Refocusing Anggaran, Pengadaan Mobil Pimpinan DPRD di Kab Pasuruan Ditiadakan

BANGIL, Radar Bromo – Anggaran DPRD Kabupaten Pasuruan kembali dikepras. Pengeprasan itu dilakukan seiring dengan kebijakan refocusing tahap dua untuk percepatan pemberantasan Covid-19.

Sejumlah kegiatan dan pengadaan yang direncanakan DPRD Kabupaten Pasuruan, dibatalkan. Termasuk rencana pengadaan empat unit mobil untuk para pimpinan.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menyampaikan, sejumlah kegiatan dan pengadaan barang atau jasa di lingkungan DPRD Kabupaten Pasuruan dipangkas. Pemangkasan itu seiring dengan kebijakan pemerintah pusat untuk me-refocusing penganggaran hingga 50 persen.

Sebelumnya, anggaran di DPRD Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 53 miliar. Anggaran itu diperuntukkan berbagai kegiatan dan pengadaan di lingkungan DPRD Kabupaten Pasuruan.

Namun, besaran anggaran Rp 53 miliar itu dipangkas 20 persen, sebagai refocusing tahap awal. Besarannya mencapai kisaran Rp 9 miliar.

Refocusing tahap pertama itu, diambilkan dari anggaran tiga item. Mulai dari anggaran mamin, perdin, serta belanja pegawai.

“Setelah refocusing tahap pertama, ada kebijakan baru untuk refocusing tahap kedua. Itemnya lebih banyak, seperti pengadaan barang dan jasa,” ujar Dion –sapaannya-.

Munculnya kebijakan refocusing tahap dua itu, membuat sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan harus kembali memangkas anggaran. Besaran anggaran yang harus dialihkan untuk tahap dua mencapai 30 persen dari total anggaran DPRD. Sehingga, total refocusing yang dilakukan mencapai 50 persen.

Menurut Dion, refocusing itu membuat anggaran di legislatif menurun separo. Semula, anggarannya mencapai Rp 53 miliar. Namun sekarang, hanya Rp 26,6 miliar.

“Total anggaran yang harus di-refocusing untuk kemudian dialihkan ke penanganan Covid-19 mencapai Rp 26,6 miliar. Atau 50 persen dari total anggaran di DPRD Kabupaten Pasuruan, sebesar Rp 53 miliar,” jelas Dion.

Dengan demikian, pada refocusing tahap dua ini, anggaran DPRD yang dialihkan mencapai sekitar Rp 17,4 miliar. Sumber anggaran berasal dari banyak kegiatan di legislatif. Termasuk rencana pengadaan empat unit mobil untuk pimpinan dewan.

Ia menjelaskan, legislatif sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran Rp 3,2 miliar. Dana itu, diproyeksikan untuk pengadaan mobil milik pimpinan legislatif.

Ia tak menyebut spesifikasi mobil yang akan dibeli. Namun, kemungkinan adalah jenis Pajero Sport. “Tapi, karena muncul kebijakan refocusing itu, maka pengadaan empat unit mobil baru untuk pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan, ditiadakan,” bebernya. (one/hn/fun)