alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Serunya Halal Bihalal Virtual Warga Kota Pasuruan dari Seluruh Dunia

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo– Kangen dengan suasana Kota Pasuruan. Itulah yang dirasakan warga asli Kota Pasuruan, di daerah perantauan. Saat Lebaran tahun ini larangan mudik masih berlaku, Pemkot Pasuruan menggelar acara unik ditengah pandemi. Pemkot Pasuruan mengajak masyarakat Kota Pasuruan untuk mboten mudik dan tetap bahagia di Kota Pasuruan,

Sabtu (15/5) lalu halal bihalal virtual digelar. Sebanyak lebih dari 1800-an warga Kota Pasuruan di seluruh dunia, ikut meeting di zoom dan Youtube live. Halal bihalal virtual ini dilaksanakan di halaman Gedung Kesenian, Kota Pasuruan.

MENYAPA: Wali kota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf menyapa ribuan warga Kota Pasuruan di seluruh pelosok dunia yang mengikuti Halal Bihalal virtual pada Sabtu (15/5) malam. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Acara dengan undangan terbatas ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Warga asal Kota Pasuruan yang berada di seluruh dunia ikut hadir secara virtual. Mulai dari Malaysia, Hongkong, Amerika, Qatar, termasuk yang berada Bogor, Jakarta sampai Kalimantan termasuk di Kota Pasuruan. Bahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga mengikuti halal bihalal virtual lewat zoom meeting tersebut.

TANYA KABAR: Wawali Adi Wibowo, S.TP. M.Si mengucapkan Minal Aidzin Wal Faizin, kendati tidak bisa bertemu secara fisik dan bertemu secara visual. Masyarakat Kota Pasuruan tetap bisa memajukan Kota Pasuruan lewat perannya masing-masing. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Wali Kota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, dengan ajakan mboten mudik di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Halal bihalal virtual ini menjadi obat rindu. “Karena ada banyak warga asli Kota Pasuruan yang belum bisa pulang dan berada di luar kota, bahkan di seluruh dunia. Jadi, kami coba tampilkan kondisi Kota Pasuruan terkini, baik produk unggulan, kuliner termasuk kesenian asli Kota Pasuruan seperti pencak silat Mancilan,” terangnya.

KOMPAK: Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf, S.E, MMA (dua dari kanan) turut hadir dalam Halal Bihalal Virtual di Gedung Kesenian Kota Pasuruan Sabtu (15/05). (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Wali Kota Pasuruan yang akrab disapa Gus Ipul itu menyapa satu persatu warga Kota Pasuruan, yang tidak bisa mudik. Mulai dari menanyakan kabar, hingga meminta masukan dan saran untuk kemajuan dan perubahan di Kota Pasuruan.

DOA ULAMA: Kuliah Tujuh Menit (kultum) dari Habib Abu Bakar Assegraf yang dilakukan juga secara virtual. Dalam Zoom Meeting dan Youtube Live, sedikitnya ada 1.800 warga di Kota Pasuruan di seluruh dunia yang ikut serta. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Ada beberapa pesan penting yang disampaikan warga Kota Pasuruan yang bergabung dalam halal bihalal virtual ini. Pesan ini penting karena mereka berharap Gus Ipul bisa membawa perubahan untuk Kota Pasuruan.

KIRI–KANAN: Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Kuswanto, A.md.IP., S.H., M.Hum; Ketua PN Pasuruan Haries Suharman Lubis, SH., MH; Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.I.K, M.SI; Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Ismail Marzuki Hasan, S.E; Wali Kota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf; Wawali Adi Wibowo, S.TP. M.Si; Letkol Czi Dendy Rahmad S Danyon Zipur 10; Mayor Arh M. Ridwan kepala Staf Kodim 0819/ Pasuruan; Pimpinan Bank Jatim Cabang Pasuruan Deddy Adjie Wijaya, SE, MM; Kasub Denpom Pasuruan Kapten CPM Miswanto. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Pesan pertama disampaikan oleh Mulyawan dari Qatar. Ia sudah 13 tahun ada di Qatar. Ia menyampaikan harus ada keselerasan antara pemerintah dan warga dalam mengatasi Covid-19.

