alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Koalisi Bintang 9-9 Bintang Siap Sambut Golkar Bila Mau Gabung

PANGGUNGREJO, Radar Bromo– Mengemukanya Adi Wibowo yang dikabarkan mendapat rekomendasi Partai Golkar sebagai bakal calon wakil wali kota Pasuruan, membuat dunia politik kian dinamis. Kini, muncul pertanyaan mengenai figur bakal calon wali kota yang akan menggandengnya.

Sementara, poros Bintang 9-9 Bintang memberikan sinyal positif jika Partai Golkar memiliki persepsi yang sama hingga mengarah pada koalisi. Sejak awal, PKB memastikan akan mengusung bakal calon wali kota. Namun, sejauh ini DPP PKB belum mengeluarkan rekomendasi. Meski begitu, komunikasi antara PKB dengan Partai Golkar kian mesra.

Ketua DPC PKB Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan mengaku, sempat beberapa kali bertemu dengan petinggi Partai Golkar untuk menentukan arah koalisi dalam Pilwali 2020. Pihaknya juga sangat terbuka dalam membangun koalisi raksasa.

Sebelumnya, PKB juga telah menjajaki koalisi dengan Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PPP yang tergabung dalam formasi 9 Bintang. “Secara kepartaian, komunikasi kami dengan teman-teman Golkar selama ini memang kalau bisa, kita bareng-bareng. Dengan teman-teman 9 Bintang juga sama seperti itu,” ujarnya.

Karenanya, kata Ismail, jika Partai Golkar bergabung, koalisi Bintang 9-9 Bintang akan menyambutnya dengan tangan terbuka. Namun, bergabungnya Partai Golkar juga tidak bisa mengutak-atik porsi bakal calon wali kota yang sudah dipegang PKB.

Sedangkan porsi bakal calon wakil wali kota, menjadi porsi formasi 9 Bintang. Namun, porsi orang nomor dua itu bisa berubah bila Partai Golkar bergabung. “Sejauh ini, Bintang 9-9 Bintang sama-sama pegang komitmen. Kalau Golkar bergabung, porsi N2 (wakil wali kota) diberikan kepada Golkar nanti yang lain bisa mengikuti,” beber Ismail.

Ketua DPC Partai Gerindra Ahmad Zubaidi juga menyampaikan sikapnya di 9 Bintang tak berubah. Yakni, tetap membuka ruang Partai Golkar untuk bergabung. “Kalau ini mau disatukan menjadi satu rombongan, tidak masalah, mungkin akan jadi lebih baik,” ujarnya.

Ia mengakui, kemungkinan hadirnya Partai Golkar di tengah-tengah poros Bintang 9-9 Bintang bakal mengubah skenario awal yang sudah disepakati. Terutama, terkait dengan porsi bakal calon wakil wali kota. Menurutnya, hal itu masih bisa dikomunikasikan lebih lanjut. “Pastilah itu ada yang ngalah, ada yang legowo, ada yang menerima dengan berbagai pertimbangan. Tentu arahnya berharap yang terbaik. Saya kira ini tidak buntu untuk dimusyawarahkan,” ujarnya.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan M. Syaifullah mengaku tetap membuka komunikasi dengan partai politik lain soal urusan koalisi. Namun, ia juga menegaskan, partainya masih bisa mengusung pasangan calon sendiri dengan modal 7 kursi di parlemen. “Karena secara perolehan kursi kami bisa berangkat. Tapi, dalam banyak kesempatan, sering kami sampaikan bahwa kami lebih senang dalam proses Pilwali ini bersama-sama dengan partai lain,” jelasnya.

