alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Sunday, 6 December 2020

Wali Kota Rukmini Kembali Kunjungi Swedia, Ini Tujuannya

PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo Rukmini dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beberapa hari terakhir terbang ke Swedia. Rombongan kembali mengunjungi Kota Helsingborg dan direncanakan akan sepekan berada di sana.

Kunjungan itu dilakukan untuk menindaklanjuti program kerjasama Symbiocity antara dua daerah. Kunjungan itu bukan pertama kali dilakukan.

Selama tahun ini, sudah dua kali dilakukan kunjungan ke kota tersebuit. Yakni tanggal 26 Mei-2 Juni 2018 berupa working group.

“Sebelum kunjungan wali kota, didahului kunjungan tim teknis sekitar Mei-Juni 2018,” ujar Rey Suwigtyo, kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo.

Kepala OPD yang mendampingi Rukmini di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Krisyanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Amin Fredy, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumadi, serta Kabid Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda Litbang Ari Puspita.

Rombongan itu berangkat mulai Minggu (14/10) dan direncanakan kembali ke tanah air Sabtu (20/10). Kunjungan ke Helsingborg memang hanya dilakukan selama sepekan, namun prosedur untuk memberangkatkan walikota serta rombongan perlu waktu yang lama.

“Proses pengajuan izin itu dimulai sejak awal saya di Bappeda Litbang atau sekitar Juli 2018. Izin itu mulai dari gubernur, Kemendagri, dan Kemenlu. Baru turun izin dan visa. Semua prosedur baru selesai pekan kedua bulan Oktober,” ujar pria yang akrab disapa Tyok tersebut.

Selama sepekan di Eropa, ada beberapa tujuan utama agenda yang akan dilakukan oleh rombongan. “Pertama mengenai jalur sepeda, kemudian juga walikota akan melihat secara langsung proses pengolahan sampah menjadi listrik, dan ketiga ini mengenai proses demokrasi di Kota probolinggo,” ujarnya.

Tyok menjelaskan, terkait jalur sepeda, tahun 2017 telah dipasang di Jl. Pahlawan. Rencanan ke depan akan ada beberapa ruas jalan yang akan dipasang jalur sepeda seperti Jl. dr Soetomo.

“Di sana juga akan dibahas masalah lingkungan hidup mengenai pengelolaan sampah. Di sana sudah pakai incinerator untuk mengolah sampah mejadi energi listrik,” jelasnya.

Sedangkan untuk Kota Probolinggo, penerapan incinerator masih mempertimbangkan sisi pembiayaan. “Biaya untuk menggunakan incinerator cukup besar, ini yang perlu dipertimbangkan. Namun incinerator ini masuk jangka panjang dalam hal pengelolaan sampah,” jelasnya.

Untuk sampah di Tempat pemrosesan Akhir (TPA), jangka pendeknya atau sekitar 3-4 tahun, perlu membangun sel baru. Maklum, sel di TPA saat ini sudah penuh. Selain itu, memassifkan sosialisasi pemisahan sampah dimulai dari masyarakat. Agenda ketiga adalah terkait pelaksanaan Pilkada di Kota Probolinggo.

“Di sana itu akan sharing mengenai praktik demokrasi di Kota Probolinggo. Seperti partisipasi masyarakat. Memang di sana sistem demokrasinya berbeda dengan di Indonesia, seperti ada mekanisme referendum,” jelas mantan Kepala Diskominfo ini.

Program kerjasama antara Kota Probolinggo dengan Helsingborg telah berjalan sejak tahun 2013. Kerjasama ini merupakan symbiocity yang awalnya didanai oleh SIDA Swedish International Development Cooperation (SIDA) yang menghasilkan 4 fokus area pembangunan berkelanjutan di Kota probolinggo.

Mulai pencemaran air, perubahan iklim, kemiskinan, dan limbah padat. Sejak 2017, program kerjasama dengan International Center for Local Democracy (ICLD) dan akan berlangsung sampai 2020. (put/rf/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Giliran Temukan Pintu Besi Bermotif Bunga di Goa Jepang

Temuan penting kembali didapati tim ekskavasi di Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

BERITA TERBARU

Stok Garam di Kab Pasuruan Masih Tersisa 2.200 Ton

Sampai awal Desember ini, stok garam hasil produksi petambak garam di Kabupaten Pasuuran belum seluruhnya terserap pasar.

Hewan Ternak Rentan Sakit Ini saat Musim Hujan

Musim hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak beberapa waktu lalu berpengaruh terhadap kesehatan hewan ternak.

Tekan Covid-19; Disiplin 3M Sama Pentingnya dengan Vaksin

Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan masih menjadi keharusan, meskipun program vaksinasi nantinya telah dijalankan.

Terdampak Pandemi, Pilot pun Nyambi Bisnis Online Shop

pilot maskapai penerbangan nasional ini mengaku, pendapatannya berkurang 30 persen sejak pandemi.

Musim Hujan, Saatnya Mulai Waspadai Demam Berdarah Dengue

Dinkes Kabupaten Probolinggo mengimbau agar masyarakat tak abai terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).