alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Banyak Petani di Kab Probolinggo Lebihi Takaran saat Gunakan Pupuk

DRINGU, Radar Bromo- Petani di Kabupaten Probolinggo ternyata masih yang menggunakan pupuk melebihi takaran. Akibatnya, kadar keasaman tanah meningkat, sehingga hasil panennya menurun.

Karenanya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo mengecek kandungan tanah. Hasilnya, bulan depan potensi pertaniannya akan dipetakan. Agar produktivitas hasil pertanian terjaga.

Kabid Sarana dan Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Malang telah mengambil sampel tanah untuk dianalisis.

“Dari pengamatan kami, masih banyak petani yang melakukan pemupukan tanaman melebihi takaran. Jadi, kami analisis kandungan tanah di dalamnya untuk mengetahui kadar keasamannya dan kandungan unsur haranya. Agar bisa dipetakan lahan pertanian sesuai kandungan di dalam tanah,” ujarnya.

Menurutnya, sampel tanah yang dianalisis tersebar di 10 kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Dringu, Banyuanyar, Sukapura, Wonomerto, Gading, Pajarakan, Krucil, Besuk, Krejengan, dan Paiton. Pihaknya juga  mengecek peruntukan lahan.

“Kami juga mengcek lahan apakah lahan pertanian itu masih berfungsi sebagai lahan produktif atau sudah beralih fungsi, seperti kavelingan atau perumahan,” ujarnya.

Menurut Bambang, tujuan jangka panjang yang ingin dicapai, untuk mengantisipasi agar hasil pertanian yang sering langka dapat diatasi sedini mungkin. “Setelah diketahui hasilnya, kami bisa mengetahui mana lahan yang potensi ditanami padi, jagung, atau cabai yang sempat mahal. Dengan hasil analisis dan pemetaan nanti, kami bisa susun kebijakan dan lakukan tindakan,” ujarnya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo- Petani di Kabupaten Probolinggo ternyata masih yang menggunakan pupuk melebihi takaran. Akibatnya, kadar keasaman tanah meningkat, sehingga hasil panennya menurun.

Karenanya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo mengecek kandungan tanah. Hasilnya, bulan depan potensi pertaniannya akan dipetakan. Agar produktivitas hasil pertanian terjaga.

Kabid Sarana dan Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Malang telah mengambil sampel tanah untuk dianalisis.

“Dari pengamatan kami, masih banyak petani yang melakukan pemupukan tanaman melebihi takaran. Jadi, kami analisis kandungan tanah di dalamnya untuk mengetahui kadar keasamannya dan kandungan unsur haranya. Agar bisa dipetakan lahan pertanian sesuai kandungan di dalam tanah,” ujarnya.

Menurutnya, sampel tanah yang dianalisis tersebar di 10 kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Dringu, Banyuanyar, Sukapura, Wonomerto, Gading, Pajarakan, Krucil, Besuk, Krejengan, dan Paiton. Pihaknya juga  mengecek peruntukan lahan.

“Kami juga mengcek lahan apakah lahan pertanian itu masih berfungsi sebagai lahan produktif atau sudah beralih fungsi, seperti kavelingan atau perumahan,” ujarnya.

Menurut Bambang, tujuan jangka panjang yang ingin dicapai, untuk mengantisipasi agar hasil pertanian yang sering langka dapat diatasi sedini mungkin. “Setelah diketahui hasilnya, kami bisa mengetahui mana lahan yang potensi ditanami padi, jagung, atau cabai yang sempat mahal. Dengan hasil analisis dan pemetaan nanti, kami bisa susun kebijakan dan lakukan tindakan,” ujarnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/