Pelaku Pembunuhan di Hutan Prigen Dikenal Pendiam, Ngaku Ada Masalah

GEMPOL, Radar Bromo – Aksi KB atau Kholis Bigi alias Paimo, 36, menghabisi Arif Krisyanto, 28 di hutan Kesiman, Prigen, Kabupaten Pasuruan membuat tetangga dan temannya kaget. Mereka tak menyangka Kholis bisa berbuat senekat itu.

Sebab, kesehariannya Kholis dikenal sebagai sosok yang pendiam. Usai menghabisi korban Arif Kamis malam, Kholis diduga kabur dari rumahnya di Dusun Klabangan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (4/9) siang.

Nurul Wahyudi, salah satu teman dekat Kholis bercerita, Kholis adalah sosok yang pendiam dan tidak banyak bicara. Selama ini dia bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya.

Beberapa hari sebelum terlibat dugaan pembunuhan pada korban Arif Krisyanto, Kholis terlihat bingung dan resah. Nurul pun mencoba bertanya perihal yang mengganggu pikiran sahabatnya itu.

“Sekitar satu pekan sebelum kejadian, dia (Kholis) terlihat bingung dan resah. Sempat saya tanyakan ada apa. Dia bilang ada masalah rumah tangga, masalah serius katanya. Karena urusan rumah tangga, saya berhenti bertanya. Tidak saya lanjutkan,” tuturnya.

Nurul lantas mencoba mengalihkan pembicaraan. Tujuannya untuk membuat perhatian sahabatnya itu teralih. “Sempat saya alihkan pembicaraan, saya ajak ngomong hal-hal lain. Waktu itu perhatiannya sempat teralihkan,” tuturnya.

 

Baca Juga: Pelaku Utama Pembunuhan di Hutan Prigen Dibekuk Bersama Istri

 

Nurul sendiri mengaku tidak tahu perihal dugaan pembunuhan yang dilakukan Kholis. Dia pun tidak menyangka sama sekali. Sebab, Kamis (3/9) malam Nurul mengaku masih sempat bertemu dengan Kholis. Lalu Jumat (4/9) pagi, dia juga bertemu dengan Kholis beserta istri dan putranya di rumah mereka.

“Kamis (3/9) malam hingga Jumat (4/9) pagi, saya lihat Kholis beserta istri dan putranya ada di rumah. Mulai Jumat (4/9) siang, mereka bertiga sudah tidak ada. Rumahnya tutupan,” lanjutnya.

Baru kemudian Sabtu (5/9), santer terdengar informasi bahwa KB sedang dicari petugas karena diduga terlibat pembunuhan pada Kamis (3/) malam. Dia dan warga setempat saat itu kaget.

“Sabtu saya baru dapat informasi, katanya dia dicari petugas. Saya nanya ke Pak RT ada apa. Baru saya tahu kalau dia diduga pelaku pembunuhan di Kesiman. Saya jelas kaget. Karena setahu saya, dia itu pendiam dan tidak banyak bicara,” bebernya. (zal/hn)