alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Ubah Fase Lampu Merah di Simpang Empat Ini untuk Kurangi Kepadatan Lalu Lintas

GADINGREJO, Radar Bromo – Perubahan fase traffic light (TL) di empat persimpangan di Kota Pasuruan, akan dipertahankan tahun ini. Sebab, perubahan fase dinilai bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas (lalin) di ruas jalan setempat.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, ada empat persimpangan yang fasenya diubah. Yakni, simpang empat Kebonagung, Purut, Krampyangan, dan Juanda.

Khusus untuk simpang empat Kebonagung diberlakukan empat fase TL. Sementara di tiga simpang empat yang lain, diberlakukan tiga fase TL.

Dijelaskannya, di simpang empat Kebonagung, setiap TL akan menyala secara bergantian. Sehingga, pengendara dari arah utara yang hendak ke barat dan selatan atau sebaliknya, harus melaju secara bergantian. Begitupula dari arah selatan yang hendak ke utara atau sebaliknya, juga harus melaju bergantian.

Sementara untuk TL tiga fase, pengendara dari arah utara dan selatan akan melaju bersamaan, saat lampu hijau. Sedangkan pengendara dari arah lain, tidak boleh melintas. Begitupula sebaliknya.

KURANGI MACET: Traffic light di simpang empat Kebonagung memberlakukan empat fase. Sementara di simpang empat Purut, Krampyangan dan Juanda, diberlakukan traffict light tiga fase. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, perubahan fase ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Ini dilakukan karena di empat persimpangan itu, sering terjadi kemacetan saat jam sibuk. Terutama pagi dan sore hari.

“Ada jeda selama 60 detik mulai dari lampu merah menuju hijau, khusus untuk Kebonagung. Di perempatan yang lain, diberlakukan masing-masing jeda 40 detik,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasi di lapangan, menurut Andri, pihaknya menilai rekayasa lalin ini cukup berhasil. Meskipun di empat persimpangan ini masih sering macet, namun kemacetannya sudah mulai berkurang.

Karena itu, Dishub tetap memberlakukan rekayasa ini tahun ini. Tentunya dengan evaluasi rutin secara berkala. Sebab, rekayasa ini akan mengikuti kondisi di lapangan. Jika berdasarkan survei dinilai membutuhkan perubahan, maka tidak menutup kemungkinan hal ini akan dilakukan.

“Kami lihat meski tidak signifikan, namun kepadatan jauh menurun. Saat lampu merah menyala, pengendara yang berhenti tidak terlalu panjang, sehingga mereka tidak perlu menunggu lama. Namun, tetap manakala dinilai membutuhkan perubahan di lapangan, kami akan lakukan penyesuaian,” terang Andri. (riz/hn/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Perubahan fase traffic light (TL) di empat persimpangan di Kota Pasuruan, akan dipertahankan tahun ini. Sebab, perubahan fase dinilai bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas (lalin) di ruas jalan setempat.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, ada empat persimpangan yang fasenya diubah. Yakni, simpang empat Kebonagung, Purut, Krampyangan, dan Juanda.

Khusus untuk simpang empat Kebonagung diberlakukan empat fase TL. Sementara di tiga simpang empat yang lain, diberlakukan tiga fase TL.

Dijelaskannya, di simpang empat Kebonagung, setiap TL akan menyala secara bergantian. Sehingga, pengendara dari arah utara yang hendak ke barat dan selatan atau sebaliknya, harus melaju secara bergantian. Begitupula dari arah selatan yang hendak ke utara atau sebaliknya, juga harus melaju bergantian.

Sementara untuk TL tiga fase, pengendara dari arah utara dan selatan akan melaju bersamaan, saat lampu hijau. Sedangkan pengendara dari arah lain, tidak boleh melintas. Begitupula sebaliknya.

KURANGI MACET: Traffic light di simpang empat Kebonagung memberlakukan empat fase. Sementara di simpang empat Purut, Krampyangan dan Juanda, diberlakukan traffict light tiga fase. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, perubahan fase ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Ini dilakukan karena di empat persimpangan itu, sering terjadi kemacetan saat jam sibuk. Terutama pagi dan sore hari.

“Ada jeda selama 60 detik mulai dari lampu merah menuju hijau, khusus untuk Kebonagung. Di perempatan yang lain, diberlakukan masing-masing jeda 40 detik,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasi di lapangan, menurut Andri, pihaknya menilai rekayasa lalin ini cukup berhasil. Meskipun di empat persimpangan ini masih sering macet, namun kemacetannya sudah mulai berkurang.

Karena itu, Dishub tetap memberlakukan rekayasa ini tahun ini. Tentunya dengan evaluasi rutin secara berkala. Sebab, rekayasa ini akan mengikuti kondisi di lapangan. Jika berdasarkan survei dinilai membutuhkan perubahan, maka tidak menutup kemungkinan hal ini akan dilakukan.

“Kami lihat meski tidak signifikan, namun kepadatan jauh menurun. Saat lampu merah menyala, pengendara yang berhenti tidak terlalu panjang, sehingga mereka tidak perlu menunggu lama. Namun, tetap manakala dinilai membutuhkan perubahan di lapangan, kami akan lakukan penyesuaian,” terang Andri. (riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/