alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Harga Tembakau Makin Murah, Tapi Bukan karena Tembakau Luar Daerah

PAITON, Radar Bromo – Sejak beberapa pekan terakhir harga tembakau di Kabupaten Probolinggo semakin murah. Jika pada akhir Agustus lalu mencapai Rp 37 ribu per kilogram, kini hanya Rp 24 ribu per kilogram.

Isunya, harga tembakau ini semakin murah karena ada dropping tembakau dari luar daerah, sehingga menekan harga tembakau di Kabupaten Probolinggo. Karenanya, Selasa (15/10) Pemkab Probolinggo menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang tembakau.

Sidak itu diikuti anggota DPR RI Hasan Aminuddin dan Dandim 0820 Letkol Infanteri Imam Wibowo. Sekitar pukul 11.00, mereka menuju gudang penyimpanan tembakau milik PT Gudang Garam di Paiton. Sayang, awak media tak boleh ikut masuk ke area gudang.

Usai melakukan sidak, Hasan mengaku berterima kasih kepada pihak Gudang Garam. Sebab, siap membeli tembakau dari petani hingga panen selesai. “Kami harapkan memang seperti itu, sehingga tidak membuat petani resah. Karena itu, kami berterima kasih,” ujarnya.

BERI KETERANGAN: Hasan Aminuddin ketika memberikan keterangan kepada awak media usai sidak gudang tembakau, Selasa (15/10) pagi. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat ditanya mengenai isu gudang membeli tembakau dari luar daerah, Hasan menepisnya. Menurutnya, secara logika hal itu tidak akan terjadi. Sebab, jika dari luar daerah menjual tembakaunya ke Probolinggo, akan rugi di ongkos. “Jadi, mereka akan berpikir kembali untuk hal itu,” ujar suami Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari itu.

Pernyataan Hasan dibenarkan oleh Supervisior PT Gudang Garam Boy Jonatan. Ia mengaku tidak mungkin membeli tembakau dari luar daerah. Apalagi, masing-masing daerah memiliki cita rasa berbeda. Pihaknya juga memiliki gudang di daerah-daerah penghasil tembakau. “Itu tidak mungkin. Jika ketemu, pasti yang membawa akan dikeluarkan,” ujarnya.

Boy menjelaskan, untuk tembakau luar daerah, pihaknya hanya membeli dari Situbondo. Itu pun hanya tembakau dari beberapa kecamatan. “Kalau Besuki itu sama dengan di sini (Probolinggo) karena itu kami beli,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nang Trijoko Suhartono mengatakan, turunnya harga tembakau memang sudah hukum pasar. “Jadi, ketika stok banyak, harga menurun,” ujarnya.

Menurutnya, luas areal tanam tembakau diduga sudah melebihi dari target. Pada Agustus lalu luasan areal tanam hampir menyamai target, sudah mencapai sekitar 10.325 hektare, sedangkan targetnya 10.774 hektare. “Saat ini banyak juga yang baru tanam,” ujarnya. (sid/rud)

PAITON, Radar Bromo – Sejak beberapa pekan terakhir harga tembakau di Kabupaten Probolinggo semakin murah. Jika pada akhir Agustus lalu mencapai Rp 37 ribu per kilogram, kini hanya Rp 24 ribu per kilogram.

Isunya, harga tembakau ini semakin murah karena ada dropping tembakau dari luar daerah, sehingga menekan harga tembakau di Kabupaten Probolinggo. Karenanya, Selasa (15/10) Pemkab Probolinggo menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang tembakau.

Sidak itu diikuti anggota DPR RI Hasan Aminuddin dan Dandim 0820 Letkol Infanteri Imam Wibowo. Sekitar pukul 11.00, mereka menuju gudang penyimpanan tembakau milik PT Gudang Garam di Paiton. Sayang, awak media tak boleh ikut masuk ke area gudang.

Usai melakukan sidak, Hasan mengaku berterima kasih kepada pihak Gudang Garam. Sebab, siap membeli tembakau dari petani hingga panen selesai. “Kami harapkan memang seperti itu, sehingga tidak membuat petani resah. Karena itu, kami berterima kasih,” ujarnya.

BERI KETERANGAN: Hasan Aminuddin ketika memberikan keterangan kepada awak media usai sidak gudang tembakau, Selasa (15/10) pagi. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat ditanya mengenai isu gudang membeli tembakau dari luar daerah, Hasan menepisnya. Menurutnya, secara logika hal itu tidak akan terjadi. Sebab, jika dari luar daerah menjual tembakaunya ke Probolinggo, akan rugi di ongkos. “Jadi, mereka akan berpikir kembali untuk hal itu,” ujar suami Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari itu.

Pernyataan Hasan dibenarkan oleh Supervisior PT Gudang Garam Boy Jonatan. Ia mengaku tidak mungkin membeli tembakau dari luar daerah. Apalagi, masing-masing daerah memiliki cita rasa berbeda. Pihaknya juga memiliki gudang di daerah-daerah penghasil tembakau. “Itu tidak mungkin. Jika ketemu, pasti yang membawa akan dikeluarkan,” ujarnya.

Boy menjelaskan, untuk tembakau luar daerah, pihaknya hanya membeli dari Situbondo. Itu pun hanya tembakau dari beberapa kecamatan. “Kalau Besuki itu sama dengan di sini (Probolinggo) karena itu kami beli,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nang Trijoko Suhartono mengatakan, turunnya harga tembakau memang sudah hukum pasar. “Jadi, ketika stok banyak, harga menurun,” ujarnya.

Menurutnya, luas areal tanam tembakau diduga sudah melebihi dari target. Pada Agustus lalu luasan areal tanam hampir menyamai target, sudah mencapai sekitar 10.325 hektare, sedangkan targetnya 10.774 hektare. “Saat ini banyak juga yang baru tanam,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/