Karenanya, pihaknya tetap akan mengacu pada keputusan DPP Partai Golkar. Baik mengenai arah koalisi maupun soal figur-figur yang bakal diusung. “Jadi yang menjadi acuan apa yang diputuskan DPP. Kalau kemudian keputusan ini, satu frekuensi dengan partai politik yang lain, ini lebih bagus,” terangnya. (tom/rud/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo– Mengemukanya Adi Wibowo yang dikabarkan mendapat rekomendasi Partai Golkar sebagai bakal calon wakil wali kota Pasuruan, membuat dunia politik kian dinamis. Kini, muncul pertanyaan mengenai figur bakal calon wali kota yang akan menggandengnya.

Sementara, poros Bintang 9-9 Bintang memberikan sinyal positif jika Partai Golkar memiliki persepsi yang sama hingga mengarah pada koalisi. Sejak awal, PKB memastikan akan mengusung bakal calon wali kota. Namun, sejauh ini DPP PKB belum mengeluarkan rekomendasi. Meski begitu, komunikasi antara PKB dengan Partai Golkar kian mesra.

Ketua DPC PKB Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan mengaku, sempat beberapa kali bertemu dengan petinggi Partai Golkar untuk menentukan arah koalisi dalam Pilwali 2020. Pihaknya juga sangat terbuka dalam membangun koalisi raksasa.

Sebelumnya, PKB juga telah menjajaki koalisi dengan Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PPP yang tergabung dalam formasi 9 Bintang. “Secara kepartaian, komunikasi kami dengan teman-teman Golkar selama ini memang kalau bisa, kita bareng-bareng. Dengan teman-teman 9 Bintang juga sama seperti itu,” ujarnya.

Karenanya, kata Ismail, jika Partai Golkar bergabung, koalisi Bintang 9-9 Bintang akan menyambutnya dengan tangan terbuka. Namun, bergabungnya Partai Golkar juga tidak bisa mengutak-atik porsi bakal calon wali kota yang sudah dipegang PKB.

Sedangkan porsi bakal calon wakil wali kota, menjadi porsi formasi 9 Bintang. Namun, porsi orang nomor dua itu bisa berubah bila Partai Golkar bergabung. “Sejauh ini, Bintang 9-9 Bintang sama-sama pegang komitmen. Kalau Golkar bergabung, porsi N2 (wakil wali kota) diberikan kepada Golkar nanti yang lain bisa mengikuti,” beber Ismail.

Ketua DPC Partai Gerindra Ahmad Zubaidi juga menyampaikan sikapnya di 9 Bintang tak berubah. Yakni, tetap membuka ruang Partai Golkar untuk bergabung. “Kalau ini mau disatukan menjadi satu rombongan, tidak masalah, mungkin akan jadi lebih baik,” ujarnya.

Ia mengakui, kemungkinan hadirnya Partai Golkar di tengah-tengah poros Bintang 9-9 Bintang bakal mengubah skenario awal yang sudah disepakati. Terutama, terkait dengan porsi bakal calon wakil wali kota. Menurutnya, hal itu masih bisa dikomunikasikan lebih lanjut. “Pastilah itu ada yang ngalah, ada yang legowo, ada yang menerima dengan berbagai pertimbangan. Tentu arahnya berharap yang terbaik. Saya kira ini tidak buntu untuk dimusyawarahkan,” ujarnya.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan M. Syaifullah mengaku tetap membuka komunikasi dengan partai politik lain soal urusan koalisi. Namun, ia juga menegaskan, partainya masih bisa mengusung pasangan calon sendiri dengan modal 7 kursi di parlemen. “Karena secara perolehan kursi kami bisa berangkat. Tapi, dalam banyak kesempatan, sering kami sampaikan bahwa kami lebih senang dalam proses Pilwali ini bersama-sama dengan partai lain,” jelasnya.

Karenanya, pihaknya tetap akan mengacu pada keputusan DPP Partai Golkar. Baik mengenai arah koalisi maupun soal figur-figur yang bakal diusung. “Jadi yang menjadi acuan apa yang diputuskan DPP. Kalau kemudian keputusan ini, satu frekuensi dengan partai politik yang lain, ini lebih bagus,” terangnya. (tom/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/