alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

BPBD: Waspadai Kenaikan Suhu di Pancaroba, Suhu Bisa 38 Derajat Celcius

PURWOREJO, Radar Bromo – Memasuki Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan meminta masyarakat untuk mewaspadai kenaikan suhu yang drastis. Kondisi ini menyebabkan cuaca di wilayah Pasuruan sangat panas.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang mengalami gelombang panas. Fenomena ini menyebabkan cuaca saat siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius.

“Untuk wilayah Kota Pasuruan, suhu saat siang hari bisa mencapai 38 derajat celcius. Kondisi ini juga tidak terlepas musim pancaroba yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Catur-sapaan akrabnya menjelaskan selama terjadinya fenomena ini, pihaknya berharap agar masyarakat waspada pada pola konsumsi air minum. Salah satunya dengan menghindari menggunakan air dingin secara langsung, baik itu untuk minum atau hanya sekedar cuci muka.

Ini lebih bijak jika masyarakat mengistirahatkan tubuh yang terkena sengatan matahari secara langsung selama 30 menit. Tujuannya untuk membuat tubuh menjadi dingin sesuai suhu dalam ruangan. Sebaliknya, masyarakat bisa mengonsumsi air hangat sebagai gantinya.

Kondisi ini bukannya tanpa alasan. Sebab di haru yang panas, meminum air dingin bisa menyebabkan terjadinya kontraksi pada pembuluh darah lebih cepat. Akibatnya, bisa berakibat buruk pada pandangan mata dan kondisi tubuh.

“Selama fenomena ini, masyarakat diharapkan untuk mengonsumsi air putih secara cukup. Dan hindari meneguk langsung minuman, melainkan minum sedikit demi sedikit secara perlahan,” terang Catur. (riz/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Memasuki Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan meminta masyarakat untuk mewaspadai kenaikan suhu yang drastis. Kondisi ini menyebabkan cuaca di wilayah Pasuruan sangat panas.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang mengalami gelombang panas. Fenomena ini menyebabkan cuaca saat siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius.

“Untuk wilayah Kota Pasuruan, suhu saat siang hari bisa mencapai 38 derajat celcius. Kondisi ini juga tidak terlepas musim pancaroba yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Catur-sapaan akrabnya menjelaskan selama terjadinya fenomena ini, pihaknya berharap agar masyarakat waspada pada pola konsumsi air minum. Salah satunya dengan menghindari menggunakan air dingin secara langsung, baik itu untuk minum atau hanya sekedar cuci muka.

Ini lebih bijak jika masyarakat mengistirahatkan tubuh yang terkena sengatan matahari secara langsung selama 30 menit. Tujuannya untuk membuat tubuh menjadi dingin sesuai suhu dalam ruangan. Sebaliknya, masyarakat bisa mengonsumsi air hangat sebagai gantinya.

Kondisi ini bukannya tanpa alasan. Sebab di haru yang panas, meminum air dingin bisa menyebabkan terjadinya kontraksi pada pembuluh darah lebih cepat. Akibatnya, bisa berakibat buruk pada pandangan mata dan kondisi tubuh.

“Selama fenomena ini, masyarakat diharapkan untuk mengonsumsi air putih secara cukup. Dan hindari meneguk langsung minuman, melainkan minum sedikit demi sedikit secara perlahan,” terang Catur. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/