alexametrics
30 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Usianya Masih 21 Tahun, Ini Anggota Begal Pacarkeling yang Baru Ditangkap Polisi

BANGIL – Tiga bulan kabur setelah terlibat begal motor, akhirnya Muhammad Yani, 21, ditangkap. Warga Dusun Krajan, Desa Tampung, Kecamatan Rembang, ini berhasil diringkus, Rabu (12/9).

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso mengutarakan, tersangka ditangkap di rumahnya, pukul 20.00. Dia diduga terlibat aksi pembegalan di Kejayan pada 7 Juni 2018. Korbannya, Muchlas Ahda Afifi, 23, warga Kaligoro, Desa Dukomaju, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam aksi begal itu, tersangka tidak sendirian. Ia bersama lima rekannya, melancarkan aksi kejahatan jalanan itu. Mereka adalah Yusuf dan Baihaqi yang tertangkap duluan. Serta AR, FZ dan YB yang kini masih buron.

“Keenam tersangka melancarkan aksi begal itu dengan berboncengan. Mereka menunggangi tiga motor,” terang Busan -sapaan karibnya-.

Mereka melancarkan aksi kejahatan jalanan ketika melihat korban tengah melintas di jalan raya Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Para pelaku kemudian memepet korban. Selanjutnya, mereka mengeroyok korbannya dengan tangan kosong.

Begitu menyerah, motor Honda Beat milik korban langsung digondol tersangka. “Akibatnya, korban merugi Rp 7 juta. Dari situ, korban melaporkan ke polisi,” sambung Busan saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono.

Dari laporan korban, polisi akhirnya melakukan penelusuran. Hingga akhirnya, berhasil menangkap M. Yani. Kepada petugas, Yani tak mengelak dengan apa yang dilakukannya. Ia berperan sebagai eksekutor dalam aksi begal tersebut.

“Tersangka memukul kepala korban sebanyak lima kali. Ia juga mendapat bagian Rp 100 ribu dari hasil kejahatan tersebut,” tandas dia.

Berdasarkan pengembangan yang dilakukan, tersangka tidak hanya sekali beraksi. Karena sebelumnya, ia juga sempat mencuri handphone di warung yang ada di Desa/Kecamatan Wonorejo.

Karena ulahnya itu, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancamannya, hukuman penjara 9 tahun. (one/fun)

BANGIL – Tiga bulan kabur setelah terlibat begal motor, akhirnya Muhammad Yani, 21, ditangkap. Warga Dusun Krajan, Desa Tampung, Kecamatan Rembang, ini berhasil diringkus, Rabu (12/9).

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso mengutarakan, tersangka ditangkap di rumahnya, pukul 20.00. Dia diduga terlibat aksi pembegalan di Kejayan pada 7 Juni 2018. Korbannya, Muchlas Ahda Afifi, 23, warga Kaligoro, Desa Dukomaju, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam aksi begal itu, tersangka tidak sendirian. Ia bersama lima rekannya, melancarkan aksi kejahatan jalanan itu. Mereka adalah Yusuf dan Baihaqi yang tertangkap duluan. Serta AR, FZ dan YB yang kini masih buron.

“Keenam tersangka melancarkan aksi begal itu dengan berboncengan. Mereka menunggangi tiga motor,” terang Busan -sapaan karibnya-.

Mereka melancarkan aksi kejahatan jalanan ketika melihat korban tengah melintas di jalan raya Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Para pelaku kemudian memepet korban. Selanjutnya, mereka mengeroyok korbannya dengan tangan kosong.

Begitu menyerah, motor Honda Beat milik korban langsung digondol tersangka. “Akibatnya, korban merugi Rp 7 juta. Dari situ, korban melaporkan ke polisi,” sambung Busan saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono.

Dari laporan korban, polisi akhirnya melakukan penelusuran. Hingga akhirnya, berhasil menangkap M. Yani. Kepada petugas, Yani tak mengelak dengan apa yang dilakukannya. Ia berperan sebagai eksekutor dalam aksi begal tersebut.

“Tersangka memukul kepala korban sebanyak lima kali. Ia juga mendapat bagian Rp 100 ribu dari hasil kejahatan tersebut,” tandas dia.

Berdasarkan pengembangan yang dilakukan, tersangka tidak hanya sekali beraksi. Karena sebelumnya, ia juga sempat mencuri handphone di warung yang ada di Desa/Kecamatan Wonorejo.

Karena ulahnya itu, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancamannya, hukuman penjara 9 tahun. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/