“Di sini, kalau misal pemerintah sudah bilang lockdown, ya semuanya harus lockdown betul. Tidak ada yang tidak patuh. Semuanya mengikuti anjuran pemerintah. Jadi, sama – sama selaras dan kompak,” ungkapnya.

KHAS PASURUAN: Pencak Silat Mancilan kesenian khas Kota Pasuruan turun tampil dalam halal bihalal virtual. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Ada juga Budi Prabowo warga Petahunan yang tinggal di Bogor. Ia baru saja pulang ke Kota Pasuruan bulan Maret lalu. Kesan pertamanya, adalah Kota Pasuruan masih sama seperti yang dulu. “Saya merantau sejak tahun 1995. Saya tidak menemukan ada perubahan yang sangat signifikan. Tidak ada penataan yang membuat Kota Pasuruan lebih baik. Saya ingin Kota Pasuruan semakin cantik dan indah,” katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga hadir dalam zoom meeting mengapresiasi pelaksanaan halal bihalal secara virtual. Dengan kondisi Covid-19 saat ini, pertemuan daring bisa menjadi solusi bahkan untuk mengurangi tatap muka.

APRESIASI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam zoom meeting dan mengapresiasi pelaksanaan halal bihalal virtual. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

“Dengan halal bihalal virtual yang diikuti diaspora asal Kota Pasuruan. kedepan SDM Unggulan ini bisa ditarik kembali ke Kota Pasuruan untuk bisa ikut membangun Kota Pasuruan,” ujarnya. Potensi Kota Pasuruan yang memiliki andalan dan unggulan, bisa menjadi membangun konektivitas dan kota yang maju seperti Singapura.

Dalam halal virtual, juga disajikan kuliner khas Kota Pasuruan yang disajikan di area live halal bi halal ini. Termasuk produk-produk hasil UMKM Kota Pasuruan. Selain itu, beberapa video berisi objek-objek di Kota Pasuruan mulai dari alun-alun, masjid Jami Al Anwar, pelabuhan juga aneka kuliner khas Kota Pasuruan juga akan ditampilkan.

Seusai halal bihalal, Gus Ipul juga mengajak seluruh peserta yang hadir dan yang virtual mengikuti senam caring. Tujuannya imunitas bisa terjaga dan menjaga diri dari covid-19. (eka/*)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo– Kangen dengan suasana Kota Pasuruan. Itulah yang dirasakan warga asli Kota Pasuruan, di daerah perantauan. Saat Lebaran tahun ini larangan mudik masih berlaku, Pemkot Pasuruan menggelar acara unik ditengah pandemi. Pemkot Pasuruan mengajak masyarakat Kota Pasuruan untuk mboten mudik dan tetap bahagia di Kota Pasuruan,

Sabtu (15/5) lalu halal bihalal virtual digelar. Sebanyak lebih dari 1800-an warga Kota Pasuruan di seluruh dunia, ikut meeting di zoom dan Youtube live. Halal bihalal virtual ini dilaksanakan di halaman Gedung Kesenian, Kota Pasuruan.

MENYAPA: Wali kota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf menyapa ribuan warga Kota Pasuruan di seluruh pelosok dunia yang mengikuti Halal Bihalal virtual pada Sabtu (15/5) malam. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Mobile_AP_Half Page

Acara dengan undangan terbatas ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Warga asal Kota Pasuruan yang berada di seluruh dunia ikut hadir secara virtual. Mulai dari Malaysia, Hongkong, Amerika, Qatar, termasuk yang berada Bogor, Jakarta sampai Kalimantan termasuk di Kota Pasuruan. Bahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga mengikuti halal bihalal virtual lewat zoom meeting tersebut.

TANYA KABAR: Wawali Adi Wibowo, S.TP. M.Si mengucapkan Minal Aidzin Wal Faizin, kendati tidak bisa bertemu secara fisik dan bertemu secara visual. Masyarakat Kota Pasuruan tetap bisa memajukan Kota Pasuruan lewat perannya masing-masing. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Wali Kota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, dengan ajakan mboten mudik di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Halal bihalal virtual ini menjadi obat rindu. “Karena ada banyak warga asli Kota Pasuruan yang belum bisa pulang dan berada di luar kota, bahkan di seluruh dunia. Jadi, kami coba tampilkan kondisi Kota Pasuruan terkini, baik produk unggulan, kuliner termasuk kesenian asli Kota Pasuruan seperti pencak silat Mancilan,” terangnya.

