Akibat Saling Cokot, Tiga Pengedar Ini Diringkus Polisi

BANGIL – Tiga pengedar pil koplo diringkus anggota Satreskoba Polres Pasuruan. Mereka diciduk, setelah saling cokot satu dengan yang lain.

Kasatreskoba Polres Pasuruan, AKP Nanang Sugiyono mengungkapkan, ketiganya berhasil ditangkap Selasa (13/11). Penangkapan tersebut dilakukan, setelah petugas melakukan penyelidikan dan pengembangan. Ketiganya ditangkap secara bergiliran.

Mulanya, petugas melakukan penangkapan terhadap Basir, 26, warga Karangjati Anyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Petugas berhasil menangkapnya saat berada di rumahnya, sekitar pukul 13.00.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 3.925 butir pil koplo, tiga botol plastik dan sejumlah barang bukti lainnya. “Dari situ, kami lakukan introgasi dan mengembang ke tersangka lainnya,” kata Nanang-sapaannya.

Kepada petugas, tersangka mengaku kalau barang tersebut diperoleh dari Ahmad Khafi Husni, 19, warga Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Berangkat dari situlah, petugas kemudian meminta Basir untuk menghubungi Ahmad Khafi. Supaya, Ahmad Khafi datang ke rumah Basir.

Ahmad Khafi yang tak mengetahui kalau rekannya itu telah dicokok polisi, akhirnya datang. Ia datang dengan membawa 4 ribu butri pil koplo. “Begitu tersangka datang, kami langsung menyergapnya,” tutur Nanang.

Petugas melakukan introgasi kembali. Hasilnya, Ahmad Khafi mengaku, telah memperoleh barang dari Jumadi, 20, warga Karangjati Anyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Dari keterangan itulah, petugas bergerak ke rumah Jumadi. Selanjutnya, penangkapan dilakukan. Dari tangan Jumadi itu, petugas mengamankan 650 butir pil koplo, empat botol plastik dan beberapa barang bukti lainnya. “Total barang bukti pil koplo yang kami amankan, sebanyak 8.575 butir,” bebernya.

Bersama barang bukti yang ditemukan, para pelaku kemudian digelandang ke Mapolres Pasuruan. Ketiganya kompak nekat menjual pil koplo lantaran tidak memiliki pekerjaan lainnya.

“Ketiganya tidak memiliki pekerjaan. Makanya mereka nekat mengedarkan pil ketersediaan farmasi tanpa izin,” ulasnya.

Karena perbuatannya itu, ketiganya dijerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/fun)