MUI Sebut Kasus Penculikan Anak di Kraksaan Harus Jadi Pelajaran

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya kasus percobaan penculikan anak beberapa waktu laku menyedot perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. MUI berharap menjadi pelajaran bagi semua pihak. Sehingga, kejadian serupa nantinya tidak lagi terjadi di Kabupaten Probolinggo.

Hal itu diungkap Yasin, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo. “Kejadian itu kami harap menjadi pelajaran, sehingga masyarakat selalu waspada dan lebih berhati-hati dalam menjaga anak,” katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya kejadian itu semua pihak harus turut andil dalam menjaga keamanan anak. Caranya, semua pihak saling bekerja sama. Seperti orang tua dengan pihak sekolah dan lingkungan sekitar. “Juga kerja sama dengan pihak penegak hukum. Ketika terjadi sesuatu kepada anak yang dianggap membahayakan segera melaporkan kepada pihak berwajib,” terangnya.

Kerja sama tersebut sangatlah penting. Mengingat saat anak di sekolah maka tanggung jawab penjagaan merupakan tanggung jawab pihak sekolah. Begitu juga sebaliknya, ketika anak di rumah, maka orang tualah yang bertanggung jawab penuh.

“Intinya, saling menjaga. Sehingga, ketika anak-anak berada dimanapun merasa aman,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, CLD, 13, siswi SDN di Kraksaan menjadi korban percobaan penculikan oleh empat orang dengan mengendari mobil warna hitam. Beruntung, ia bisa menyelamatkan diri hingga sampai di sekolah. (sid/fun)