alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Menteri Pertanian Kunjungi Kebun di Grati, Cicipi Anggur Janetes SP 1 dan Target Ekspor Mangga Meningkat

GRATI, Radar Bromo – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan ekspor komoditas mangga terus meningkat setiap tahun. Sebab, sejauh ini kebutuhan mangga di pasar internasional masih sangat tinggi.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo di sela-sela lawatannya ke Pasuruan, Jumat (15/11). Ia mendatangi lokasi Instalasi Pembibitan dan Pengembangan Teknologi Pertanian (IP2TP) di Desa Cukurgodang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Yasin Limpo tiba di lokasi sekitar pukul 09.30. Ia tiba bersama anggota DPR RI Komisi IV, Hasan Aminuddin dan Wabup Pasuruan Mujib Imron. Setibanya di lokasi, ia langsung mencicipi anggur yang baru dikembangkan oleh IP2TP. Ia pun langsung menamai anggur itu dengan nama Janetes SP 1.

Diakui oleh Yasin Limpo, penamaan Janetes SP 1 ini tidak ada alasan khusus. Janetes ini kependekan dari pengembangan dan tes. Sementara SP 1 adalah percobaan yang pertama. Maksudnya, ia berharap agar ada varietas anggur unggul lainnya setelah Janetes ini.

Tak hanya itu, dia juga melihat komoditas mangga yang dikembangkan. Mulai dari Mangga Alpukat hingga Mangga Pisang. Bahkan, Yasin Limpo sempat melihat sejumlah komoditas mangga yang akan diekspor oleh KSIP Solusi Mandiri.

ANDALAN PASURUAN: Menteri Syahrul Yasin Limpo berharap, Republik Indonesia ekspor mangga di Indonesia bisa meningkat. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Yasin Limpo mengaku, komoditas mangga asal Indonesia diekspor ke Singapura dan sejumlah negara ASEAN lainnya. Rata-rata setiap tahunnya, Indonesia bisa mengekspor hingga 10 ribu ton mangga. Namun, jumlah ini sebenarnya masih jauh dari target.

Sebab, kebutuhan mangga ekspor ini mencapai 60 ribu ton. Karena itu, pihaknya menargetkan ke depannya, ekspor komoditas mangga yang dilakukan Indonesia bisa terus meningkat secara bertahap setiap tahun.

Salah satunya dengan mendorong pengembangan oleh kelompok petani di setiap daerah. Mulai dari tingkat desa. Misalnya dengan memberikan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah setiap tahun yang bisa dipinjam dalam waktu berjangka.

Ia mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh IP2TP dan kelompok petani yang berada di dalamnya. Sebab ini merupakan salah satu dari target dari program Presiden Jokowi untuk swasembada pangan RI.

“Kami sedang mengupayakan peningkatan KUR untuk petani hingga Rp 50 triliun per tahun. Sehingga, bisa mendorong peningkatan komoditas mangga unggul dalam negeri,” ungkap Yasin Limpo.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementan RI Fadjry Jufri menjelaskan, mangga merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia. Indonesia merupakan produsen mangga terbesar dengan produksi mencapai 2.178.826 ton dan penghasil tertinggi adalah Jawa Timur.

IP2TP sendiri memiliki lahan seluas 13 ribu hektare untuk komoditas mangga. Dengan 2.000 batang mangga dan 16 varietas unggul yang telah terdaftar di Kementan. Varietas ini di antaranya Mangga Gading, Mangga Garifta Gading, dan Mangga Garifta Merah.

“Khusus untuk komoditas mangga, kami sudah pernah memproduksi sebanyak 370 ribu benih. Dan disebar ke 18 provinsi se-Indonesia,” pungkasnya. (riz/hn/fun)

GRATI, Radar Bromo – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan ekspor komoditas mangga terus meningkat setiap tahun. Sebab, sejauh ini kebutuhan mangga di pasar internasional masih sangat tinggi.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo di sela-sela lawatannya ke Pasuruan, Jumat (15/11). Ia mendatangi lokasi Instalasi Pembibitan dan Pengembangan Teknologi Pertanian (IP2TP) di Desa Cukurgodang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Yasin Limpo tiba di lokasi sekitar pukul 09.30. Ia tiba bersama anggota DPR RI Komisi IV, Hasan Aminuddin dan Wabup Pasuruan Mujib Imron. Setibanya di lokasi, ia langsung mencicipi anggur yang baru dikembangkan oleh IP2TP. Ia pun langsung menamai anggur itu dengan nama Janetes SP 1.

Diakui oleh Yasin Limpo, penamaan Janetes SP 1 ini tidak ada alasan khusus. Janetes ini kependekan dari pengembangan dan tes. Sementara SP 1 adalah percobaan yang pertama. Maksudnya, ia berharap agar ada varietas anggur unggul lainnya setelah Janetes ini.

Tak hanya itu, dia juga melihat komoditas mangga yang dikembangkan. Mulai dari Mangga Alpukat hingga Mangga Pisang. Bahkan, Yasin Limpo sempat melihat sejumlah komoditas mangga yang akan diekspor oleh KSIP Solusi Mandiri.

ANDALAN PASURUAN: Menteri Syahrul Yasin Limpo berharap, Republik Indonesia ekspor mangga di Indonesia bisa meningkat. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Yasin Limpo mengaku, komoditas mangga asal Indonesia diekspor ke Singapura dan sejumlah negara ASEAN lainnya. Rata-rata setiap tahunnya, Indonesia bisa mengekspor hingga 10 ribu ton mangga. Namun, jumlah ini sebenarnya masih jauh dari target.

Sebab, kebutuhan mangga ekspor ini mencapai 60 ribu ton. Karena itu, pihaknya menargetkan ke depannya, ekspor komoditas mangga yang dilakukan Indonesia bisa terus meningkat secara bertahap setiap tahun.

Salah satunya dengan mendorong pengembangan oleh kelompok petani di setiap daerah. Mulai dari tingkat desa. Misalnya dengan memberikan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah setiap tahun yang bisa dipinjam dalam waktu berjangka.

Ia mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh IP2TP dan kelompok petani yang berada di dalamnya. Sebab ini merupakan salah satu dari target dari program Presiden Jokowi untuk swasembada pangan RI.

“Kami sedang mengupayakan peningkatan KUR untuk petani hingga Rp 50 triliun per tahun. Sehingga, bisa mendorong peningkatan komoditas mangga unggul dalam negeri,” ungkap Yasin Limpo.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementan RI Fadjry Jufri menjelaskan, mangga merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia. Indonesia merupakan produsen mangga terbesar dengan produksi mencapai 2.178.826 ton dan penghasil tertinggi adalah Jawa Timur.

IP2TP sendiri memiliki lahan seluas 13 ribu hektare untuk komoditas mangga. Dengan 2.000 batang mangga dan 16 varietas unggul yang telah terdaftar di Kementan. Varietas ini di antaranya Mangga Gading, Mangga Garifta Gading, dan Mangga Garifta Merah.

“Khusus untuk komoditas mangga, kami sudah pernah memproduksi sebanyak 370 ribu benih. Dan disebar ke 18 provinsi se-Indonesia,” pungkasnya. (riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/