alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Gabungan Mahasiswa–Petani Tuntut Harga Tembakau Naik

KRAKSAAN, Radar Bromo – Puluhan mahasiswa dan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo Rabu (16/9) melakukan aksi. Mereka tidak puas dengan harga tembakau yang dipatok oleh gudang dan dianggap merugikan para petani.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, aksi digelar sekitar pukul 08.00. Tak tanggung-tanggung, aksi massa itu digelar di 4 titik sekaligus. Demo pertama digelar di halaman 3 gudang rokok kenamaan yang tersebar di Kecamatan Paiton dan Kraksaan.

Setelah puas berorasi untuk menyampaikan aspirasinya, masa bergerak ke kantor Bupati Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan.

Di depan kantor bupati, masa kembali menyuarakan derita para petani. Setelah puas, mereka lanjut ke gedung DPRD setempat.

Taimuddin, salah seorang pendemo mengatakan, dalam tuntutannya ada 4 poin. Di antaranya meminta gudang tembakau buka dan tidak mengambil tembakau luar daerah, kecuali stok tembakau petani lokal sudah habis. Kedua, harga tembakau harus berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp45 ribu.

JAGA: Personel kepolisian berjaga di kantor Pemkab Probolinggo selama aksi berlangsung. (Foto Mukhamad Rosyidi/Jawa Por Radar Bromo)

 

Ketiga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, bersinergi untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang memihak kepentingan petani. Terakhir, DPRD dan Bupati harus bisa memberantas mafia pupuk dan memperjuangkan nasib petani.

“Miris sekali mendapati fakta harga tembakau saat ini masih kisaran Rp 17 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogramnya. Padahal informasinya harga tembakau antara Rp 26 sampai Rp 30 ribu per kilogram,” katanya.

Supervisor salah satu gudang rokok, Boy Jonathan mengatakan, pihaknya sudah berkomitmen untuk tidak membeli tembakau dari luar daerah, sebelum tembakau milik petani di Kabupaten Probolinggo habis. Komitmen itu, jelasnya, sudah tidak bisa diganggu gugat lagi.

“Untuk permasalahan harga, kami sendiri sudah menetapkan harga beli sebesar Rp 27 ribu sampai dengan Rp 35 ribu per kilogram, dan harga ini bisa saja mengalami kenaikan ke depannya,” katanya menanggapi tuntutan masa aksi.

Di sisi lain, Asisten II Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim Asyari, yang menemui masa di kantor bupati berjanji, pihaknya akan meneruskan apa yang menjadi tuntutan aksi tersebut ke pimpinannya. “Akan kami tindak lanjuti, yang pertama kami akan laporkan dulu kepada Bupati, karena sekarang beliau masih menghadiri pelantikan eselon satu dan dua di pendopo, jadi belum bisa menemui langsung,” katanya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Puluhan mahasiswa dan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo Rabu (16/9) melakukan aksi. Mereka tidak puas dengan harga tembakau yang dipatok oleh gudang dan dianggap merugikan para petani.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, aksi digelar sekitar pukul 08.00. Tak tanggung-tanggung, aksi massa itu digelar di 4 titik sekaligus. Demo pertama digelar di halaman 3 gudang rokok kenamaan yang tersebar di Kecamatan Paiton dan Kraksaan.

Setelah puas berorasi untuk menyampaikan aspirasinya, masa bergerak ke kantor Bupati Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan.

Di depan kantor bupati, masa kembali menyuarakan derita para petani. Setelah puas, mereka lanjut ke gedung DPRD setempat.

Taimuddin, salah seorang pendemo mengatakan, dalam tuntutannya ada 4 poin. Di antaranya meminta gudang tembakau buka dan tidak mengambil tembakau luar daerah, kecuali stok tembakau petani lokal sudah habis. Kedua, harga tembakau harus berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp45 ribu.

JAGA: Personel kepolisian berjaga di kantor Pemkab Probolinggo selama aksi berlangsung. (Foto Mukhamad Rosyidi/Jawa Por Radar Bromo)

 

Ketiga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, bersinergi untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang memihak kepentingan petani. Terakhir, DPRD dan Bupati harus bisa memberantas mafia pupuk dan memperjuangkan nasib petani.

“Miris sekali mendapati fakta harga tembakau saat ini masih kisaran Rp 17 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogramnya. Padahal informasinya harga tembakau antara Rp 26 sampai Rp 30 ribu per kilogram,” katanya.

Supervisor salah satu gudang rokok, Boy Jonathan mengatakan, pihaknya sudah berkomitmen untuk tidak membeli tembakau dari luar daerah, sebelum tembakau milik petani di Kabupaten Probolinggo habis. Komitmen itu, jelasnya, sudah tidak bisa diganggu gugat lagi.

“Untuk permasalahan harga, kami sendiri sudah menetapkan harga beli sebesar Rp 27 ribu sampai dengan Rp 35 ribu per kilogram, dan harga ini bisa saja mengalami kenaikan ke depannya,” katanya menanggapi tuntutan masa aksi.

Di sisi lain, Asisten II Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim Asyari, yang menemui masa di kantor bupati berjanji, pihaknya akan meneruskan apa yang menjadi tuntutan aksi tersebut ke pimpinannya. “Akan kami tindak lanjuti, yang pertama kami akan laporkan dulu kepada Bupati, karena sekarang beliau masih menghadiri pelantikan eselon satu dan dua di pendopo, jadi belum bisa menemui langsung,” katanya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/