Rehab Kios Pasar Sukorejo yang Terbakar Butuh Rp 200 Juta

SUKOREJO, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan kini tengah melakukan kajian usai Pasar Sukorejo usai 27 kios terbakar pada Selasa (14/7) lalu. Sejauh ini, pemkab belum mengambil langkah, apakah akan direhab ataukah direvitalisasi.

“Keputusannya masih belum, semuanya dalam proses kajian dan sedang berjalan,” beber Plt kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko.

Pejabat asal Pandaan ini menyebutkan, apabila hasilnya diputuskan cukup direhab, maka tidak akan revitalisasi. Nah, untuk rehab membutuhkan dana minimal sekitar Rp 200 juta, dan maksimal bisa mencapai Rp 300 juta. Anggaran rehab ini pembiayaannya dialokasikan melalui PAPBD.

“Rehab tetap menjadi opsi utama. Bisa dengan penunjukkan langsung (PL), ataupun lelang. Tergantung nominal dana yang dialokasikan,” tukasnya.

MINTA BERSABAR: Wabup Pasuruan Abdul Mujib Imron bertemu pedagang yang kiosnya terbakar di Pasar Sukorejo. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Apabila dari hasil kajian nanti menyebut harus direvitalisasi,  jelas akan butuh dana besar. Paling tidak revitalisasi memerlukan dana di kisaran Rp 1-1,5 miliar. Bahkan bisa lebih.

“Revitalisasi menjadi opsi kedua, untuk yang ini pendanaannya bisa mengajukan dari APBN. Ataukah langsung ditanggung dari APBD,” ujarnya.

Keputusan rehab ataukah revitalisasi, ia katakan tergantung dari hasil kajian oleh tim dari Dinas Permukiman dan Perumahan Kabupaten Pasuruan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pedagang dan pengunjung di Pasar Sukorejo, , Selasa pagi (14/7) dibuat heboh. Itu setelah si jago merah mengamuk di sejumlah kios pedagang. Api membakar 27 kios yang ada disana. Kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 di deretan kios sisi sebelah selatan. Angin kencang yang berembus dan banyaknya barang mudah terbakar, membuat api dengan cepat menjalar ke deretan kios di sekitarnya. (zal/fun)