Dua Motor Balapan di Jl KH Hasan Genggong, Satu Meninggal, 2 Luka

KANIGARAN, Radar Bromo – Gara-gara dua motor diduga balapan, satu orang meninggal dunia, Sabtu (14/12) malam. Korban meninggal yaitu Slamet Hariyanto, 49, warga Jl. KH. Abd. Aziz, RT 01/RW 06 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Slamet meninggal seketika di lokasi kejadian dengan luka pada kepalanya. Selain itu, tangan dan kakinya patah. Dia langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Selain itu, dua korban mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut. Yaitu, Rayhan Ibnu Hajar S, 18, warga RT 09/RW 04, Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Dia mengalami luka gores di bagian tangan dan kakinya.

Satu lagi korban luka adalah Mahfud Arif, 21, warga RT 8/RW 4, Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan. Mereka berdua lantas dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Kecelakaan itu terjadi di Jl KH Hasan Genggong, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran. Korban luka-luka Mahfud Arif menceritakan, mulanya dia bersama dua rekannya hendak ngopi di Jalan Cokroaminoto.

Mereka mengendarai motor masing-masing. Rayhan naik Honda Tiger Nopol N 4936 R. Sementara Mahfud mengendarai Honda GL Pro Nopol L 6020 MY.

“Kami berkendara beriringan dari selatan menuju utara. Rayhan di depan, saya di belakangnya. Dan yang paling akhir ada teman saya satu,” beber Mahfud.

Sampai di lokasi kejadian, motor Tiger yang dikendarai Rayhan bersenggolan dengan motor Honda Revo tidak dikenal. Motor Rayhan oleng dan menabrak motor Honda Karisma Nopol B 4413 RR yang dikendarai Slamet Hariyanto.

Motor Rayhan lantas jatuh. Saat jatuh itulah, Mahfud yang mengendarai motornya di belakang Rayhan, menabrak motor Rayhan.

“Kalau bapak pengendara Karisma (korban meninggal, Red.), saya tidak tahu dari mana. Apakah hendak menyeberang atau dari arah berlawanan,” tutur Mahfud.

Sementara itu, pemeriksaan anggota Satlantas Polresta Probolinggo mengatakan hal berbeda. PS Kanit Laka Satlantas Polresta Probolinggo Bripka Agus Effendi menyebut, kecelakaan terjadi karena Rayhan mengendarai Honda Tiger kurang hati-hati.

Mulanya menurutnya, Honda Tiger yang dikendarai Rayhan balapan dengan Honda GL Pro yang dikendarai Mahfud. Keduanya melaju dari arah selatan ke utara.

Sesampai di lokasi kejadian, keduanya senggolan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju Honda Karisma yang dikendarai Slamet Hariyanto. Slamet melaju dari utara ke selatan. Akibat senggolan tersebut, motor Rayhan menghantam motor Slamet.

“Kecelakaan terjadi diduga karena saudara Rayhan dan Mahfud berkendara dengan tidak tertib. Sehingga, terjadilah tabrakan,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, Slamet meninggal dunia. Sedangkan Rayhan dan Mahfud mengalami luka-luka.

“Penyebab terjadinya kecelakaan karena kurang hati-hatinya pengendara Honda Tiger dan Honda GL Pro,” jelasnya. (rpd/hn)