alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Rehab Tiga Pasar di Kab Pasuruan Ini Terancam Molor

BANGIL, Radar Bromo– Rehabilitasi fisik tiga pasar daerah di Kabupaten Pasuruan, terancam molor. Sebab mendekati batas waktu pelaksanaan, progresnya masih jauh dari harapan. Bahkan, ada yang saat ini masih tahap lelang.

Padahal, pembangunan tiga pasar itu seharusnya diselesaikan Desember 2020. Sementara saat ini, waktu yang tersedia hanya tinggal dua bulan.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko membenarkan, ada tiga pasar yang direhab tahun ini. Yaitu, Pasar Gondangwetan, Purwosari dan Pasar Pasrepan. Revitalisasi itu dilakukan agar kondisi fisik tiga pasar daerah tersebut lebih representatif.

Anggaran rehab masing-masing pasar berbeda. Pasar Gondangwetan dianggarkan kurang lebih Rp 4 miliar. Pasar Purwosari digerojok anggaran Rp 5 miliar. Dan Pasar Pasrepan dianggarkan Rp 750 juta. “Total alokasi anggaran yang disiapkan hampir Rp 10 miliar,” sampainya.

Rehab dilakukan dengan membangun kios yang dikonsep sebagai pasar modern. Seperti di Pasar Gondangwetan dan Purwosari. Sementara, rehab fisik di Pasar Pasrepan dilakukan dengan membangun pagar dan beberapa infrastruktur lain.

Menurut Yudha, saat ini rehab fisik di Pasar Gondangwetan dan Purwosari sudah berjalna. Namun, progresnya memang masih rendah. Yaitu, baru 4 – 27 persen. Sedangkan rehabi fisik di Pasar Pasrepan, masih sampai pada tahap lelang.

Rendahnya progres rehab fisik ini dikatakan Yudha, dipengaruhi refocusing anggaran. Ia menegaskan, terus mendorong agar pelaksanaan pembangunan pasar itu bisa direalisasikan sesuai jadwal. Karena ditargetkan, Desember sudah harus diselesaikan.

“Pembangunannya kan baru bisa dimulai. Sehingga, progresnya masih rendah. Kami terus memonitoring pengerjaannya. Supaya bisa selesai tepat waktu,” ulasnya. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo– Rehabilitasi fisik tiga pasar daerah di Kabupaten Pasuruan, terancam molor. Sebab mendekati batas waktu pelaksanaan, progresnya masih jauh dari harapan. Bahkan, ada yang saat ini masih tahap lelang.

Padahal, pembangunan tiga pasar itu seharusnya diselesaikan Desember 2020. Sementara saat ini, waktu yang tersedia hanya tinggal dua bulan.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko membenarkan, ada tiga pasar yang direhab tahun ini. Yaitu, Pasar Gondangwetan, Purwosari dan Pasar Pasrepan. Revitalisasi itu dilakukan agar kondisi fisik tiga pasar daerah tersebut lebih representatif.

Anggaran rehab masing-masing pasar berbeda. Pasar Gondangwetan dianggarkan kurang lebih Rp 4 miliar. Pasar Purwosari digerojok anggaran Rp 5 miliar. Dan Pasar Pasrepan dianggarkan Rp 750 juta. “Total alokasi anggaran yang disiapkan hampir Rp 10 miliar,” sampainya.

Rehab dilakukan dengan membangun kios yang dikonsep sebagai pasar modern. Seperti di Pasar Gondangwetan dan Purwosari. Sementara, rehab fisik di Pasar Pasrepan dilakukan dengan membangun pagar dan beberapa infrastruktur lain.

Menurut Yudha, saat ini rehab fisik di Pasar Gondangwetan dan Purwosari sudah berjalna. Namun, progresnya memang masih rendah. Yaitu, baru 4 – 27 persen. Sedangkan rehabi fisik di Pasar Pasrepan, masih sampai pada tahap lelang.

Rendahnya progres rehab fisik ini dikatakan Yudha, dipengaruhi refocusing anggaran. Ia menegaskan, terus mendorong agar pelaksanaan pembangunan pasar itu bisa direalisasikan sesuai jadwal. Karena ditargetkan, Desember sudah harus diselesaikan.

“Pembangunannya kan baru bisa dimulai. Sehingga, progresnya masih rendah. Kami terus memonitoring pengerjaannya. Supaya bisa selesai tepat waktu,” ulasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/