alexametrics
29.3 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Kendala Cuaca, Pemadaman Gunung Ringgit dengan Water Bombing Ditunda

PRIGEN, Radar Bromo – Cuaca berkabut dan mendung, membuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menggunakan water bombing di Gunung Ringgit, ditunda. Sebab, persiapan pemadaman kemarin (15/10) sampai sore. Sehingga, tidak mungkin dilanjutkan dengan pemadaman.

Rencananya, pemadaman di wilayah Tahura R. Soerjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, itu akan dilakukan hari ini. Water bombing dilakukan dengan menggunakan satu unit helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang didatangkan dari Kalimantan.

“Karena terkendala cuaca, water bombing untuk pemadaman kebakaran hutan di Gunung Ringgit ditunda. Rencana awalnya, pemadaman dilakukan Selasa (15/10) siang hingga sore dan dilanjut hari ini (16/10),” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Namun, helikopter menurut Bakti -sapaan akrabnya-, baru sampai siang hari di Pasuruan setelah lebih dulu transit di Lanud Abdurrahman Saleh.

BAKAL DIKERAHKAN: Helikopter untuk pemadaman karhutla dengan water bombing sudah tiba di di Lanud Abdurrahman Saleh, Senin sore (15/10). (Istimewa)

Begitu sampai di Pasuruan, petugas melakukan persiapan pemadaman sampai sore. Termasuk mapping area yang akan dipadamkam, juga mencari sumber air untuk pemadaman.

Semua persiapan itu baru selesai dilakukan sore. Sementara pemadaman tidak mungkin dilakukan di sore hari. Sebab, area hutan dalam kondisi gelap. Itulah mengapa, pemadaman akhirnya ditunda dan baru akan dilakukan hari ini.

Pemadaman menggunakan water bombing dilanjutkan Bakti, ditempuh untuk menindaklanjuti status tanggap darurat karhutla yang dikeluarkan Bupati Pasuruan. Di sisi lain, pihaknya mengajukan pemadaman menggunakan water bombing ke BNPB RI melalui Gubernur Jatim.

Pertimbangannya, titik api yang masih berkobar di Gunung Ringgit berada di lokasi sulit. Sehingga, tidak bisa dijangkau dengan pemadaman manual.

Titik api itu ada di dua lokasi. Keduanya ada di wilayah Tahura R Soerjo di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen.

“Titik lain sudah padam sejak Senin (14/10) malam. Lalu, Selasa (15/10) pagi muncul dua titik api baru di medan yang sulit. Yaitu di tebing yang curam dan sekelilingnya terdapat jurang. Karena itu, pemadaman lebih efektif menggunakan water bombing,” lanjutnya.

Sementara itu, teknis pemadaman menggunakan water bombing hari ini, tetap dipandu oleh petugas dari Tahura R. Soerjo. Sebab, mereka yang mengetahui secara persis titik koordinat lokasi kebakaran.

Helikopter sendiri, tetap transit di Lanud Abdurahman Saleh di Malang. Sementara pengambilan air untuk pemadaman dilakukan di Selorejo, Malang.

“Pemadaman dengan water bombing selain di Gunung Ringgit wilayah Pasuruan, juga dilakukan di wilayah Tahura R. Soerjo di Kabupaten Malang dan Mojokerto. Di sana juga ada kebakaran hutan. Untuk pemadamannya dilakukan sesuai prioritas,” ucap Bakti.

Sementara itu, Kepala Resort III Tahura R. Soerjo wilayah Pasuruan Agus Budi Utomo menegaskan, memang ada titik api baru di lapangan yang sulit dijangkau oleh pemadaman manual. “Memang masih ada titik api baru dan di lapangan belum padam. Pemadamannya sulit dijangkau dengan cara manual karena lokasinya sulit. Jika dipaksakan akan membahayakan petugas,” jelasnya.

Sedangkan kebakaran yang terjadi Senin (14/10) pagi, malamnya sudah padam. Bahkan, semua petugas yang melakukan pemadaman langsung turun. Mereka turun untuk recovery atau istirahat. Baik itu dari pamhut, relawan, TNI, dan Polri.