KOMPAK: Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf, S.E, MMA (dua dari kanan) turut hadir dalam Halal Bihalal Virtual di Gedung Kesenian Kota Pasuruan Sabtu (15/05). (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Wali Kota Pasuruan yang akrab disapa Gus Ipul itu menyapa satu persatu warga Kota Pasuruan, yang tidak bisa mudik. Mulai dari menanyakan kabar, hingga meminta masukan dan saran untuk kemajuan dan perubahan di Kota Pasuruan.

DOA ULAMA: Kuliah Tujuh Menit (kultum) dari Habib Abu Bakar Assegraf yang dilakukan juga secara virtual. Dalam Zoom Meeting dan Youtube Live, sedikitnya ada 1.800 warga di Kota Pasuruan di seluruh dunia yang ikut serta. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Ada beberapa pesan penting yang disampaikan warga Kota Pasuruan yang bergabung dalam halal bihalal virtual ini. Pesan ini penting karena mereka berharap Gus Ipul bisa membawa perubahan untuk Kota Pasuruan.

KIRI–KANAN: Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Kuswanto, A.md.IP., S.H., M.Hum; Ketua PN Pasuruan Haries Suharman Lubis, SH., MH; Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.I.K, M.SI; Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Ismail Marzuki Hasan, S.E; Wali Kota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf; Wawali Adi Wibowo, S.TP. M.Si; Letkol Czi Dendy Rahmad S Danyon Zipur 10; Mayor Arh M. Ridwan kepala Staf Kodim 0819/ Pasuruan; Pimpinan Bank Jatim Cabang Pasuruan Deddy Adjie Wijaya, SE, MM; Kasub Denpom Pasuruan Kapten CPM Miswanto. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Pesan pertama disampaikan oleh Mulyawan dari Qatar. Ia sudah 13 tahun ada di Qatar. Ia menyampaikan harus ada keselerasan antara pemerintah dan warga dalam mengatasi Covid-19.

“Di sini, kalau misal pemerintah sudah bilang lockdown, ya semuanya harus lockdown betul. Tidak ada yang tidak patuh. Semuanya mengikuti anjuran pemerintah. Jadi, sama – sama selaras dan kompak,” ungkapnya.

KHAS PASURUAN: Pencak Silat Mancilan kesenian khas Kota Pasuruan turun tampil dalam halal bihalal virtual. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Ada juga Budi Prabowo warga Petahunan yang tinggal di Bogor. Ia baru saja pulang ke Kota Pasuruan bulan Maret lalu. Kesan pertamanya, adalah Kota Pasuruan masih sama seperti yang dulu. “Saya merantau sejak tahun 1995. Saya tidak menemukan ada perubahan yang sangat signifikan. Tidak ada penataan yang membuat Kota Pasuruan lebih baik. Saya ingin Kota Pasuruan semakin cantik dan indah,” katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga hadir dalam zoom meeting mengapresiasi pelaksanaan halal bihalal secara virtual. Dengan kondisi Covid-19 saat ini, pertemuan daring bisa menjadi solusi bahkan untuk mengurangi tatap muka.

APRESIASI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam zoom meeting dan mengapresiasi pelaksanaan halal bihalal virtual. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

“Dengan halal bihalal virtual yang diikuti diaspora asal Kota Pasuruan. kedepan SDM Unggulan ini bisa ditarik kembali ke Kota Pasuruan untuk bisa ikut membangun Kota Pasuruan,” ujarnya. Potensi Kota Pasuruan yang memiliki andalan dan unggulan, bisa menjadi membangun konektivitas dan kota yang maju seperti Singapura.

Dalam halal virtual, juga disajikan kuliner khas Kota Pasuruan yang disajikan di area live halal bi halal ini. Termasuk produk-produk hasil UMKM Kota Pasuruan. Selain itu, beberapa video berisi objek-objek di Kota Pasuruan mulai dari alun-alun, masjid Jami Al Anwar, pelabuhan juga aneka kuliner khas Kota Pasuruan juga akan ditampilkan.

Seusai halal bihalal, Gus Ipul juga mengajak seluruh peserta yang hadir dan yang virtual mengikuti senam caring. Tujuannya imunitas bisa terjaga dan menjaga diri dari covid-19. (eka/*)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2