lebih hanya 10 hari.

Untuk penggalian di lokasi tersebut, Disparbud juga akan berkomunikasi dengan Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. “Targetnya penggalian sudah bisa dilakukan terakhir bulan Desember. Saat ini masih menunggu nota dinas untuk kegiatan tersebut,” ujarnya. (eka/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sopirnya Diduga Ngantuk, Mobil Xenia Tabrak Pohon–Pagar Sekolah

Mobil tiba-tiba mengarah ke kiri, hingga kemudian menabrak dua pohon palm dan mangga. Selanjutnya menabrak pagar sekolah, hingga laju kendaraan seketika itu langsung berhenti.

Debat Publik Perdana Pilwali Pasuruan Usung Tema Kesejahteraan

Dua pasangan calon yang berebut dukungan rakyat Kota Pasuruan berdebat dalam 6 segmen. Total durasi seluruh acara selama 120 menit.

Dua Pohon Tumbang Timpa Motor-Macetkan Jalan di Pasuruan

Pohon tumbang usai diterjang angin kencang.

Salip Kiri, Warga Rembang Tewas Terlindas Truk Gandeng di Rejoso

Korban meregang nyawa saat hendak berangkat kerja.

Dana Kebencanaan Kota Pasuruan Sudah Terserap 70 Persen

Dana kebencanaan yang dimiliki oleh Pemkot Pasuruan tahun ini diyakini mencukupi.