“Titik api yang masih menyala sampai sekarang, mulai diketahui pada Selasa (15/10). Pemadaman manual tidak dilakukan karena medan membahayakan. Di lapangan tinggal mengandalkan water bombing atau turunnya hujan,” ungkapnya. (zal/hn)

PRIGEN, Radar Bromo – Cuaca berkabut dan mendung, membuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menggunakan water bombing di Gunung Ringgit, ditunda. Sebab, persiapan pemadaman kemarin (15/10) sampai sore. Sehingga, tidak mungkin dilanjutkan dengan pemadaman.

Rencananya, pemadaman di wilayah Tahura R. Soerjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, itu akan dilakukan hari ini. Water bombing dilakukan dengan menggunakan satu unit helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang didatangkan dari Kalimantan.

“Karena terkendala cuaca, water bombing untuk pemadaman kebakaran hutan di Gunung Ringgit ditunda. Rencana awalnya, pemadaman dilakukan Selasa (15/10) siang hingga sore dan dilanjut hari ini (16/10),” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Namun, helikopter menurut Bakti -sapaan akrabnya-, baru sampai siang hari di Pasuruan setelah lebih dulu transit di Lanud Abdurrahman Saleh.

BAKAL DIKERAHKAN: Helikopter untuk pemadaman karhutla dengan water bombing sudah tiba di di Lanud Abdurrahman Saleh, Senin sore (15/10). (Istimewa)

Begitu sampai di Pasuruan, petugas melakukan persiapan pemadaman sampai sore. Termasuk mapping area yang akan dipadamkam, juga mencari sumber air untuk pemadaman.

Semua persiapan itu baru selesai dilakukan sore. Sementara pemadaman tidak mungkin dilakukan di sore hari. Sebab, area hutan dalam kondisi gelap. Itulah mengapa, pemadaman akhirnya ditunda dan baru akan dilakukan hari ini.

Pemadaman menggunakan water bombing dilanjutkan Bakti, ditempuh untuk menindaklanjuti status tanggap darurat karhutla yang dikeluarkan Bupati Pasuruan. Di sisi lain, pihaknya mengajukan pemadaman menggunakan water bombing ke BNPB RI melalui Gubernur Jatim.

Pertimbangannya, titik api yang masih berkobar di Gunung Ringgit berada di lokasi sulit. Sehingga, tidak bisa dijangkau dengan pemadaman manual.

Titik api itu ada di dua lokasi. Keduanya ada di wilayah Tahura R Soerjo di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen.

“Titik lain sudah padam sejak Senin (14/10) malam. Lalu, Selasa (15/10) pagi muncul dua titik api baru di medan yang sulit. Yaitu di tebing yang curam dan sekelilingnya terdapat jurang. Karena itu, pemadaman lebih efektif menggunakan water bombing,” lanjutnya.

Sementara itu, teknis pemadaman menggunakan water bombing hari ini, tetap dipandu oleh petugas dari Tahura R. Soerjo. Sebab, mereka yang mengetahui secara persis titik koordinat lokasi kebakaran.

Helikopter sendiri, tetap transit di Lanud Abdurahman Saleh di Malang. Sementara pengambilan air untuk pemadaman dilakukan di Selorejo, Malang.

“Pemadaman dengan water bombing selain di Gunung Ringgit wilayah Pasuruan, juga dilakukan di wilayah Tahura R. Soerjo di Kabupaten Malang dan Mojokerto. Di sana juga ada kebakaran hutan. Untuk pemadamannya dilakukan sesuai prioritas,” ucap Bakti.

Sementara itu, Kepala Resort III Tahura R. Soerjo wilayah Pasuruan Agus Budi Utomo menegaskan, memang ada titik api baru di lapangan yang sulit dijangkau oleh pemadaman manual. “Memang masih ada titik api baru dan di lapangan belum padam. Pemadamannya sulit dijangkau dengan cara manual karena lokasinya sulit. Jika dipaksakan akan membahayakan petugas,” jelasnya.

Sedangkan kebakaran yang terjadi Senin (14/10) pagi, malamnya sudah padam. Bahkan, semua petugas yang melakukan pemadaman langsung turun. Mereka turun untuk recovery atau istirahat. Baik itu dari pamhut, relawan, TNI, dan Polri.

“Titik api yang masih menyala sampai sekarang, mulai diketahui pada Selasa (15/10). Pemadaman manual tidak dilakukan karena medan membahayakan. Di lapangan tinggal mengandalkan water bombing atau turunnya hujan,” ungkapnya. (zal/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/