Bromo Semburkan Abu Setinggi Sekitar 1.500 Meter dari Kawah

MASIH AMAN: Asap dari aktivitas vulkanik Bromo yang menyembur, kemarin. Meski terjadi peningkatan aktivitas, Bromo masih dalam status di Waspada Level II. (Foto: Relawan Bromo for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SUKAPURA – Aktivitas Gunung Bromo terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Minggu (17/3), Bromo menyemburkan asap abu vulkanik dengan ketinggian mencapai sekitar 1.500 meter dari kawah. Bahkan, gempa tremor dari Gunung Bromo meningkat dengan dominan 2 mm. Padahal, sebelumnya hanya sekitar 1 mm.

Aktivitas Gunung Bromo yang keluarkan asap abu vulkanik juga mengakibatkan hujan abu di sejumlah desa. Meski begitu, status Bromo tetap Waspada Level II. Sehingga, aktivitas Gunung Bromo masih aman dikunjungi wisatawan. Bahkan, peningkatan aktivitas Bromo itu tidak mengganggu warga sekitar Bromo ataupun wisatawan.

“Betul naik sedikit. Masih kami pantau 2 hari ke depan apakah menerus atau tidak,” kata Hendra Gunawan, kepala Bidang Mitigasi PVMBG pada Jawa Pos Radar Bromo.

Meski demikian, dikatakan Hendra, situasi dan kondisi masih aman dikunjungi wisatawan. Warga sekitar kawasan Bromo pun tidak terganggu dengan adanya kenaikan aktivitas itu.

“Peringatan bahaya dari PVMBG berdasar pengamatan dan peta kawasan rawan bencana Gunung Bromo adalah radius 1 kilometer. Dengan ancaman bahaya lontaran batu atau material pijar,” katanya.

Hendra menjelaskan, kondisi terkini cuaca cerah, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut, timur, barat dan barat laut. Suhu udara 12-21 derajat Celsius, kelembaban udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Volume curah hujan 3.2 mm per hari. “Sempat hujan abu di sekitar PPGA Bromo. Karena kebetulan dibawa angin ke arah timur,” ujarnya. (mas/fun)