alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Ulum Dikukuhkan Jadi Guru Besar Baru UMM

SEKARANG kita hidup di era perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satu pun armada taksi (Uber, Grab, Gojek). Kita hidup pada era perusahaan ritel terbesar tidak memiliki satupun toko maupun gudang (Amazon, Tokopedia, Sophie, dll.). Mereka inilah yang disebut start-up. Start-up bukanlah usaha kecil. Ini adalah usaha baru, baru dimulai.

Pada akhir 2019, valuasi aset Gojek mencapai USD 10 miliar atau setara Rp 142 triliun. Angka ini berarti 14 kali dari valuasi aset Garuda Indonesia yang “hanya” Rp 11,07 triliun. Valuasi aset Tokopedia (berumur 10 tahun) mencapai USD 7 miliar setara Rp 98 triliun, 15 kali dari valuasi aset Ramayana (berusia 40 tahun) yang “hanya” sekitar Rp 5 triliun.

“Aset terpenting yang mereka miliki intangible assets, aset takberwujud. Aset ini berbeda dengan aset yang dimiliki Garuda misalnya, yang lebih dominan tangible assets. Intangible assets bentuknya seperti brand, skill, inovasi, dan keterampilan. Aset-aset takberwujud ini tidak dapat dilaporkan dalam laporan keuangan, karena tidak memenuhi kriteria sebagai aset,” jelas Prof. Dr. Ihyaul Ulum, S.E., M.Si., Ak., CA.

Pada perusahaan konvensional, kata Ulum, karena tidak dilaporkan, sering aset-aset takberwujud ini diabaikan dan tidak dikelola dengan baik. Sementara, perusahaan start-up justru aset inilah yang dibentuk, dimunculkan, dikelola, dan dihargai sangat tinggi.

Di sejumlah negara Eropa, selain harus menyusun laporan keuangan, perusahaan publik harus juga menyajikan laporan tentang pengelolaan aset takberwujud mereka. Bahkan, universitas dan organisasi-organisasi nonprofit belakangan juga mulai rajin mengungkapkan pengelolaan aset takberwujud yang mereka miliki. Intangible assets ini biasa juga disebut dengan istilah intellectual capital (IC) atau modal intelektual.

GURU BESAR: Prof. Dr. Ihyaul Ulum, S.E., M.Si., Ak., CA. yang dikukuhkan jadi guru besar bidang Akuntansi.

“IC adalah aset takberwujud. IC dapat berbentuk kepercayaan pelanggan, brand image, pengendalian distribusi, budaya organisasi, keterampilan manajemen, dan sebagainya,” ujar Ulum menerangkan tentang latar belakang dirinya selama 14 tahun terakhir menggeluti model pengukuran kinerja IC.

Berkat menggeluti IC ini, Kamis (17/9), ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Bidang Akuntansi. Pengukuhan dilakukan di depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) I UMM.

Pengukuhan profesor kali ini sengaja digelar di ruang terbuka agar sirkulasi udara jauh lebih bagus. Menyesuaikan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Jumlah undangan juga terbatas, maksimal hanya 50 orang. Jumlah ini sudah termasuk keluarga guru besar, jajaran senat dan rektorat, serta para guru besar.

“Selama beberapa tahun terakhir ini, saya fokus kepada dampak pengelolaan modal intelektual dan pelaporannya melalui sejumlah media. Misalnya, financial report, annual report, sustainability report, maupun official website organisasi,” ujar pria kelahiran Desa Paciran, Pesisir Utara, Kabupaten Lamongan ini.

Berbasis laporan keuangan misalnya, Ulum menawarkan suatu model untuk mengukur kinerja modal intelektual (intellectual capital performance) yang diberi label MVAIC (modified value added intellectual coefficient). Model ini cocok hanya untuk perusahaan konvensional. Khusus untuk perbankan syariah, ia memberi label Ib-MVAIC.

Ulum juga menawarkan suatu framework untuk pengungkapan modal intelektual perusahaan publik di Indonesia. Ia menyebutnya, Intellectual Capital Disclosure Framework Indonesia (ICD-In). Terbaru, Ulum berusaha memetakan komponen modal intelektual yang dituntutkan oleh instrumen akreditasi program studi (IAPS) 4.0.

Mengutip pernyataan yang kerap disampaikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Alm. Prof. Dr. (H.C.) Abdul Malik Fadjar, M.Sc., rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menyebutkan, menjadi guru besar pada hakikatnya adalah meninggikan antena. Tetapi, tinggi saja tidak cukup. Harus membangun antena yang sinyalnya full, yang bisa memberikan resonansi. Resonansi dalam radius lokal maupun internasional.

“Prof. Ulum adalah antena yang sinyalnya kuat. Diharapkan juga bisa memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan UMM. Kami ingin seluruh guru besar di UMM jangan merasa lelah. Tetapi, harus semuanya pasang antena yang tinggi-tinggi sesuai kepakaran yang dimiliki. Karena satu hal yang ingin kita capai, kebermanfaatan,” ujar Fauzan.

Seberapa hebat kampus itu, kata Fauzan, jika radius kebermanfaatannya juga tidak banyak, maka misinya belum tercapai. Ia menegaskan, UMM dibangun dalam rangka menebarkan kebermanfaatan untuk semua umat.  Karenanya, slogan yang selalu diusung adalah UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa. (*)

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Listrik Kerap Padam, 95 Persen Disebabkan Pohon

Kejadian listrik padam atau mati lampu kerap terjadi saat musim hujan.

Maulid Nabi, Buah Impor di Probolinggo Lebih Banyak Diburu

Memasuki Maulid Nabi Muhammad SAW., permintaan buah segar, khususnya buah impor di Kota Probolinggo, meningkat.

15 Desa di Kab Probolinggo Masih Buruh Kiriman Air

Sebagian wilayah di Kabupaten Probolinggo, telah diguyur hujan. Namun, hal ini tidak mempengaruhi ketersediaan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di wilayah terdampak kekeringan.

Pantai Permata Mulai Ramai, Pengunjung Wajib Patuhi Prokes

Libur panjang karena cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW., diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengunjung sejumlah destinasi wisata.

SDM Pelaku Wisata di Probolinggo Perlu Ditingkatkan

Potensi wisata di Kabupaten Probolinggo, cukup banyak. Namun, pengelolaannya perlu terus ditingkatkan. Baik secara fisik maupun dari segi SDM pengelola.