Disporaparbud Klaim Hanya Terima Dua laporan Keluhan dari Wisatawan

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo menyebut, selama kurun waktu 2019, hanya ada dua laporan keluhan wisata. Keluhan itu berkaitan dengan pelayanan maupun insiden di tempat wisata di Kabupaten Probolinggo.

Adapun dua keluhan  tersebut, semuanya dialami oleh wisatawan mancanegara (wisman). Keluhan tersebut kini menjadi kajian dan evaluasi Disporaparbud, supaya kejadian serupa tak terulang kembali.

Hal itu diungkap Kepala Bidang Pariwisata setempat Teguh Sukarsono. Dia mengatakan, laporan tersebut yaitu mengenai pemalakan yang ada di terminal Bayuangga, Kota Probolinggo. Saat itu, ada wisatawan dari luar negeri yang hendak ke Bromo naik mobil pengangkut umum. Nah, saat itu wisman ditarget sekitar Rp 500 ribu. Padahal tarifnya tidak sebesar itu.

“Sudah kami selesaikan. Kejadiannya sebenarnya ada di wilayah kota (Probolinggo). Tetapi karena ada kaitannya dengan Bromo, kami juga mendapatkan laporan, ” ungkap Teguh.

Keluhan kedua yaitu laporan terkait adanya wisman yang berkelahi dengan penjaga Bromo. Itu terjadi saat Bromo dilanda erupsi beberapa waktu lalu. Saat itu ada wisatawan yang memaksa untuk naik ke kawah. Padahal jarak aman saat itu hanya satu kilometer.  Sehingga terjadi kontak fisik antara penjaga maupun wisatawan.

“Keluhan tersebut juga telah selesai. Itu permasalahannya karena wisatawan memaksa untuk naik. Oleh petugas tidak boleh sehingga petugas mencegahnya, ” ungkapnya.

Karena itu, kedepan pihaknya akan lebih memperketat pengawasan. Pihaknya berencana akan bekerja sama dengan pihak Pemkot Probolinggo. Sehingga ada sinergitas dan saling menjaga serta memajukan wisata di Probolinggo.

” Tetapi belum tahu kapan akan terlaksana. Paling tidak nanti setiap dua minggu sekali atau sebulan sekali, ada patroli untuk menghindari hal hal yang seperti itu, ” tuturnya.

Nantinya, Disporaparbud berusaha untuk mewujudkan koordinasi bisa intens. “Yang pasti pengawasan memang harus ada karena itu demi pariwisata, ” tandasnya.

Selama ini, pihaknya sendiri telah melakukan banyak sosilaisasi terhadap pelaku wisata. Tujuannya, tentu untuk menanggulangi hal-hal yang bisa mencoreng pariwisata di daerah. Sehingga, pariwisata bisa maju dan banyak dikunjungi oleh masyarakat.

“Kami melakukan sosialisasi kesemua pelaku wisata. Juga menertibkan tarif angkutan wisata. Semoga kedepan lebib baik lagi nantinya, ” terangnya. (sid/fun)