Akses ke Kalipedati Rusak Parah, Sulitkan Wisatawan yang Mau Berkunjung

HARUS HATI-HATI: Warga maupun wisatawan yang hendak menuju dan turun dari air terjun Kalipedati di Desa Kalianan, Krucil. Nampak jalan disana aspalnya sudah mengelupas dan seperti makadam. (Foto : Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRUCIL, Radar Bromo – Air terjun Kalipedati di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, memang sangat indah. Tapi untuk  menuju kesana, seseorang harus “berjuang”. Sebab ada tantangan yang harus dilewati, untuk bisa sampai kesana. Pasalnya, jalan menuju destinasi wisata itu rusak parah. Bahkan, dikeluhkan oleh wisatawan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi jalan itu rusah parah. Aspal yang dulu mulus, kini mengelupas tinggal bebatuan. Sehingga jika warga melewati jalur tersebut, mereka harus berhati-hati.

Jalan yang rusak itu sendiri diperkirakan sekitar 3 kilometer. Bagi wisatawan yang baru pertama kali kesana, kondisi tersebut bisa saja membahayakan lantaran medan memang sulit. Tak hanya wisatawan yang baru. Warga yang kerap kali melintas, juga menilai bahwa jalan rusak membahayakan pengendara.

Ahsan, salah seorang wisatawan mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan jalan rusak menuju Kalipedati. Menurutnya, jalanan itu cukup membahayakan. Pasalnya, aspalnya sudah banyak yang mengelupas.

“Kalau tidak hati-hati khawatir jatuh. Apa lagi habis hujan batunya licin jika dilewati oleh kendaraan, ” katanya.

Ia berharap jalan itu segera diperbaiki. Tujuannya yaitu agar wisata air terjun Kalipedati bisa maju. “Harapannya ya dibenahi. Kan jalannya rusak parah. Mungkin nanti kalau jalannya bagus, akan banyak wisatawan yang datang, ” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo Tutuq Edy Utomo mengatakan, pihaknya berencana untuk membahas jalan tersebut. Meskipun masuk jalan desa, tetapi guna menunjang pariwisata, maka perlu dilakukan pembahasan.

“Semoga nanti dapat disetujui. Ini demi kemajuan destinasi wisata,” ungkapnya kepada Jawa Pos radar Bromo.

Menurutnya, untuk melakukan pembangunan jalan itu, akan lama jika hanya mengandalkan pemerintahan desa. Sebab, pemerintah desa masih fokus kepada infrastruktur lain. Karena itu, perlu adanya langkah percepatan guna membangun infrastruktur wisata.

“Karena itu kedepan kami akan membahas dengan instansi terkait. Tujuannya yaitu agar segera dilakukan perbaikan, ” ungkap pria yang akrab disapa Tutuq itu. (sid/fun)