Korona Buat Pengguna Kereta Api Turun, Omzet Perusahaan Juga Berkurang

PASURUAN, Radar Bromo – Adanya kebijakan sejumlah daerah yang meminta agar masyarakat tidak bepergian jauh, juga membawa dampak dengan pengguna kereta api (KA). Di wilayah Daerah Operasional (Daop) 9 Jember, pengguna KA mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasanya.

Manajer Humas PT Daop 9 Jember Mahendro Bawono mengungkapkan, wabah Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah ikut berdampak pada transportasi KA. Ada penurunan jumlah penumpang. Dari rata-rata sehari bisa mengangkut 7.000 orang, saat ini hanya 6.000 orang.

“Walau tidak signifikan, tapi ada penurunan jumlah penumpang. Angka ini keseluruhan jumlah penumpang stasiun di bawah Daop 9. Yakni, Stasiun Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi,” ungkapnya.

Meski begitu, Mahendro menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir yang memilih untuk tetap bepergian jauh dengan menggunakan transportasi KA. Daop 9 Jember sebagai penyedia jasa transportasi publik, turut serta dan berperan aktif mendukung pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19 dengan menerapkan Protokol Penanganan Covid-19 di stasiun-stasiun yang berada pada wilayah kerjanya.

Beberapa langkah yang dilakukan Daop 9 Jember guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, dengan melakukan pencucian, baik eksterior dan interior rangkaian kereta, menyiagakan petugas kebersihan di stasiun maupun di atas kereta api dan melakukan pembersihan di stasiun pada tempat-tempat yang sering digunakan oleh banyak orang.

Pihaknya juga melakukan penyediaan hand sanitizer di setiap stasiun, sosialisasi kepada penumpang kereta terkait Covid-19 dan langkah pencegahannya, pembagian masker di sejumlah stasiun kepada penumpang serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan pos kesehatan yang ada di stasiun.

Daop 9 juga menyediakan petugas untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang KA saat boarding dengan menggunakan thermometer gun, dengan batas suhu tubuh 38 derajat Celsius. Apabila kedapatan suhu badan calon penumpang sama atau lebih dari 38 derajat Celsius, maka penumpang itu dilarang melanjutkan perjalanan. Dan tiket penumpang tersebut dapat dikembalikan penuh 100 persen.

Untuk penumpang suspect yang membawa pendamping, maka tiket dapat dikembalikan penuh untuk maksimal empat orang dalam satu kode booking. Jika beda kode booking, maka bea tiket yang dapat dikembalikan maksimal adalah untuk dua orang sebagai pendamping.

“Kami juga mengimbau kepada penumpang yang dalam kondisi tidak fit agar tidak memaksakan naik kereta api. Selain itu, diharapkan penumpang untuk melapor kepada petugas stasiun atau kondektur, jika merasa tidak sehat. Sehingga, dapat ditindaklanjuti oleh petugas,” terang Mahendro.

Korona yang sudah ditetapkan menjadi bencana nonalam, juga membawa dampak pada perusahaan di Kabupaten Pasuruan. Utamanya yang tujuannya ekspor ke Asia misal Tiongkok, Singapura, dan sebagainya.

“Termasuk bahan baku yang dari Tiongkok juga sementara ini masih menghabiskan stok. Memang cenderung ada penurunan omzet terutama yang terkait ekspor ke negara-negara di Asia Timur,” terang Hendro Tri Hartanto, ketua Apindo Kabupaten Pasuruan yang juga General Affair PT Ambrico. (riz/eka/fun)