alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Lima Rumah Terbakar di Bulujaran Lor Tegalsiwalan, Dua Ludes

TEGALSIWALAN, Radar Bromo Nahas menimpa keluarga Suparmi, 37 dan Niri, 71, warga Dusun Sabtuan, Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Kamis (17/10), rumah mereka rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Rumah mereka tidak dapat diselamatkan setelah api menyambar dengan hebat. Struktur bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu memudahkan api berkobar, sehingga menghanguskan seluruh bangunan.

Kasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Kabupaten Probolinggo Suud mengatakan, kebakaran ini tejadi sekitar pukul 13.00. “Kami mendapat laporan kebakaran, kemudian pemadam kebakaran wilayah barat melakukan koordinasi dengan pemadam kebakaran wilayah timur karena infonya besar dan berada di perumahan padat penduduk,” ujarnya.

Setelah petugas pemadam kebakaran mendapat laporan dari warga Desa Bulujaran Lor, dua mobil pemadam kebakaran dari wilayah barat dan timur langsung menuju ke lokasi kejadian. Truk pemadam kebakaran sempat kesulitan ketika akan masuk ke lokasi kebakaran. Sebab, ruas jalan menuju lokasi dipasang portal. “Dua mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk, akhirnya portal itu dibongkar agar bisa masuk dan segera dilakukan proses pemadaman,” jelasnya.

Kebakaran terjadi di rumah Suparmi dan Niri yang merupakan ibu dan anak. Api cepat berkobar dan menghanguskan bangunan yang berupa kayu dan bambu. Besarnya api merembet ke tiga rumah lainnya. Yakni, rumah milik Dulmisdin, Jamhar, dan Asno.

Rumah Dulmisdin terbakar di dapur dan ruang tamu. Api juga melalap dapur rumah milik Jamhar dan atap rumah Asno. Sepuluh petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api dengan menyiram beberapa titik api. Proses pemadaman dilakukan secara gotong-royong dibantu warga sekitar. “Dua rumah berukuran sekitar 5 x 6 meter itu berkonstruksi kayu, bambu, serta berdinding anyaman bambu yang mudah terbakar. Keduanya berdekatan,” ujar Suud.

Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Namun, petugas damkar masih melakukan pendingan selama 30 menit. Suud mengatakan, pendinginan dilakukan agar bara api yang masih ada bisa benar-benar padam. Sekitar pukul 14.30, api sudah benar-benar padam. “Penyebab terjadinya kebakaran masih belum pasti. Namun, dugaan kuat karena korsleting listrik,” ujarnya. (ar/rud)

TEGALSIWALAN, Radar Bromo Nahas menimpa keluarga Suparmi, 37 dan Niri, 71, warga Dusun Sabtuan, Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Kamis (17/10), rumah mereka rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Rumah mereka tidak dapat diselamatkan setelah api menyambar dengan hebat. Struktur bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu memudahkan api berkobar, sehingga menghanguskan seluruh bangunan.

Kasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Kabupaten Probolinggo Suud mengatakan, kebakaran ini tejadi sekitar pukul 13.00. “Kami mendapat laporan kebakaran, kemudian pemadam kebakaran wilayah barat melakukan koordinasi dengan pemadam kebakaran wilayah timur karena infonya besar dan berada di perumahan padat penduduk,” ujarnya.

Setelah petugas pemadam kebakaran mendapat laporan dari warga Desa Bulujaran Lor, dua mobil pemadam kebakaran dari wilayah barat dan timur langsung menuju ke lokasi kejadian. Truk pemadam kebakaran sempat kesulitan ketika akan masuk ke lokasi kebakaran. Sebab, ruas jalan menuju lokasi dipasang portal. “Dua mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk, akhirnya portal itu dibongkar agar bisa masuk dan segera dilakukan proses pemadaman,” jelasnya.

Kebakaran terjadi di rumah Suparmi dan Niri yang merupakan ibu dan anak. Api cepat berkobar dan menghanguskan bangunan yang berupa kayu dan bambu. Besarnya api merembet ke tiga rumah lainnya. Yakni, rumah milik Dulmisdin, Jamhar, dan Asno.

Rumah Dulmisdin terbakar di dapur dan ruang tamu. Api juga melalap dapur rumah milik Jamhar dan atap rumah Asno. Sepuluh petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api dengan menyiram beberapa titik api. Proses pemadaman dilakukan secara gotong-royong dibantu warga sekitar. “Dua rumah berukuran sekitar 5 x 6 meter itu berkonstruksi kayu, bambu, serta berdinding anyaman bambu yang mudah terbakar. Keduanya berdekatan,” ujar Suud.

Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Namun, petugas damkar masih melakukan pendingan selama 30 menit. Suud mengatakan, pendinginan dilakukan agar bara api yang masih ada bisa benar-benar padam. Sekitar pukul 14.30, api sudah benar-benar padam. “Penyebab terjadinya kebakaran masih belum pasti. Namun, dugaan kuat karena korsleting listrik,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/